Tak dipungkiri, sebagian besar orangtua pasti akan senang jika anaknya bisa menjadi pribadi yang disiplin. Dengan sikap tersebut, diharapkan Si Kecil bisa menjadi seseorang yang bisa mudah beradaptasi di lingkungan sekaligus mencapai cita-citanya. Intinya, hidup anak dapat jauh dari kesembronoan.

Sebagai tindakan lanjut, tentu saja moms dan dads perlu mengajari contoh disiplin di rumah. Mengajari kedisiplinan di rumah menjadi pondasi dalam penerapan sifat tersebut, lho. Tapi, dalam prosesnya moms dan dads harus tetap bijaksana, ya. Selain itu, hindari terlalu kaku dan keras, sehingga Si Kecil menjadi stres.

Lantas, apa saja cara yang bisa diterapkan untuk mengajari anak contoh disiplin di rumah? Simak informasinya berikut ini!

 

 

Sesuaikan dengan Usia Anak

Credit Image - icando.co.id

Memang benar adanya bahwa latihan disiplin perlu dimulai sejak anak masih kecil. Akan tetapi, tentunya berbeda dong, mengajarkan kedisiplinan pada anak yang masih balita dengan anak usia sekolah.

Kebutuhan bermain anak balita masih sangat tinggi. Kemampuannya dalam memahami beragam peraturan pun amat terbatas. Orangtua harus mampu bersikap toleran. Misalnya, alih-alih langsung menyuruh anak membereskan seluruh mainannya sendiri, orangtua masih perlu membantunya. 

 

Wajib Dicontohkan Oleh Orangtua

Tanpa contoh perilaku yang mencerminkan kedisiplinan, anak menjadi kehilangan kepercayaan pada orangtua. Di mata mereka, orangtua cuma suka menyuruh. Namun dirinya sendiri tidak dapat melaksanakannya.

Bahkan, contoh perilaku dari orangtua lebih besar pengaruhnya bagi anak ketimbang kata-kata. Setiap ucapan orangtua yang tak sesuai dengan perilakunya sendiri bakal diabaikan oleh anak.

 

Terbuka Terhadap Kritik dari Anak

Credit Image - alodokter.com

Melatih kedisiplinan anak bukanlah membungkam nalar kritisnya. Jangan menuntut anak supaya patuh sepenuhnya pada aturan-aturan yang ditetapkan orangtua. Demokrasi juga perlu ada dalam sebuah keluarga.

Alasannya, peraturan yang dibuat orangtua barangkali tidak sempurna atau sulit diterapkan pada situasi yang berbeda-beda. Kritik dari anak mesti didengarkan lalu lanjutkan dengan diskusi tentang solusinya. 

Apabila peraturan dirumuskan dengan melibatkan anak juga, komitmennya untuk mematuhi aturan tersebut bakal lebih tinggi. Apalagi setelah anak remaja. Kalau dia dituntut untuk asal menurut saja, nanti malah memberontak, lho.

 

Tentukan Hari-hari Tertentu di Mana Aturan Menjadi Lebih Longgar

Konsistensi dalam melatih kedisplinan pada anak memang penting. Namun, jeda juga diperlukan biar anak tidak merasa dikekang. Sama dengan rutinitas bekerja maupun sekolah. Hari libur dibutuhkan supaya kita terhindar dari kelelahan fisik maupun psikis.

Contoh simpel, tentang jam tidur dan bangun anak. Di akhir pekan, izinkan anak untuk tidur satu jam lebih malam dan bangun satu jam lebih lambat. Tentunya tanpa melewatkan ibadah pagi seperti salat Subuh, ya.

Anak juga boleh untuk makan di kamarnya jika ia sedang benar-benar kurang enak badan. Daripada ia diharuskan bergabung dengan anggota keluarga yang lain tetapi merasa sangat tidak nyaman bahkan muntah di meja makan.

 

Tegur Anak Jika Melanggar Aturan, Hindari Langsung Dihukum!

Credit Image - orami.co.id

Bila sedikit-sedikit anak kena hukuman, baginya rumah menjadi sama saja dengan penjara. Tempat orang yang bersalah menjalani hukumannya. Tidak ada kenyamanan yang dirasakan anak selama di rumah dan ia menjadi tak betah.

Terlalu cepat menghukum anak pun percuma karena akar permasalahan dari pelanggaran atas suatu aturan biasanya kurangnya pemahaman anak. Dia tahu ada aturan seperti dilarang melompat-lompat di tempat tidur, tetapi belum mengerti sepenuhnya tentang alasannya. Pastikan kamu sudah selalu memberikan alasan yang tepat.

 

Beri Penjelasan dari Setiap Aturan

Namanya juga anak-anak, dijelaskan satu atau dua kali belum tentu mampu memahaminya. Jadi, orangtua yang wajib bersabar, kerap mengulangi penjelasan agar anak tidak lupa, serta menjelaskan dengan bahasa yang paling mudah dimengerti oleh anak.

Misalnya, tentang aturan anak harus belajar sekian jam di malam hari meski tidak ada PR dan televisi dimatikan. Orangtua perlu menjelaskan bahwa ini dimaksudkan agar keesokannya anak siap mengikuti pelajaran di sekolah. Televisi dimatikan selama anak belajar biar perhatiannya tidak terpecah.

Mengajari contoh disiplin di rumah pada anak memang penting untuk membantu membentuk karakteristik yang baik. Tentu saja hal ini pun berpengaruh mengoptimalkan tumbuh kembang Si Kecil.

Dan yang tidak kalah penting, agar pertumbuhan Si Kecil semakin maksimal, pastikan pastikan pula kamu sudah memenuhi kebutuhan nutrisinya. Berikan buah dan sayuran untuk mencukupi nutrisi, termasuk vitamin.

Jadi, itulah beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mengajari contoh disiplin di rumah pada anak. Yuk, mulai diterapkan moms dan dads, agar Si Kecil mau mengikuti aturan namun tetap tidak merasa stres! Untuk mendapatkan produk Enervon yang tepat, kamu bisa segera kunjungi e-commerce di Tokopedia.

 

 

 

 

Featured Image – berkeluarga.id

Source - bisnismuda.id