Sebagian besar pasien Covid-19 yang mmenjalani isolasi mandiri. Namun, selama masa karantina tersebut, pasien mesti tetap menjalani berbagai langkah pemulihan diri agar daya tahan tubuh dapat melawan virus secara maksimal.

Salah satu hal yang tidak boleh luput dari perhatian, yaitu memenuhi kebutuhan gizi setiap harinya. Sayangnya, di masa isolasi mandiri, tak sedikit pasien yang justru tidak memantau asupan gizi. Minimnya akses konsultasi gizi dan pengobatan – dapat memperbetat kondisi pasien, apalagi jika punya komorbid. Untuk itu, jangan sepelekan hal yang satu ini!

Bagi yang tengah menjalani isolasi mandiri, yuk tetap penuhi asupan gizi dan nutrisi harian dengan cara sederhana, seperti 6 tips berikut ini. Pastikan kamu membaca informasi lengkapnya sampai habis ya!

 

 

Buat Rencana Makanan

Credit Image - bellybelly.com.au

Selama isolasi mandiri, pasien sangat disarankan untuk membuat perencanaan makanan sehat, setidaknya selama 14 hari, yaitu masa isolasi mandiri yang dianjurkan. Buatlah menu makanan yang dapat mendukung sistem kekebalan – ini berarti makanan yang bersifat anti-inflamasi, antioksidan, atau kaya akan probiotik.

Bukan tanpa alasan lho, membuat rencana makanan selama isolasi mandiri dapat membantu pasien terhindar dari makanan yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Misalnya, mengonsumsi makanan cepat saji yang tinggi akan garam, gula, dan lemak – sejumlah kandungan tersebut bisa meningkatkan risiko peradangan dalam tubuh.

Yang tidak kalah pentingnya, kamu juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dengan bahan segar untuk membantu memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral.

 

Perhatikan Pula Porsi Makan

Berada di rumah dalam jangka waktu yang cukup lama dengan aktivitas terbatas cenderung memicu makan berlebihan. Sedangkan, kebutuhan karbohidrat pasien Covid-19 tak boleh melebihi 50 persen dari total kebutuhan energi harian, lho. Misalnya, dengan asumsi kebutuhan kalori per hari sebanyak 2.000, maka porsi nasi maksimal 1,5 tangkup tangan dalam sekali makan.

Selain itu, pasien Covid-19 juga harus memenuhi kebutuhan gizi lainnya, seperti protein – sebanyak 15 sampai 25 persen dari kebutuhan energi per hari, atau setara dengan ukuran satu telapak tangan ya. Jadi, dalam sekali makan, dibutuhkan sekitar 2,5 porsi sumber protein.

Kemudian, kebutuhan lemak juga diperlukan oleh pasien Covid-19, yakni sebesar 20 sampai 25 persen dari kebutuhan energi harian. Lemak biasanya dapat diperoleh dari minyak, santan, dan sumber protein hewani.

Tapi, lebih baik utamakan sumber lemak tak jenuh seperti Omega-3 – yang bisa diperoleh dari minyak kanola, ikan, dan kacang-lkacangan. Atau, Omega-9 yang bisa diperoleh dari minyak zaitun dan alpukat.

 

Jaga Tubuh Tetap Terhidrasi

Credit Image - dream.co.id

Angiotensin – atau disebut juga sebagai ACE-2 memiliki peran penting dalam mengontrol keseimbangan elektrolit. Virus Covid-19 dapat mengikat ACE-2 dan mempercepat pemecahannya. Akhirnya, kondisi tersebut dapat meningkatkan reabsorpsi sodium dan air, sehingga meningkatkan tekanan darah dan ekresi kalium.

Selain itu, pasien Covid-19 juga sering mengalami gejala diare dan muntah yang dapat memengaruhi asupan cairan di dalam tubuh. Untuk itu, cukupi kebutuhan cairan serta elektrolit dengan konsumsi air putih yang cukup. Atau, disarankan pula minum air kelapa yang dapat menjaga keseimbangan elektrolit.

 

Disarankan Mengonsumsi Banyak Serat

Selama isolasi mandiri, pasien juga dianjurkan untuk mengonsumsi sayur sebanyak 3-4 porsi dalam sehari, dan 2-3 porsi buah per hari. Satu porsi tersebut dapat diukur dengan satu kepalan tangan ya. Asupan buah dan sayur dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi mikro, seperti vitamin dan mineral.

Perlu diketahui bahwa pasien Covid-19 tidak boleh kekurangan Vitamin A, C, D, E, Selenium, dan Zinc yang berperan untuk meningkatkan sistem imun tubuh, sehingga virus dapat dilawan secara maksimal – dan proses pemulihan bisa berjalan dengan baik.

 

Batasi Asupan Garam, Gula, dan Lemak

Credit Image - klikdokter.com

Pasien isolasi mandiri juga perlu menghindari sejumlah makanan tertentu, apalagi yang bisa menyebabkan inflamasi, seperti makanan cepat saji maupun camilan tinggi akan kandungan garam, gula, dan lemak jenuh.

Selain itu, hindari juga minuman-minuman yang mengandung tinggi gula, misalnya minuman yang diklaim sebagai minuman sehat. Lebih baik, memilih air putih – atau bisa juga minum air kelapa yang bisa membantu menghidrasi tubuh, sekaligus menyeimbangkan kadar elektrolit.

 

Konsumsi Vitamin Untuk Tingkatkan Kekebalan

Selain menerapkan berbagai tips di atas, selama masa isolasi mandiri, pastikan pula kamu sudah memenuhi kebutuhan vitamin harian yang penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Adapun vitamin yang paling direkomendasikan untuk dikonsumsi, yaitu Vitamin C.

Jika biasanya kamu disarankan mendapat asupan Vitamin C dari sumber makanan, agar makin maksimal, dianjurkan pula Enervon Active.

Konsumsi Enervon-C yang memiliki sejumlah kandungan vitamin, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C Effervescent — dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra, terutama kamu yang sudah sering beraktivitas di luar rumah.

Atau, buat yang memiliki masalah lambung sensitif, kamu dapat mengonsumsi Enervon Active – dengan kandungan non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc dapat menjaga stamina tubuh, sekaligus mengoptimalkan kinerja sistem imun.

Selain dapat menjaga daya tahan tubuh, multivitamin Enervon-C dan Enervon Active juga bisa membantu mengoptimalkan proses metabolisme, sehingga makanan yang dikonsumsi dapat diubah menjadi energi yang lebih tahan lama. Manfaat yang satu ini berkat kandungan Vitamin B Kompleks dalam kedua multivitamin tersebut ya.

 

Nah, itulah keenam tips memenuhi kebutuhan asupan gizi bagi pasien isolasi mandiri. Untuk yang tengah menjalani masa karantina, yuk terapkan sejumlah tips di atas agar proses pemulihan dapat berjalan dengan maksimal!

 

 

Featured Image - passporthealthusa.com

Source - cnnindonesia.com