Beratnya beban kehidupan dan tekanan pekerjaan menjadi penyebab utama banyak orang yang merasa stres. Jika mengalaminya, mungkin seolah-olah kamu merasa terus diserang dan terancam, hingga akhirnya pikiran negatif terus datang.

Stres memang wajar dialami, namun kalau dibiarkan, hal ini akan memengaruhi keadaan emosional dan juga fisik, lho. Bahkan, jika stres telah memasuki kondisi kronis, maka hal ini dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, ada beberapa alasan lainnya mengapa stres sangat memengaruhi kondisi fisik. Berikut ulasan lengkapnya.

 

 

Stres Meningkatkan Produksi Hormon Stres yang Berkaitan dengan Fungsi Tubuh

Credit Image - alodokter.com

Saat mengalami stres kita cenderung lebih mudah lelah dan merasa cemas. Hal ini disebabkan, saat stres, tubuh memproduksi lebih banyak hormon stres yakni hormon adrenalin dan hormon kortisol.

Adrenalin akan meningkatkan detak jantung, meningkatkan tekanan darah dan meningkatkan pasokan energi. Sementara itu, kortisol yang merupakan hormon stres utama mampu meningkatkan glukosa dalam aliran darah.

Kortisol mampu mengubah respons sistem kekebalan, menekan sistem pencernaan, sistem reproduksi, dan proses pertumbuhan. Sistem alami yang kompleks ini juga berkomunikasi dengan daerah otak yang mengontrol suasana hati, motivasi, dan ketakutan. Itu sebabnya kita lebih mudah merasa cemas.

 

Limofosit Darah Ikut Menurun

Sistem kekebalan tubuh terdiri dari miliaran sel darah putih. Sel ini terdiri dari limfosit dan fagosit memiliki fungsi untuk melawan bakteri, virus, dan sel kanker di dalam tubuh. Akan tetapi, saat mengalami stres, peran limfosit dalam sel darah putih akan berkurang.

Ini terjadi karena peningkatan akut kortisol berhubungan dengan berkurangnya jumlah sirkulasi sel darah putih. Semakin rendah tingkat limfosit, semakin besar risiko kita untuk terpapar virus, termasuk pilek dan berbagai penyakit lainnya.

 

Menurunkan Produksi Antibodi

Credit Image - health.kompas.com

Tingkat sel darah putih dan hormon sangat berhubungan dengan fungsi imun. Beberapa studi menemukan bahwa stres terkait dengan perubahan, baik dalam sirkulasi jumlah sel darah putih dan jumlah antibodi dalam darah.

Terlebih lagi, stres dikaitkan dengan perubahan dalam berfungsinya sel imun. Artinya, peningkatan kortisol berhubungan dengan berkurangnya jumlah sirkulasi sel darah putih pada individu yang mengalami stres. Dengan lebih banyak stres dan kecemasan lebih sedikit antibodi yang dihasilkan.

 

Risiko Peradangan Semakin Meningkat

Walaupun pada dasarnya kortisol dapat meningkatkan kekebalan dengan membatasi peradangan. Namun seiring waktu, saat tubuh menghasilkan terlalu banyak kortisol dalam darah, ini dapat membuka pintu untuk peradangan lebih lanjut. 

Dalam jangka panjang dan berkelanjutan, tingkat peradangan yang tinggi akan membuat sistem kekebalan tubuh bekerja terlalu keras dan lelah. Akibatnya, sistem tersebut tidak dapat melindungi kita secara maksimal dan akhirnya menyebabkan peradangan.

 

Stres Bisa Memicu Gaya Hidup Tak Sehat

Credit Image - health.okezone.com

Ketika sedang stres, orang cenderung kurang tidur, jarang berolahraga, memiliki pola makan yang buruk, serta lebih banyak merokok. Bahkan, beberapa orang menggunakan alkohol dan obat-obatan lainnya untuk mengatasi stres.

Padahal, semua perilaku tersebut telah terbukti mempengaruhi sistem kekebalan tubuh untuk merespons infeksi. Dengan gaya hidup tak sehat ini, bukan tidak mungkin kekebalan tubuh dalam merespons infeksi pun ikut terganggu, lho. Akibatnya, pada akhirnya hal ini meningkatkan risiko kondisi kesehatan lain seperti sakit kepala, flu, penyakit kardiovaskular, diabetes, asma, dan maag.

Ketika mengalami stres, imunitas tubuh memang bisa menurun. Untuk itu, usahakan mengatasi stres dengan baik, misalnya melakukan kegiatan favorit, atau aktivitas apa saja yang bisa membuat kamu bahagia.

Yang tak kalah pentingnya, kamu juga disarankan tetap menjalani gaya hidup sehat, salah satunya termasuk rutin mendapatkan asupan vitamin dan mineral yang berperan untuk meningkatkan, sekaligus menjaga daya tahan tubuh.

Tak hanya dari sumber makanan, asupan nutrisi sangat dianjurkan diperoleh dengan rutin mengonsumsi suplemen, sehingga kebutuhannya dapat dipenuhi secara maksimal. Direkomendasikan untuk minum multivitamin Enervon-C maupun Enervon Active yang punya kandungan lengkap, sekaligus bermanfaat untuk kesehatan!

Enervon-C memiliki kandungan lengkap, mulai dari Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat – yang dapat menjaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit.

Konsumsi Enervon-C dalam bentuk tablet yang memiliki kandungan vitamin C 500 mg, atau Enervon-C Effervescent dengan kandungan vitamin C lebih tinggi, yakni 1000 mg yang mampu membuat tubuhmu terasa lebih segar selama berkegiatan seharian.

Namun, jika kamu memiliki masalah lambung yang cukup sensitif, maka direkomendasikan untuk mengonsumsi Enervon Active dengan kandungan non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc dapat menjaga stamina tubuh, sekalius mengoptimalkan kinerja sistem imun.

Dengan rutin mengonsumsi Enervon-C maupun Enervon Active, proses metabolisme juga semakin maksimal, berkat kandungan vitamin B kompleks yang akan mengubah makanan menjadi sumber energi untuk beraktivitas seharian penuh.

Untuk mendapatkan produk Enervon-C dan Enervon Active kamu bisa segera kunjungi di official store di Tokopedia, rutin konsumsi multivitamin ini, dan rasakan manfaat baiknya!

 

Stres berkepanjangan dapat memengaruhi sistem imunitas tubuh. Untuk itu, jika kamu mengalaminya, coba atasi dengan cara yang positif, ya!

 

 

Featured Image – health.detik.com

Source – idntimes.com