Virus corona tak henti-hentinya memberikan ‘kejutan’ baru bagi masyarakat. Belum lama ini, dilaporkan mutasi virus baru, yaitu B117. Di akhir tahun 2020 silam – varian baru ini ditemukan di Inggris, namun kini sudah mulai mewabah ke berbagai negara lainnya, termasuk Indonesia.

Dilansir dari berbagai sumber – virus B117 ini dikabarkan lebih mudah menular dari virus aslinya. Sedangkan, untuk gejalanya juga terbilang cukup mirip dengan Covid-19 aslinya – tetapi, ada sedikit perbedaan.

Berikut ini ulasan mengenai gejala mutasi corona baru yang wajib diwaspadai.

 

 

Sakit Tenggorokan dan Batuk

Credit Image - halodoc.com

Banyak yang menganggap bahwa sakit tenggorokan – disertai dengan gejala lainnya, merupakan gejala umum yang dimiliki pasien Covid-19. Tetapi, ternyata indikasi ini lebih sering dialami oleh pasien yang terinfeksi mutasi virus B117.

Begitu pula dengan batuk – yang lebih sering disebabkan oleh varian corona baru ini. Dari data survei yang ada – hanya sebesar 28 persen pasien virus strain corona asli dengan gejala baruk. Sementara, untuk infeksi varian baru, sebanyak 35 persen pasien mengalami batuk.

 

Demam Tinggi

Dilansir dari Pop Mama – menurut data Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS) ada 19 persen pasien yang melaporkan gejala demam saat terinfeksi virus corona asli. Tetapi, kemudian dilaporkan 22 persen pasien mutasi virus B117 yang juga mengalami demam.

Dengan demikian, gejala demam – termasuk salah satu tanda infeksi varian corona baru yang wajib diwaspadai.

 

Merasa Kelelahan

Credit Image - klikdokter.com

Rasa lelah juga kerap dialami oleh pasien yang terinfeksi mutasi virus corona baru. Menurut analisis Lawrence Young – rasa lelah kemungkinan terjadi, karena virus baru lebih banyak viral load dibanding varian aslinya. Jadi, infeksi dapat lebih luas – serta efeknya juga lebih terasa.

 

Nyeri Otot

Nyeri otot juga menjadi gejala yang disebabkan oleh varian corona baru. Dari data yang ada – disebutkan bahwa sebesar 21 persen dari keseluruhan pasien infeksi virus corona strain asli mengalami gejala ini.

Sementara, angka yang lebih besar ditunjukkan – dari pasien yang terinfeksi mutasi virus. Setidaknya 24 persen dari orang yang terinfeksi virus B117 mengalami keluhan nyeri otot.

 

Protokol Kesehatan dan Imunitas: Kunci Utama Cegah Infeksi Virus

Credit Image - ideapers.com

Menjalani protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan – menjadi poin penting dalam meminimalisir risiko penularan virus.

Selain itu, menjalani hidup sehat – yang dapat bantu pertahankan imunitas tubuh juga penting diterapkan sehari-hari. Adapun berbagai kebiasaan hidup sehat yang direkomendasikan, yaitu:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang
  • Perbanyak konsumsi sayur dan buah
  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh
  • Istirahat yang cukup, setidaknya tidur selama 7-8 jam semalam
  • Rutin berolahraga
  • Kelola stres dengan baik
  • Lengkapi dengan rutin mengonsumsi multivitamin

Kamu direkomendasikan mengonsumsi multivitamin, terlebih yang mengandung vitamin C dan vitamin B kompleks, seperti Enervon-C.

Enervon-C mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat – kombinasi sejumlah vitamin tersebut dapat bantu menjaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit.

Selain itu, kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C dapat bantu proses metabolisme, sehingga makanan yang kamu konsumsi dapat diubah jadi energi yang lebih tahan lama.

Kamu dianjurkan minum Enervon-C Effervescent dengan kandungan Vitamin C 1000 mg – untuk perlindungan ekstra, terutama bagimu yang sudah sering beraktivitas di luar rumah.

Dengan adanya varian baru virus corona – kamu mesti makin waspada dan terus terapkan berbagai cara pencegahan untuk meminimalisir penularan.

 

 

Featured Image - honestdocs.id

Source - popmama.com