Vaksin Covid-19 diberikan untuk membantu pembentukan antibodi yang lebih kuat, sehingga risiko terpapar virus dapat diminimalisir. Namun, pada kondisi tertentu, ternyata efektivitas vaksin virus corona bisa menurun, salah satunya pada orang dengan obesitas.

Dilansir dari Detik, riset terbaru di Turki menyebutkan bahwa obesitas dapat menurunkan tingkat efektivitas vaksin pada orang yang belum pernah terpapar Covid-19. Lalu, seperti apa perbandingan tingkat keampuhan vaksin pada orang dengan obesitas – dan dengan yang memiliki berat badan normal?

Berikut informasinya.

 

 

Efektivitas Vaksin Menurun pada Orang dengan Obesitas

Credit Image - israel21c.org

Berdasarkan hasil data yang diperoleh dalam penelitian yang dilakukan terhadap orang-orang yang belum pernah terinfeksi Covid-19 – dan sudah menerima vaksin Pfizer dan Sinovac disebut bahwa pasien dengan obesitas parah memiliki antibodi tiga kali lebih rendah daripada orang dengan berat badan normal. 

Sementara pada penerima Sinovac yang mengalami obesitas parah dan belum pernah terkena Covid-19, tingkat antibodi 27 kali lebih rendah dibandingkan orang dengan berat badan normal.

Dalam riset tersebut, peneliti membandingkan respons imun terhadap vaksin kepada 124 relawan dengan obesitas parah, dengan indeks massa tubuh 40 ke atas, serta 166 relawan dengan berat badan normal dengan indeks massa tubuh kurang dari 25. Secara keseluruhan, 130 peserta telah menerima dua dosis vaksin mRNA Pfizer/BioNTech dan 160 telah menerima dua dosis vaksin virus tidak aktif Sinovac.
 

Manfaat Vaksin Covid-19

Credit Image - ciputrahospital.com

Dari penelitian tersebut, dikatakan bahwa efektivitas vaksin dapat berkurang pada orang dengan kondisi obesitas. Padahal, vaksin sendiri berperan penting untuk mengurangi risiko berat apabila terpapar virus corona.

Dalam dokumen Frequently Asked Question (FAQ) Seputar Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 – yang diunggah dalam laman resmi Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Kementerian Kesehatan RI, dijelaskan bahwa vaksin memang tidak membuat 100 persen kebal dari virus corona.

Namun, manfaat vaksin dapat berdampak baik ketika kamu tertular Covid-19, yaitu risiko mengalami gejala berat dapat diminimalisir. Vaksinasi merupakan proses di dalam tubuh, di mana seseorang menjadi lebih terlindungi dari suatu penyakit, sehingga kalau terinfeksi, maka tidak timbul gejala, maupun hanya mengalami sakit ringan.

Selanjutnya, vaksin pun juga bisa mencegah seseorang menyebarkan virus corona ke orang lainnya. Jika cakupan vaksin sudah tinggi dan merata di suatu daerah, maka akan terbentuk kekebalan kelompok – atau disebut juga herd immunity.

Kekebalan kelompok merupakan situasi di mana sebagian besar masyarakat terlindung atau kebal terhadap penyakit tertentu, sehingga menimbulkan dampak tidak langsung – yaitu, turut terlindunginya kelompok masyarakat yang rentan dan bukan merupakan sasaran vaksinasi.

Tetapi, kondisi ini hanya dapat tercapai dengan cakupan vaksin yang tinggi dan merata ya. Sebagian besar ahli percaya, setidaknya membutuhkan 70 persen dari populasi untuk divaksin demi mencapai herd immunity.

 

Setelah Vaksin, Langkah Pencegahan Masih Harus Dilakukan

Credit Image - alodokter.com

Meskipun sudah divaksinasi, namun bukan berarti 100 persen kebal terhadap ancaman virus corona. Sebab, pada dasarnya vaksin bekerja dengan mengenali sebagian dari virus – yang kemudian akan diidentifikasi oleh sistem imun tubuh. Harapannya, kekebalan dapat dengan cepat mengindentifikasi dan melawan, jika virus aslinya datang menyerang tubuh.

Tapi sekali lagi, tidak ada vaksin yang dapat bekerja dengan memberikan kekebalan seutuhnya terhadap suatu penyakit. Selain itu, respons imun setiap orang bisa berbeda-beda terhadap vaksin. Dari hal ini, tak menutup kemungkinan penerima vaksin masih bisa terinfeksi virus.

Untuk itu, setelah vaksinasi, prokes masih harus dijalani. Namun, bukan berarti vaksin tidak bermanfaat, melainkan dengan vaksin risiko infeksi dapat semakin diminimalisir. Bahkan, kalau terpapar sekalipun makan gejala yang dirasakan tidak berat, atau tidak berisiko mengalami kematian.

Jadi, pastikan selalu memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan — atau dapat gunakan hand sanitizer setelah menyentuh benda di ruang publik, dan sebisa mungkin tetap hindari kerumunan, ya.

Yang tidak kalah penting, selain menerapkan protokol kesehatan, menjaga imunitas setelah vaksinasi juga penting dilakukan. Masyarakat sangat dianjurkan menjalani gaya hidup sehat, seperti memiliki pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga — aktif bergerak bisa kurangi risiko infeksi virus, miliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas, serta kelola stres dengan baik.

Kemudian, mengonsumsi suplemen setelah vaksin juga masih sangat dianjurkan. Adapun suplemen yang baik dikonsumsi, yaitu suplemen jenis imunomodulator. Ini merupakan jenis suplemen yang dapat membantu meningkatkan pembentukan sistem imun, atau menahan laju pembentukan sistem imun ketika tubuh merasa sudah terbentuk sistem imun dalam jumlah cukup.

Untuk suplemen yang direkomendasikan – kamu dapat konsumsi Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C Effervescent — dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra, terutama kamu yang sudah sering beraktivitas di luar rumah.

Selain itu, bagi yang memiliki masalah lambung sensitif, direkomendasikan mengonsumsi Enervon Active – dengan kandungan non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc dapat menjaga stamina tubuh, sekalius mengoptimalkan kinerja sistem imun.

Kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga tubuh bisa mengolah makanan yang dikonsumsi, kemudian diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Manfaat yang satu ini tentunya bisa membuat makin produktif dalam melakukan aktivitas harian.

Untuk mendapatkan produk Enervon, kamu bisa segera kunjungi e-commerce di Tokopedia, ya!

 

Jadi, itulah informasi mengenai efektivitas vaksin yang disebut dapat lebih rendah pada orang dengan obesitas.

 

 

Featured Image – aamc.org

Source – detik.com