Masih dinilai memiliki risiko yang cukup tinggi buat kamu yang ingin berpergian dengan menggunakan pesawat terbang, salah satu alat transportasi ini cukup jadi perhatian karena dinilai juga bisa jadi salah satu klaster penyebaran virus corona.

Tenang dulu, ini bukan berarti kamu tidak bisa traveling lagi atau melakukan business trip menggunakan pesawat, ya. Berdasarkan dari teknologi yang terus berkembang, dilansir dari detik.com – terdapat 5 alat yang akan diaplikasikan di dalam kabin pesawat terkait pencegahan penularan virus corona.

 

 

Lima alat ini terbilang unik dan memang fungsional. Mulai dari yang berbentuk kursi pesawat, sampai dengan yang tidak kasat mata! Wah pasti kamu penasaran kan sama lima alat tersebut? Daripada menebak-nebak sendiri seperti apa alat-alat tersebut, sila simak bahasan kali ini ya!

 

5 Alat di Kabin Pesawat

Yang Bisa Bantu Cegah Virus Corona

 

Terborosan Baru! Ini 5 Alat Anti Corona di Kabin Pesawat. credit image: detik.com

Glassafe dan Janus

Salah satu firma desain dari Italia bernama Avio Interiors belum lama ini membuat desain kursi pesawat baru dengan menggunakan alat unik untuk pencegahan virus corona. Menurut mereka, penemuan ini bisa digunakan untuk masa depan.

Dua desain sekaligus, pertama Glassafe dan kedua adalah Janus. Glassafe merupakan kursi pesawat yang dilengkapi dengan sekat kaca. Sekat ini membatasi kamu dengan penumpang yang ada disebelah untuk mengurangi risiko penularan virus corona.

Lalu kedua adalah Janus. Janus lebih ke pengaturan atau konfigurasi kursi pesawat. Kursi penumpang yang berada dekat jendela pesawat dan lorong kabin, akan menghadap ke depan sedangkan yang di tengah, akan menghadap ke belakang.

 

Terborosan Baru! Ini 5 Alat Anti Corona di Kabin Pesawat. credit image: detik.com - CNN

Interspace Lite

Pendiri perusahaan teknologi transportasi Universal Movement, Luke Miles belum lama ini memperlihatkan desain kursi pesawat baru yang dinilai juga bisa bantu pencegahan penularan virus corona. Desain kursi pesawat tersebut bernama Interspace Lite.

Mengutamakan fungsinya untuk mencegah penularan virus corona, Interspace Lite menambahkan pemisah di kursi tengah. Sehingga dalam satu baris, hanya ada dua penumpang saja yang duduk di dekat jendela dan lorong kabin.

Miles menyatakan kalau pemisah yang ada di kursi tengah ini bukan berbahan kaca sehingga dinilai nantinya akan membuat para penumpang juga jadi lebih nyaman dengan pemisahan tersebut.

 

Personal Protection Window

Dibuat oleh RAS Completions, pelindung atau cover ini diklaim mampu menekan penyebaran virus corona. Berada di antara kursi pesawat, Personal Protection Window dinilai menjadi alat yang fungsional untuk menghindarkan kamu dari droplets penumpang lain.

 

Terborosan Baru! Ini 5 Alat Anti Corona di Kabin Pesawat. credit image: zephyr aerospace

Double Decker

Jeffrey O’Neill, pendiri sekaligus CEO dari start-up Zephyr Aerospace – mengatakan kalau bangku rancangannya bisa jadi penyesuaian tersendiri terkait pandemi virus corona yang masih berkepanjangan ini.

Memanfaatkan ruang kabin yang ada, Jeffrey berencana untuk membuat kursi pesawat double decker. Walau dibuat dua tingkat, ini tidak akan terlalu tinggi karena hanya 1,4 meter dari lantai. Dinilai inovasi ini bisa jadi langkah pencegahan virus corona.

 

AirShield

Jika dari tadi kita membahas desain fisik sebuah kursi pesawat, sekarang kamu akan diajak untuk untuk mengetahui alat yang tidak kelihatan secara fisik. AirShield dari perusahaan teknologi yang berbasis di Seattle Amerika, membuat alat untuk seperti perisai tidak terlihat.

Alat ini diklaim mampu untuk meningkatkan aliran udara yang ada dan membantu meminimalisir penyebaran kuman di pesawat terbang. Nantinya alat ini akan dipasang di atas penumpang, di sebelah lubang udara dan lampu kaca. Nantinya AirShield ini bisa dioperasikan oleh penumpang sendiri.

 

 

Wah bagaimana nih? Dari lima alat inovatif yang sudah dijelaskan di atas – menurut kamu, apakah lima alat tersebut akan efektif?

 

Feature Image – liputan6.com