Memiliki personal branding menjadi hal yang penting, apalagi di era digital seperti sekarang ini. Baik di media sosial atau dunia kerja, personal branding harus dibangun secara tepat. Tak perlu khawatir, membangun personal branding pun bukan perkara sulit.

Meski demikian, bukan berarti kamu justru kurang teliti, lho. Tetap dibutuhkan tingkat konsistensi serta kehati-hatian yang tinggi dalam melakukannya. Untuk itu, pastikan kamu sudah menghindari berbagai kesalahan yang sering dilakukan dalam membangun personal branding.

Apa saja kesalahan yang mesti dihindari tersebut? Berikut ulasannya!

 

 

Tidak Memiliki Kesiapan Matang

Credit Image - someflex.be

Bicara mengenai personal branding tentu berkaitan dengan jangka waktu yang cukup panjang. Namun sayangnya, kebanyakan orang tidak sabar dalam penerapannya sehingga melupakan hal-hal penting saat persiapan.

Di awal proses sebelum mengemas diri dengan sedemikiran rupa, persiapkan dulu secara matang dengan mengajukan beberapa pertanyaan dengan diri sendiri:

  • Kira-kira seperti apa konten yang akan dibuat?
  • Desain website-nya akan seperti apa?
  • Proses pemasarannya bagaimana?
  • Langkah apa yang dilakukan dalam aktivitas media sosial?

Proses yang panjang tentu dibutuhkan persiapan yang matang, ya!

 

Berpura-pura Menjadi Orang Lain

Sering kali orang-orang tidak percaya diri menunjukkan sisi orisinalitas dirinya saat membangun personal branding. Mereka lebih suka menjadi orang lain agar disukai banyak orang. Sampai saat ini masih banyak yang melakukan kesalahan dalam membangun personal branding yang satu ini.

Sebagai contoh, di media sosial orang-orang lebih suka berpenampilan layaknya orang-orang pada umumnya daripada menunjukkan penampilan dirinya sendiri. Padahal, orisinalitas menjadi kunci utama dalam membangun personal branding.

Dengan kamu berpura-pura menjadi orang lain, kemungkinan besar orang-orang yang menyukaimu hanya bersifat sementara. Setelah tahu dirimu yang asli seperti apa, mereka akan menjauh karena lebih suka kamu menjadi orang lain.

Oleh karena itu, jadilah dirimu sendiri, apa pun kelebihan dan kekuranganmu.

 

Tidak Menentukan Tujuan

Credit Image - oberlo.com

Sebenarnya ini merupakan kesalahan personal branding yang paling umum. Masih ada beberapa orang yang tidak tahu apa tujuan dalam melakukannya. Tentukan fokus tujuan apa yang ingin kamu bangun. Dengan begitu, kamu akan lebih konsisten dalam melakukannya.

Dalam melakukan personal branding, kamu tidak perlu menguasai semua keahlian karena itu adalah hal yang sulit. Cukup fokus kepada keahlianmu yang sekarang dan kembangkan secara perlahan-lahan.

Sebagai contoh, kamu seorang blogger. Fokuskan tujuanmu untuk menjadi blogger yang handal dengan senantiasa membuat konten-konten yang sesuai dengan topikmu. Setelah itu, tentukan juga target audiens yang tepat agar kamu dapat mempromosikan diri dengan baik.

 

Tidak Mendengarkan Saran

Kesalahan umum personal branding lainnya adalah berjalan sendiri tanpa membutuhkan saran dari orang lain. Padahal, orang lain memiliki peran penting dalam proses personal branding yang sedang kamu bangun.

Dalam hal ini, kamu bisa mencari masukan dari orang lain, seperti teman, keluarga, atau bahkan kolegamu di perusahaan. Ajukan pertanyaan kepada mereka terkait kesan yang didapatkan ketika melihat personal branding-mu.

Selain itu, minta saran kira-kira apa saja yang bisa ditingkatkan. Dari semua saran yang didapatkan, kamu bisa mengolahnya sedemikian rupa untuk diaplikasikan ke dalam personal branding.

 

Tidak Konsisten

Credit Image - indozone.id

Masalah yang sering dialami banyak orang adalah tingkat konsistensi saat membangun personal branding. Terkadang, orang akan merasa dianggap spam di saat mengunggah foto atau video terlalu banyak di media sosial.

Setelah itu, kemungkinan untuk mengunggah konten bisa jadi jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali. Pada hakikatnya, kunci dari personal branding adalah konsisten.

Jika kamu memutuskan untuk mengunggah konten sehari sekali atau seminggu sekali, lakukan dengan konsisten. Semakin sering melakukan aktivitas di media sosial, semakin banyak perhatian yang kamu dapatkan.

Namun, kembali lagi ke poin sebelumnya. Pastikan kamu memiliki konten yang jelas dan berkualitas supaya dapat menarik perhatian banyak orang.

 

Tidak Menjaga Stamina dengan Baik

Dalam urusan membangun personal branding, tentu diperlukan stamina yang cukup agar kamu tetap bisa fokus dalam melakukannya. Tidak hanya dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup saja, namun kamu juga perlu memenuhi kebutuhan vitamin serta mineral.

Vitamin dan mineral juga bisa diperoleh dengan mengonsumsi multivitamin dengan kandungan lengkap, seperti Enervon Active. Multivitamin andalanmu yang satu ini mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc yang berguna untuk menjaga stamina agar tidak mudah lelah, sekaligus menjaga daya tahan tubuhmu agar tidah mudah terserang penyakit.

Kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon Active.

Untuk memperoleh produk Enervon, kamu bisa segera mengunjungi official store-nya di Tokopedia.

 

Bagimu yang sedang membangun personal branding, itulah deretan kesalahan yang penting untuk dihindari. Tapi ingat, membangun personal branding tentu perlu waktu dan proses – dan tak bisa dilakukan secara instan, ya!

 

 

Featured Image – portal.billionairestore.co.id

Source - glints.com