Diketahui, belakangan waktu terakhir kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah mulai menurun. Hal tersebut membuat pemerintah memberlakukan kebijakan terbaru, yakni berbagai kegiatan sudah boleh berjalan kembali, termasuk restoran dan kafe yang sudah mulai beroperasi. Tentu saja, akan ada banyak masyarakat yang tertarik untuk dine-in.

berisiko terjadi penularan virus, bahkan sampai membentuk klaster sendiri.

Lantas, seberapa tinggi risiko penularan ketika dine-in di restoran, maupun kafe? Dilansir dari akun Instagram @Adamprabata, berikut ini ulasan lengkapnya!

 

 

Sudah Boleh Dine-In, Bagaimana Dengan Risiko Penularan Virus?

Credit Image - kompas.com

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Galmiche di tahun 2021, jika seseorang lebih sering makan, maupun minum di restoran, maka risiko penularan yang dapat terjadi pun lebih tinggi, bahkan mencapai 95 persen. Selain itu, yang lebih mengkhawatirkan, yaitu ketika makan di restoran – atau kafe, ada pula risiko terjadinya klaster penularan.

Dikutip dari penelitian yang dilakukan oleh Li dan Furuse di tahun 2020 silam, disebutkan bahwa klaster penularan Covid-19 di restoran dan kafe sangat mungkin terjadi. Dari penelitian ini, ditemukan kalau ada 1 orang yang menulari total 56 orang lainnya di kedai kopi – yang terletak di Korea Selatan.

Selain itu, kasus tersebut juga terjadi di sebuah restoran di Tiongkok, di mana 1 orang menulari 10 orang dari 3 keluarga yang berbeda. Perlu diketahui, sejak Januari sampai April 2020, ditemukan lebih dari 10 klaster virus corona yang terjadi di restoran di Jepang.

Tak bisa dipungkiri, penularan ketika dine-in di restoran – maupun kafe dapat terjadi akibat adanya penyebaran virus melalui udara. Risiko penularan yang tinggi juga dapat terjadi, apalagi kalau tempat makan tersebut indoor – dan memiliki ventilasi yang buruk.

Bisa dikatakan, penularan dapat terjadi walaupun tidak ada kontak erat, serta tidak menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus.

 

Risiko Penularan Makin Tinggi Saat Makan di Restoran – Atau Kafe

Credit Image - cnnindonesia.com

Menurut ungkapan dari CDC, disebutkan bahwa risiko tertular Covid-19 ketika makan di kafe maupun restoran dapat semakin meningkat, terutama akibat penularan yang terjadi melalui udara. Saat berada di dua lokasi tersebut, situasi indoor dengan ventilasi buruk menjadi penyebab utama terjadinya penularan.

Selain itu, adanya kesulitan menjaga jarak aman – sehingga, kerumunan pun terbentuk. Kemudian, ketika makan dan minum, pasti mengharuskan pengunjungnya melepas masker, jadi penularan pun makin mudah terjadi. Bahkan, seringkali perlu bersuara lebih keras saat berbicara, yang menyebabkan droplets menjadi lebih banyak.

Jadi, penularan dalam restoran maupun kafe dapat terjadi, sekalipun tidak ada kontak erat, atau tidak menyentuh bagian permukaan yang telah terkontaminasi virus. Lagi-lagi, penyebab utamanya, yaitu penularan virus melalui udara.

Alasan risiko tertular ketika makan di restoran maupun kafe pun bisa terjadi akibat berbagai faktor, seperti situasi indoor dengan ventilasi buruk, risiko sulit menjaga jarak – sehingga terbentuk kerumunan, harus melepas masker ketika makan dan minum, hingga sering perlu bersuara lebih keras – yang menyebabkan droplet keluar lebih banyak.

 

Mengurangi Penularan Covid-19 Selama Makan di Tempat Umum

Credit Image - food.detik.com

Ketika terpaksa harus makan di restoran atau kafe – ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk meminimalisir risiko terinfeksi Covid-19. Apa saja?

  • Pakai masker sepanjang waktu, kecuali ketika sedang makan atau minum
  • Minimalisir waktu berada di dalam restoran maupun kafe
  • Hindari pula mengunjungi di jam ramai
  • Cari tempat yang lokasinya outdoor
  • Jaga jarak dengan orang yang tidak tinggal satu rumah

Yang tidak kalah pentingnya dalam mencegah tertular virus corona, pastikan selalu menjaga kebersihan, termasuk  bersih-bersih setelah bepergian ke luar rumah.

Tak hanya itu saja, tetapi menjaga kekebalan tubuh tetap kuat juga mesti dilakukan, pasalnya sistem imun yang optimal dapat membantu meminimalisir risiko terpapar virus corona. Untuk itu, lakukan gaya hidup sehat – dan lengkapi dengan rutin memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian.

Selain dari makanan, asupan vitamin dan mineral juga dapat diperoleh dengan rutin mengonsumsi multivitamin, terutama yang mengandung vitamin C dan vitamin B kompleks.

Direkomendasikan untuk minum  Enervon-C yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat yang dapat menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Konsumsi Enervon-C Effervescent yang mengandung Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg – yang satu ini dapat berikan perlindungan ekstra, terlebih untukmu yang sudah sering beraktivitas di luar rumah.

Untuk yang punya aktivitas padat, direkomendasikan minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc – untuk bantu menjaga stamina agar tak mudah lelah, sekaligus optimalkan sistem kekebalan tubuh.

Tak hanya membantu menjaga kekebalan saja, namun kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C dan Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga makanan yang kamu konsumsi dapat diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Jadi, tak perlu khawatir tubuh mudah lelah, ya!

Untuk mendapatkan sejumlah produk multivitamin Enervon yang asli, pastikan kamu membelinya dari official store di Tokopedia, Shopee, Lazada, dan BukaLapak. Atau kunjungi drug store dan apotek terdekat di daerahmu.

 

Itulah ulasan mengenai risiko penularan virus corona ketika makan di restoran maupun kafe. Meski sekarang sudah bisa dine-in, tetapi ada baiknya kurangi aktivitas tersebut agar tetap terlindungi dari paparan Covid-19!

 

 

Featured Image - pikiran-rakyat.com

Source - instagram.com/@adamprabata