Kekurangan beragam jenis asupan nutrisi dapat menimbulkan masalah kesehatan. Ini termasuk vitamin B kompleks – yang jika kamu tak mencukupi asupannya, maka ada beragam dampak buruk yang mengintai, seperti anemia, lho.

Vitamin B kompleks terdiri dari vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, dan B12. Semuanya saling berdampingan untuk membantu fungsi tubuh mengolah dan mendapatkan energi dari makanan yang dikonsumsi serta memelihara kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Tidak hanya beberapa masalah kesehatan yang sudah disebut di atas, tetapi kekurangan asupan vitamin B bisa mendatangkan efek buruk lainnya. Apa saja? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

 

 

Vitamin B1 – Thiamin

Credit Image - diadona.id

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, asupan vitamin B1 yang direkomendasikan per hari berkisar antara 1–1,4 miligram. Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan penyakit beri-beri dan penyakit Wernicke.

Penyakit beri-beri dapat dikenali dari gejala sesak napas, gerakan mata yang tidak normal, detak jantung meningkat, kaki bengkak, dan muntah-muntah. Sedangkan penyakit Wernicke memengaruhi sistem saraf dan menyebabkan penglihatan berbayang, gangguan koordinasi otot, dan penurunan fungsi mental.

Jika tidak diobati, penyakit Wernicke dapat memburuk dan menjadi sindrom Wernice-Korsakoff. Gejala sindrom Wernicke-Korsakoff ini dapat berupa halusinasi, amnesia, mata sulit dibuka, sulit memahami suatu informasi, hilang ingatan atau tidak bisa membentuk ingatan baru.

 

Vitamin B2 – Riboflavin

Vitamin B2 berfungsi membantu pengolahan energi dari makanan yang mengandung karbohidrat, lemak, dan protein. Vitamin B2 juga penting untuk pertumbuhan dan produksi sel darah merah. Sebagai pengobatan, vitamin B2 dipercaya efektif untuk mengobati sakit kepala dan menurunkan risiko katarak.

Rekomendasi asupan vitamin B2 yang disarankan adalah 1–1,5 miligram per hari. Jika kekurangan vitamin B yang satu ini, tubuh akan kekurangan nutrisi lainnya, seperti zat besi dan protein. Pada ibu hamil, kekurangan vitamin B2 dapat menghambat pertumbuhan bayi dalam kandungan dan meningkatkan risiko preeklamsia.

Kekurangan vitamin B2 dapat dikenali dengan gejala berupa anemia, mata merah, kulit kering, bibir pecah-pecah, infeksi mulut, hingga sensitif terhadap cahaya.

 

Vitamin B3 – Niacin

Credit Image - bola.com

Vitamin B3 perlu dikonsumsi setiap harinya. Tanpa vitamin B3, tubuh akan mudah mengalami kelelahan, gangguan pencernaan, sariawan, muntah, kelelahan, hingga depresi. Jika tidak segera diobati, sejumlah masalah kesehatan ini bisa mendatangkan risiko yang lebih buruk, lho.

Dalam kondisi yang parah, kekurangan vitamin B jenis ini bisa menimbulkan penyakit pellagra yang ditandai dengan ruam bersisik pada area kulit yang terkena matahari, muntah, diare, sakit kepala, tubuh sering lelah, depresi, mulut bengkak, lidah memerah cerah, dan kesulitan berkonsentrasi.

 

Vitamin B5 – Asam Pantotenat

Selanjutnya, ada pula vitamin B5 yang memiliki peran penting dalam memaksimalkan fungsi tubuh. Kekurangan vitamin B5 merupakan kasus yang langka, karena vitamin ini bisa ditemukan pada hampir semua jenis sayuran.

Namun jika terjadi, orang yang kekurangan vitamin B jenis ini akan mengalami sakit kepala, tubuh terasa lelah, mudah emosi, sensasi perih pada lengan atau kaki, mual, rambut rontok, denyut jantung meningkat, dan gangguan pencernaan.

 

Vitamin B6 – Piridoxine

Credit Image - cnnindonesia.com

Asupan vitamin B6 juga tak kalah pentingnya – dan wajib kamu konsumsi setiap hari, lho. Kekurangan asupan ini dapat mengakibatkan anemia dan gangguan kulit, seperti ruam atau pecah-pecah di sekitar mulut.

Selain itu, kurangnya vitamin B6 juga dapat meningkatkan risiko gangguan otak, seperti depresi, kejang, kebingungan, mual, anemia, otot berkedut, luka di sudut bibir, kesemutan, dan nyeri pada tangan dan kaki.

 

Vitamin B7 – Biotin

Biotin atau dikenal juga sebagai vitamin B7 merupakan nutrisi yang berperan mengubah karbohidrat dan lemak menjadi energi. Selain itu, biotin juga merupakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan mata dan pertumbuhan rambut, mengatur metabolisme, dan menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Kekurangan vitamin B yang satu ini bisa kamu perhatikan dengan munculnya gejala berupa rambut rontok, kulit kering, ruam bersisik di sekitar mata atau mulut, mata kering, kelelahan, hingga menyebabkan depresi.

 

Vitamin B9 – Folat

Credit Image - alodokter.com

Kekurangan vitamin B9 dapat menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah atau anemia megaloblastik. Asupan folat yang direkomendasikan per hari adalah 400–600 mikrogram (mcg). Jenis vitamin B ini dikenal untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhan janin selama masa kehamilan.

Tidak cukupnya vitamin B9 dalam tubuh bisa menimbulkan beragam gangguan kesehatan, seperti tubuh terasa lelah, sesak napas, rambut beruban, sariawan, gangguan pertumbuhan, dan lidah membengkak. Jadi, pastikan kamu sudah memperoleh asupan vitamin B9 setiap harinya, ya!

 

Vitamin B12 – Kobalamin

Jumlah vitamin B12 yang tidak memadai dalam tubuh ditandai dengan penyakit kuning – atau disebut aundice, anemia, kehilangan nafsu makan, gangguan penglihatan, susah buang air besar, detak jantung tidak teratur, hingga sesak napas.

Jika tidak mendapatkan penanganan secara tepat, maka kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan komplikasi berupa kemandulan, pikun, cacat tabung saraf pada janin, gangguan penglihatan, hingga ataksia.

 

Bagaimana Cara Penuhi Kebutuhan Vitamin B Harian?

Credit Image - womenshealthmag.com

Kekurangan vitamin B kompleks memang bisa mendatangkan beragam dampak buruk bagi kesehatan. Nah, untuk itu, kamu harus memenuhi asupannya setiap hari, ya. Sumber makanan, seperti daging merah, ikan, produk susu dan olahannya, buah dan sayur seperti bayam dan brokoli, roti dan pasta, telur, gandum, dan biji- bijian.

Selain dari sumber makanan, biar pemenuhan kebutuhan vitamin B makin maksimal, kamu dianjurkan mengonsumsi multivitamin dengan kandungan lengkap, seperti Enervon-C dan Enervon Active.

Direkomendasikan untuk minum Enervon-C yang memiliki kandungan Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Konsumsi Enervon-C Effervescent yang mengandung Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg – yang satu ini dapat berikan perlindungan ekstra, terlebih untukmu yang sudah sering beraktivitas di luar rumah.

Untuk yang punya masalah lambung sensitif, kamu bisa minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc – untuk bantu menjaga stamina agar tak mudah lelah, sekaligus optimalkan sistem kekebalan tubuh.

Sudah pasti, kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C maupun Enervon Active dapat membantu mengoptimalkan proses metabolisme, sehingga tubuh dapat memperoleh sumber energi yang lebih tahan lama, serta membantu mengurangi stres. Dan, kandungan vitamin C di dalamnya bisa membantu menjaga sistem imun tubuh agar terhindar dari berbagai macam penyakit berbahaya.

Untuk mendapatkan produk multivitamin Enervon Active, kamu bisa kunjungi official store Enervon di Tokopedia, Shopee, Lazada, dan BukaLapak. Atau, dapatkan di drug store dan apotek terdekat di daerahmu.

 

Jadi, itulah deretan dampak buruk yang dapat kamu alami ketika kekurangan asupan vitamin B kompleks. Yuk, rutin konsumsi makanan yang kaya akan asupan tersebut – dan maksimalkan dengan mengonsumsi suplemen, ya!

 

 

Featured Image – uzone.id