Usai mendapatkan vaksinasi Covid-19, tak sedikit masyarakat yang memutuskan untuk melakukan tes antibodi. Disebut juga sebagai tes serologi, hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengukur kadar antibodi yang terbentuk setelah mendapatkan vaksin.

Tes serologi umumnya dilakukan untuk melihat ada tidaknya kekebalan terhadap suatu penyakit, yang disebut juga sebagai respons imun. Dengan adanya jenis tes yang satu ini – membuat banyak orang mempertanyakan, apalah sebenarnya tes serologi perlu dilakukan setelah vaksinasi?

Lebih lanjut mengenai tes serologi tersebut, berikut ini ulasan lengkapnya.

 

 

Apa Itu Tes Serologi Antibodi?

Credit Image - klikdokter.com

Tes serologi merupakan tes darah yang bertujuan untuk mendeteksi antibodi. Umumnya, hasil tes ini digunakan untuk mendiagnosis, apakah seseorang sedang – atau pernah menderita infeksi tertentu. Dalam beberapa kasus, tes serologi dapat digunakan untuk melihat keberhasilan vaksinasi dalam merangsang sistem imun untuk menghasilkan antibodi yang spesifik terhadap suatu penyakit.

Meski demikian, ini bukanlah sebuah pemeriksaan yang rutin – dan mesti dilakukan setelah vaksinasi. Yang perlu diketahui, tes serologi untuk menilai keberhasilan vaksinasi terhadap suatu penyakit, tidaklah sama dengan tes serologi untuk mendiagnosis penyakit tersebut. Sebab, jenis antibodi yang dideteksi berbeda.

 

Perlukah Tes Tersebut Dilakukan?

Credit Image - halodoc.com

Dilansir dari CNN Indonesia, pemeriksaan serologi untuk memeriksa kadar antibodi terhadap Covid-19 sebenarnya tidak diperlukan, bahkan tidak dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sampai saat ini, belum ada alat maupun teknik yang secara akurat mampu menunjukkan kadar antibodi yang terbentuk usai vaksin.

Bahkan pemeriksaan laboratorium canggih sekalipun tak selalu menunjukkan hasil yang akurat.  Selain itu, pemeriksaan di laboratorium juga tidak bisa menjadi tolak ukur bahwa antibodinya dapat melawan virus Covid-19.

Dibanding dengan tes serologi, menguji pembentukan antibodi lebih baik dilakukan dengan memakai uji netralisasi. Memiliki nama lain neutralizing antibody – ini merupakan gold standard untuk menentukan imunogenitas seseorang. Tes ini dilakukan dengan cara hanya memeriksa antibodi yang dapat menetralisir virus, bukan semua antibodi di tubuh.

Meski demikian, sejatinya jenis tes apapun untuk mengukur antibodi usai mendapatkan vaksin – sebenarnya memang tidak direkomendasikan. Alasannya, karena tes antibodi tidak merepresentasikan jumlah antibodi yang tepat dalam tubuh.

Selain itu, untuk tes netralisir antibodi – hal ini hanya ditujukan untuk tujuan riset saja. Intinya, pengujian yang ada saat ini, tidak ditujukan untuk mengukur antibodi yang terbentuk pasca vaksinasi. Dan perlu diketahui, tes serologi yang dilakukan setelah mendapat vaksin, berbeda dengan jenis tes screening Covid-19.

 

Tetap Lakukan Protokol Kesehatan Meski Sudah Dapatkan Vaksinasi

Credit Image - harnas.co

Tes serologi memang tidak wajib untuk dilakukan, namun agar antibodi – serta kekebalan tubuh tetap terjaga setelah melakukan vaksinasi, pastikan terus menjalani protokol kesehatan, dan menerapkan pola hidup yang sehat, sehingga imunitas tubuh semakin kuat.

Adapun protokol kesehatan yang dianjurkan untuk dilakukan, yaitu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas, hingga menghindari keramaian.

Sementara, untuk berbagai pola hidup sehat yang perlu diterapkan – seperti menjalani pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, miliki waktu tidur berkualitas, hingga mengelola stres dengan baik. Dan, yang tak boleh dilupakan – memenuhi kebutuhan vitamin harian yang penting untuk menjaga imun tubuh.

Sejumlah jenis vitamin, termasuk Vitamin C memiliki peran penting dalam membantu memperkuat serta menjaga kekebalan tubuh. Dengan demikian, tubuh pun tidak mudah terserang berbagai macam penyakit, termasuk virus corona.

Tak hanya dari makanan, Vitamin C juga bisa diperoleh dengan rutin mengonsumsi multivitamin, seperti dari Enervon.

Konsumsi Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C Effervescent — dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra, terutama kamu yang sudah sering beraktivitas di luar rumah.

Atau, kamu dapat konsumsi Enervon Active – dengan kandungan non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc dapat menjaga stamina tubuh, sekalius mengoptimalkan kinerja sistem imun.

 

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa tes serologi antibodi tidak wajib dilakukan usai mendapat vaksin. Sebab, tes tersebut tidak bisa menentukan secara pasti – seberapa tinggi kadar antibodi yang dimiliki.

 

 

Featured Image - klikdokter.com

Source - cnnindonesia.com