Mendapatkan vaksinasi secara lengkap, yaitu dalam dua dosis dapat membantu pembentukan antibodi, sehingga risiko terpapar Covid-19 dapat semakin diminimalisir. Meski demikian, mendapatkan vaksin virus corona.

Selain akibat keterbatasan akses terhadap vaksin, masih rendahnya angka vaksinasi juga disebabkan oleh adanya keraguan yang kerap dirasakan masyarakat. Selain itu sampai saat ini, masih ada beragam mitos vaksin yang beredar luas, bahkan tak sedikit orang yang memercayainya.

Tenang, vaksin yang beredar sudah mendapatkan izin penggunaan resmi dari BPOM. Untuk itu, masyarakat juga diminta berhati-hati – dan tidak gampang percaya dengan mitos, maupun hoax mengenai vaksin yang beredar.

Dikutip dari laman Covid19.co.id, berikut ini 5 mitos vaksin Covid-19 yang paling populer.

 

 

#1 – Mengganggu Proses Kehamilan

Credit Image - halodoc.com

Yang pertama, ada mitos menyatakan bahwa vaksin Covid-19 dapat mengganggu proses kehamilan, atau menyebabkan kemandulan pada perempuan. Sayangnya, kabar palsu yang satu ini masih sering beredar, padahal tidak terbukti kebenarannya, alias salah besar!

Vaksin bisa menyebabkan kemandulan merupakan rumor yang telah beredar – dan pastinya tidak benar. Perlu diketahui, tidak ada vaksin yang dapat menyebabkan kemandulan. Hal ini pun sudah dikonfirmasi oleh seorang ahli vaksin yang berspesialisasi dalam bidang epidemiologi pneumokokus, Katherine O’Brien – dan diungkapkan saat wawancara mengenai vaccine myths vs science bersama WHO.

 

#2 – Mengubah DNA

Diketahui, setiap manusia memiliki DNA-nya masing-masing. DNA merupakan materi genetik yang menentukan sifat – sekaligus karakterisik fisik seseorang. Berkaitan dengan vaksin, ada pula yang menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 bakal merubah DNA seseorang. Tetapi, apakah hal tersebut benar adanya?

Ungkapan tersebut hanyalah mitos belaka, namun sayangnya masih sering beredar di kalangan masyarakat. Saat ini, ada dua jenis vaksin, salah satunya mRNA. Jenis vaksin tersebut tidak akan mungkin dapat berubah menjad DNA sel manusia. Selain itu, CDC juga membenarkan hal tersebut, dikatakan bahwa vaksin tidak akan mengubah – atau berinteraksi dengan DNA.

Baik vaksin mRNA, maupun vektor virus Covid-19 mengirimkan instruksi – yang berupa materi genetik ke sel untuk mulai membangun perlindungan terhadap virus penyebab Covid-19. Namun, materi tersebut tidak pernah memasuki inti sel, yang merupakan tempat DNA disimpan.

 

#3 – Air Kelapa Hilangkan Efek Vaksin

Credit Image - kumparan.com

Selanjutnya, ada pula yang memercayai kalau mengonsumsi air kelapa justru dapat menghilangkan efek vaksin. Namun, anggapan yang satu ini tidak benar adanya. Seorang ahli gizi FKUI, Saptawati Bardosono mengatakan bahwa air kelapa untuk menghilangkan efek vaksin hanyalah mitos belaka.

Dijelaskan kalau air kelapa mengandung banyak elektrolit yang berguna untuk mendukung keseimbangan cairan – dan elektrolit dalam tubuh. Sementara itu, vaksin mengandung senyawa yang dapat memicu terbentuknya antibodi untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Keduanya memang sama-sama mendukung kesehatan tubuh, tetapi tidak akan saling menghilangkan efek. Jadi, bisa dipastikan bahwa hal yang satu ini mitos saja!

 

#4 – Mengandung Bahan Kimia Berbahaya

Mitos vaksin Covid-19 yang satu ini sempat membuat banyak orang enggan untuk mendapatkan vaksinasi, padahal vaksin yang tersedia tidak mengandung bahan kimia di dalamnya. Sebelum disuntikan ke manusia, vaksin sudah dipastikan aman.

Vaksin memang mengandung sejumlah elemen yang berbeda – dan masing-masing sudah diuji terlebih dahulu. Sebelum diberikan kepada manusia, vaksin sudah diuji pada hewan. Kemudian, barulah vaksin diuji klinis dengan pulihan ribu orang, dan akhirnya benar-benar digunakan untuk masyarakat umum.

Selain itu, pembuatan vaksin memiliki pengawasan kualitas yang konstan, serta ketat, sehingga setiap bahan yang masuk ke dalam vaksin sudah bisa dipastikan memiliki kualitas terbaik, dan pastinya aman digunakan pada manusia.

 

#5 – Vaksin Buat Hasil Tes Covid-19 Jadi Positif

Credit Image - bbc.com

Mitos yang satu ini juga kerap beredar di kalangan masyarakat, tetapi vaksin Covid-19 tidak akan membuat hasil tes menjadi positif. Untuk memberikan hasil tes PCR maupun Antigen yang positif – maka diperlukan jumlah virus penyebab Covid-19 dalam jumlah yang signifikan, sehingga hasil PCR maupun Antigen pun terdeteksi positif. Jumlah virus signifikan hanya dapat terjadi dalam dua kondisi, yaitu:

Bagi berbagai merek vaksin yang tersedia di Indonesia, seperti vaksin Sinovac dan Sinopharm – vaksin mengandung virus inaktif yang tidak dapat menginfeksi sel, serta tidak dapat memperbanyak diri. Jadi, vaksin dari virus inaktif tidak menyebabkan orang terdeteksi positif – ketika melakukan tes PCR atau Antigen.

Sementara, untuk vaksin AstraZeneca – mengandung Adenovirus yang membawa DNA virus penyebab Covid-19. Dalam hal ini, DNA virus juga tidak dapat melakukan replikasi – serta tidak mengandung virus penyebab Covid-19 yang hidup atau aktif.

Dalam kata lain, vaksin vektor Adenovirus juga tidak dapat menyebabkan orang yang diberikan vaksin tersebut menjadi terinfeksi virus corona – atau terdeteksi positif saat melakukan tes PCR atau Antigen.

Dan, untuk vaksin Moderna – yang merupakan vaksin mRNA juga tidak bisa menyebabkan hasil tes menjadi positif. Sebab, RNA virus penyebab Covid-19 tidak dapat memperbanyak diri, serta tidak mengandung virus penyebab Covid-19 yang hidup.

Jadi, vaksin Moderna juga tidak dapat menyebabkan orang yang diberikan menjadi mengidap Covid-19, serta terdeteksi positif ketika melakukan tes.

Jika vaksin tidak dapat membuat hasil tes PCR maupun Antigen menjadi positif, lantas mengapa ada kasus serupa? Hal ini mungkin terjadi karena orang tersebut terinfeksi virus penyebab Covid-19 – tetapi, bukan karena vaksin.

Ada kemungkinan infeksi terjadi sebelum vaksin diberikan, kemudian gejala baru muncul pada waktu setelah divaksinasi. Atau, infeksi terjadi usai diberikan vaksin – dalam hal ini, belum diketahui secara pasti mengenai kemampuan vaksin untuk mencegah seseorang terinfeksi virus.

Intinya, vaksin Covid-19 yang tersedia tidak dapat menyebabkan seseorang terinfeksi virus corona – dan membuat hasil tes PCR maupun Antigen menjadi positif. Melainkan, hasil positif disebabkan oleh infeksi virus yang terjadi, baik sebelum maupun setelah vaksin diberikan – bukan disebabkan oleh vaksin tersebut.

 Mendapatkan dosis vaksinasi memang penting untuk membantu proses pembentukan antibodi agar perlindungan terhadap Covid-19 semakin maksimal. Namun, jangan sampai lengah, sehabis vaksin kamu juga mesti tetap mematuhi prokes – dan pastinya menjaga sistem imun tubuh, termasuk memenuhi asupan vitamin dengan mengonsumsi suplemen.

Untuk jenis suplemen, kamu dianjurkan memilih dengan kandungan vitamin bersifat imunomodulator, yaitu dapat membantu meningkatkan, sekaligus menjaga kekebalan tubuh. Lantas, apa suplemen yang sebaiknya dikonsumsi?

Direkomendasikan untuk mengonsumsi Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C Effervescent — dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra bagi tubuh, terutama bagi yang masih harus melakukan aktivitas di luar rumah.

Bagi yang punya masalah lambung sensitif, direkomendasikan minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc untuk menjaga sistem kekebalan, sekaligus mempertahankan stamina tubuh biar tidak mudah lelah.

Tak hanya membantu menjaga kekebalan saja, namun kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga makanan yang kamu konsumsi dapat diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama.

Untuk mendapatkan sejumlah produk multivitamin Enervon, pastikan kamu membelinya dari official store di Tokopedia, Shopee, Lazada, dan BukaLapak. Atau kunjungi drug store dan apotek terdekat di daerahmu.

 

Itulah kelima mitos mengenai vaksin Covid-19 – yang pastinya tidak terbukti kebenarannya. Jadi, jangan mudah percaya dengan informasi yang beredar mengenai vaksin. Pasalnya, vaksin yang tersedia sudah terjamin keamanannya, sehingga tak perlu lagi khawatir, ya!

 

 

Featured Image - americaser.com

Source - cnnindonesia.com