Beda penyakit, beda pula cara atau media penularannya. Seperti, air liur yang dapat menularkan penyakit tertentu, contoh paling mudahnya, yaitu Covid-19.

Mulut merupakan rumah bagi ratusan mikroorganisme yang berbeda. Air liur atau saliva bisa berfungsi sebagai pertahanan penting bagi tubuh, karena memiliki antibodi dan enzim yang mengurangi risiko penularan penyakit. Tetapi, air liur pun juga berpotensi tinggi menularkan penyakit, lho.

Lantas, apa saja sih infeksi yang dapat disebarkan melalui air liur? Berikut ini informasi yang penting kamu ketahui.

 

 

Penyakit Menular Lewat Air Liur

Credit Image - blogs.insanmedika.co.id

Penyakit menular dapat menyebar melalui beberapa jalur penularan. Transmisi oral mengacu pada penyebaran mikroba melalui air liur atau berbagi makanan dan minuman.

Saat kamu tidak sengaja mengonsumsi sesuatu yang terkontaminasi mikroba, seperti air liur saat tindakan menelan lidah menyapu mikroba di bagian belakang tenggorokan, memungkinkan mikroba masuk ke dalam tubuh.

Infeksi, seperti mononukleosis yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV), dan cytomegalovirus (CMV), adalah contoh infeksi yang menyebar melalui transmisi oral dari air liur yang mengandung virus.

Mikroba menular lainnya yang menyebar melalui air liur melakukannya dengan menempel pada permukaan bagian dalam pipi dan mulut, lidah, atau gigi. Contohnya adalah bakteri Streptococcus, yang dapat menyebabkan berbagai infeksi, termasuk penyakit gusi dan radang tenggorokan,

Dilansir Kaiser Permanente, permukaan saluran pernapasan (hidung, mulut, dan tenggorokan) terus menerus dan terdiri dari jaringan yang serupa. Mikroba yang terdapat pada air liur umumnya dapat ditemukan pada bagian saluran pernapasan lainnya, termasuk hidung dan tenggorokan. Oleh karena itu, pilek dan flu (dan infeksi pernapasan lainnya) pun dapat menyebar melalui air liur.

 

Penyakit Menular dari Luka di Mulut

Infeksi tertentu yang menyebabkan ulserasi atau luka di mulut juga dapat menyebar melalui ciuman. Ini termasuk cold sore (lepuh kecil yang berkembang di bibir atau di sekitar mulut) dan penyakit tangan, kaki, dan mulut.

Cold sore disebabkan oleh virus herpes, biasanya virus herpes simpleks 1 (HSV-1). Walaupun terkait, tetapi ini berbeda dengan virus herpes simpleks 2 (HSV-2), yang lebih umum dikaitkan dengan herpes kelamin.

Berbeda dengan infeksi yang menyebar melalui air liur, HSV-1 menyebar melalui cold sore yang terbuka di bibir atau di dekat mulut. Meskipun infeksi menular melalui semua tahap cold sore, infeksi paling menular saat luka terbuka dan ada cairan yang keluar.

Penyakit tangan, kaki, dan mulut yang disebabkan oleh coxsackievirus adalah penyakit infeksi lain yang menyebar melalui luka terbuka di mulut. Ini adalah jenis enterovirus, yang merupakan infeksi umum yang memiliki banyak jenis yang sering kita alami. Infeksi khusus ini umum terjadi pada anak-anak, terutama di tempat penitipan anak atau prasekolah.

Penyakit tangan, kaki, dan mulut menyebar dengan menghirup udara setelah orang yang sakit batuk atau bersin, menyentuh atau kontak dekat seperti berbagi peralatan dan cangkir, melalui menyentuh kotoran orang yang sakit seperti saat mengganti popok, atau menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi.

Berbeda dengan cold sore dan lepuh coxsackievirus, seriawan tidak dapat menyebar melalui air liur.

 

HIV dan Hepatitis B dalam Air Liur

Credit Image - health.detik.com

Hepatitis B menular melalui kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi virus, seperti kontak langsung dengan darah atau luka terbuka. Oleh karena itu, penularannya bisa melalui berbagi sikat gigi, tetapi tidak melalui berbagi peralatan makan, batuk, atau bersin, mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Hepatitis C memerlukan paparan darah, dan biasanya menyebar melalui penggunaan jarum suntik bersama atau peralatan lain yang digunakan untuk menyiapkan dan menyuntikkan narkoba. Hepatitis A membutuhkan beberapa bentuk paparan feses (termasuk air atau makanan yang terkontaminasi), dan tidak menyebar melalui air liur atau ciuman.

 

Pertahanan Mikroba Alami

Air liur punya peran pembersihan alami, yang disediakan oleh aktivitas pembilasannya. Pertahanan antimikroba lainnya dalam air liur termasuk antibodi dan protein antimikroba lainnya (seperti lisozim).

Flora mulut normal (bakteri baik) mencegah pertumbuhan bakteri jahat. Kamu juga memiliki semua jenis virus secara alami di tubuh, termasuk di mulut.

Kamu lebih mungkin terkena infeksi mulut ketika resistansi alami di mulut berkurang. Misalnya, infeksi gusi dapat terjadi pada orang yang kekurangan vitamin C. Maka dari itu, mencukupi kebutuhan vitamin C sangat penting dilakukan – karena juga berperan menguatkan kekebalan untuk melawan penyakit.

Penuhi kebutuhan vitamin C dengan rutin mengonsumsi Enervon-C yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat yang dapat menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Konsumsi Enervon-C dalam bentuk tablet – dengan kandungan Vitamin C 500 mg. Atau, Enervon-C Effervescent yang mengandung Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg – yang satu ini dapat berikan perlindungan ekstra sekaligus sensasi rasa segar sepanjang hari.

Yuk, segera dapatkan multivitamin andalan satu ini dengan mengunjungi official store Enervon, ya.

 

Jadi, itulah beberapa penyakit menular yang dapat menyebar melalui air liur. Untuk menghindari risikonya, terus jaga kebersihan diri dan mempertahankan kebugaran tubuh!

 

 

Featured Image – klikdokter.com

Source – idntimes.com