Sudah bukan hal baru lagi kalau setiap manusia tentunya membutuhkan asupan vitamin yang cukup. Tidak hanya untuk anak-anak guna mendukung tumbuh kembangnya, namun memasuki usia 50 tahun ke atas – atau usia emas juga perlu mencukupi kebutuhan nutrisi tersebut.

Di antara semua jenis vitamin yang ada, usia emas perlu lebih memerhatikan kebutuhan vitamin B kompleks, terutama B12, lho. Karena, vitamin ini mampu mendatangkan berbagai manfaat baik bagi kesehatan tubuh usia emas.

Lantas, mengapa vitamin B12 sangat diperlukan tubuh? Dan apa yang terjadi jika kekurangan vitamin tersebut? Yuk, simak informasi lengkapnya di bawah ini!

 

 

Usia Emas Rentan Alami Defisiensi Vitamin B12

Credit Image - health.okezone.com

Setelah memasuki usia emas, ada begitu banyak keluhan yang dapat muncul. Mulai dari rasa lemas hingga keluhan yang dapat menyebabkan penurunan aktivitas, seperti mudah lupa. Nah, inilah alasan mengapa vitamin B sangat penting untuk menjaga kesehatan usia emas.

Sayangnya, dihimpun dari berbagai macam riset, ada sebanyak 30-40 persen usia emas yang justru mengalami kekurangan vitamin B12. Kekurangan asupan ini pun dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

  • Kurangnya asupan makanan yang kaya akan vitamin B12.
  • Penyusutan ukuran lambung seiring bertambah tua membuat tubuh makin kesulitan menyerap vitamin B12.
  • Mengidap anemia pernisiosa. Anemia jenis ini bersifat autoimun

Lalu, ketika tubuh sudah kekurangan vitamin B12, maka ada sejumlah tanda yang muncul, mulai dari mudah merasa letih dan lesu, nafsu makan menurun, sulit buang air besar, mudah merasa kesemutan, gampang lupa, dan susah untuk berkonsentrasi.

 

Dampak Kekurangan Vitamin B12 Bagi Usia Emas

Dilansir dari Hello Sehat, dari riset yang dilakukan oleh Eileen Moore, et al, melaporkan bahwa kekurangan vitamin B12 pada lansia dapat menyebabkan percepatan terjadinya pikun yang memicu munculnya penyakit-penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

Parkinson merupakan salah satu penyakit neurodegeneratif yang ditandai keluhan tremor, sendi kaku, dan gerakan yang melambat. Sedangkan Alzheimer merupakan salah satu penyakit neurodegeneratif yang ditandai dengan keluhan mudah lupa terutama pada hal-hal yang baru saja dipelajari atau terjadi.

Lalu, apa yang terjadi jika gejala Alzheimer makin parah? Kondisi ini akan menyebabkan pikun hingga tidak mampu lagi mengenali waktu, tempat dan orang-orang di sekitar, kesulitan berbicara, susah menelan, dan kesulitan berjalan. Kedua penyakit terkait otak tersebut umum dialami oleh usia emas hingga lansia.

Selain itu, kedua penyakit, baik Alzheimer maupun Parkinson juga umum ditemukan pada seseorang yang bermasalah mencukupi kebutuhan vitamin B12 hariannya. Selain itu, orang yang mengalami kesulitan penyerapan vitamin B12 – atau memiliki kondisi anemia pernisiosa juga cenderung mengalami kekurangan vitamin tersebut.

Defisiensi vitamin B12 akan menyebabkan kekacauan dalam pengaturan produksi homosistein dan menyebabkan tingginya kadar homosistein – yang merupakan salah satu bentuk asam amino yang apabila jumlahnya menumpuk terlalu banyak dalam tubuh akan menyebabkan kerusakan sistem saraf.

Semakin parah defisiensi vitamin B12 yang dialami, maka semakin tinggi pula kadar homosistein dalam tubuh seseorang.

 

Defisiensi Vitamin B12 Menyebabkan Usia Emas Rentan Alami Anemia dan Gangguan Jantung!

Credit Image - halodoc.com

Tak hanya gangguan saraf, kekurangan vitamin B12 juga dapat membuat usia menjadi lemas karena kekurangan darah, lho.

Pasalnya untuk membentuk sel darah merah, tubuh perlu asupan vitamin B12 yang cukup. Namun karena tubuh mengalami kekurangan vitamin ini, maka tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah yang sehat. Akibatnya, usia emas akan rentan mengalami anemia.

Selain itu, tingginya kadar homosistein dalam tubuh akibat defisiensi vitamin B12 juga dapat meningkatkan risiko penyempitan dan penyumbatan pada pembuluh darah. Kondisi ini disebut dengan aterosklerosis, yang sangat berbahaya bagi kesehatan jantung dan dapat berakibat fatal.

 

Bagaimana Cara Penuhi Kebutuhan Vitamin B12 Harian?

Asupan vitamin B12 dapat diperoleh dengan mengonsumsi sejumlah asupan makanan bergizi, seperti:

  • Ikan, seperti salmon, sarden dan tuna.
  • Daging sapi.
  • Daging ayam.
  • Telur.
  • Berbagai produk olahan susu.
  • Seafood, seperti kepiting dan kerang.
  • Yogurt.

Tapi, terkadang memenuhi kebutuhan vitamin B12 dari makanan saja belum tentu cukup, lho. Apalagi, jika cara mengolah makanan yang kurang tepat – maka vitamin di dalamnya bisa saja berkurang, bahkan rusak. Kalau sudah begini, apa yang bisa dilakukan?

Tenang, bagi usia emas, direkomendasikan pula mengonsumsi multivitamin dengan kandungan lengkap. Nah, kamu bisa minum Enervon Gold yang memiliki deretan vitamin untuk menjaga kesehatan usia emas, ya.

Enervon Gold mengandung vitamin C yang dapat menjaga daya tahan tubuh, vitamin B kompleks untuk membantu proses metabolisme yang berperan penting untuk pembentukan energi sehingga usia emas dapat tetap aktif, dan vitamin B9 – atau asam folat yang berperan untuk menjaga kesehatan jantung.

Selain itu, Enervon Gold juga punya kandungan Omega-3 yang dikenal untuk menjaga kesehatan otak, mempertahankan fungsi kognitif, serta mengurangi risiko kehilangan memori. Dan sudah pasti Enervon Gold memiliki kandungan lutein yang baik untuk mendukung kesehatan mata.

Tunggu apa lagi? Segera peroleh multivitamin andalan usia emas dengan memperolehnya di sini, ya!

 

Vitamin B12 merupakan satu dari sekian banyaknya jenis vitamin yang perlu dipenuhi asupannya setiap hari, termasuk bagi usia emas. Pastikan kamu maupun anggota keluargamu sudah mendapat vitamin B12 yang cukup!

 

 

Featured Image – klikdokter.com

Source – hellosehat.com