Kesadaran akan kebebasan finansial sudah semakin luas dari tahun ke tahun. Mulai banyak generasi mudah yang belajar menabung dan berinvestasi melalui berbagai macam cara. Terutama generasi milenial, pemuda yang lahir antara tahun 1980-1996, berlomba-lomba meningkatkan ilmu pengetahuan tentang investasi. Tidak hanya cara kerjanya, tapi juga menyesuaikan karakter suatu jenis investasi dengan kepribadian mereka. Apakah kamu salah satu yang sedang bingung mengenai hal ini? Ikuti penjelasan dan jenis investasi untuk generasi milenial berikut ini.

 


Investasi dan Skemanya

Mari mengingat kembali apa itu investasi dari definisinya. Dari KBBI, investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek. Tujuannya adalah untuk memperoleh keuntungan dari keberhasilan bisnis atau proyek tersebut. Praktik investasi adalah dengan membeli aset produktif yang nantinya akan memberikan hasil lebih besar dibanding modal yang dikeluarkan saat membeli aset tersebut.

Ketika seseorang memutuskan untuk investasi, maka ia bersedia untuk mengeluarkan dana meskipun keuntungan tidak didapatkan saat itu juga. Jangka waktu antara membeli aset produktif dengan mendapatkan hasil investasi sangat beragam tergantung investasi jenis apa yang diambil. Hal yang perlu digarisbawahi adalah kesadaran untuk mencegah penurunan nilai kekayaan akibat inflasi yang biasanya memengaruhi nilai mata uang. Oleh karena itu, perlu sekali untuk mengubah uang ‘menganggur’ yang ada dalam tabungan menjadi aset produktif dalam bentuk lain. Untuk lebih jelasnya, simak detail jenis investasi untuk generasi milenial berikut ini.


Jenis Investasi untuk Generasi Milenial

Sumber: Pexels/Michael Steinberg

1. Reksadana

Reksadana dinilai sebagai jenis investasi yang paling aman dilakukan oleh pemula. Penerimaan dan pengelolaan dana kamu akan dihimpun dan diatur oleh Manajer Investasi (MI) resmi berbadan hukum. Nantinya, MI akan membelikan dana yang yang kamu investasikan ke dalam beberapa bentuk aset. Sehingga kamu tidak perlu melakukan pengawasan perkembangan aset setiap waktu. Kamu juga tidak perlu modal yang besar karena aset bisa dibeli dengan harga relatif murah.

2. Obligasi

Obligasi adalah surat berharga atau surat utang jangka pendek, menengah, dan panjang yang dapat diperjualbelikan. Nantinya kamu akan mendapat keuntungan berupa bunga jika membeli surat ini. Bentuk obligasi masih dibagi ke dalam beberapa jenis lagi. Di antaranya ada obligasi pemerintah atau ritel, korporasi, tanpa kupon, kupon tetap, kupon variabel, dan konvensional. Jika kamu ingin mengambil risiko paling sedikit, obligasi pemerintah cukup populer karena tidak terlalu terpengaruh dengan fluktuasi pasar. Artinya, harga atau nominal setiap lembarnya cukup stabil.

3. Saham

Sedangkan saham adalah kepemilikan modal yang ditandai dengan pembelian lembar saham. Bursa Efek Indonesia mengatur pembelian saham minimal 1 lot atau 100 lembar pada badan usaha, seperti Perseroan Terbatas (PT). Karena harga saham cukup cepat berubah, sebaiknya kamu membeli saham saat nilainya turun dan menjualnya saat nilainya naik. Karena skema inilah banyak generasi milenial yang baru terjun ke dunia investasi kurang percaya diri. Meskipun begitu, keuntungan yang didapatkan setimpal dengan risiko yang cukup tinggi dibanding jenis investasi yang lain.

4. Emas

Jauh berkebalikan dengan saham, membeli emas atau logam mulia menjadi jenis investasi yang paling aman karena nilainya cenderung terus naik dan stabil. Sifatnya sebagai investasi jangka panjang membuat banyak orang membeli logam mulia dan menjualnya minimal 3-5 tahun setelahnya. Jadi cocok sekali untuk kamu yang tidak ingin ribet dan memiliki dana ‘menganggur’. Jika kamu merasa harga emas batangan terlalu mahal saat ini, kamu bisa mencoba membeli emas berupa koin mulai dari berat 0,01 gram.

5. P2P Lending

Peer to peer lending adalah layanan pinjam meminjam uang dalam rupiah berbasis teknologi finansial. Sehingga semua proses transaksi antara pemberi dan penerima pinjaman dapat dilakukan secara online. Nantinya pemberi pinjaman akan mendapat keuntungan 14-21% per tahun dengan jangka waktu sesuai kesepakatan, misalnya 60 hari. Namun sebelum 60 hari berakhir, pemberi pinjaman tidak bisa mencairkan uangnya atau tidak likuid.

6. Kripto

Jenis investasi terakhir yang juga memiliki banyak sekali turunan jenis adalah kripto atau cryptocurrency. Kripto adalah mata uang digital yang bisa dipertukarkan secara digital. Semua alur transaksi kripto dicatat dan dikelola oleh penambangan dalam blockchain. Memiliki skema yang hampir sama dengan emas, kamu juga bisa mencairkan kripto menjadi uang. Beberapa jenis kripto yang populer digunakan adalah Ripple, Bitcoin, dan Litecoin.


Bagaimana? Sudahkah kamu menemukan cara investasi yang paling sesuai dengan karaktermu? Tentu saja informasi di atas masih jauh dari kata lengkap. Jadi jangan tunda kesempatan untuk mempelajarinya secara detail. Investasi untuk generasi milenial tidak hanya soal seberapa banyak keuntungan yang didapatkan. Namun juga dipengaruhi oleh keinginan untuk mempertahankan pendapatan yang dimiliki agar tidak habis begitu saja pada sesuatu yang konsumtif.

 


Agar rencana dan praktik menjalankan investasi kamu semakin lancar, pastikan kamu memiliki tubuh yang sehat. Investasi terbaik sebelum finansial adalah investasi kepada tubuh. Kuncinya adalah dengan menjaga pola makan dengan gizi seimbang dan gaya hidup sehat. Enervon Active hadir untuk membantu memenuhi energi harian meskipun aktivitas kamu padat. Dengan multivitamin dan mineralnya yang lengkap, tambahan makan ini dapat membantu menjaga daya tahan tubuh. Risiko terkena dampak radikal bebas dan penyakit menular akan semakin kecil. Untuk mendapatkan produk Enervon Active yang asli kamu bisa mengaksesnya melalui toko official Shopee atau Tokopedia. Dapatkan sekarang juga!