penduduk berjumlah besar di beberapa lokasi.

sehingga belum diproduksi secara masal. Perkembangan ini juga dilihat oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, yang menyatakan setidaknya ada lima vaksin yang memasuki uji klinis selanjutnya.

 

 

Update Vaksin Covid-19: Ini 5 Kandidat yang Masuki Tahap Uji Coba. credit image: klikdokter.com

5 Vaksin Untuk Virus Corona

WHO juga sudah mengetahui kalau proses lanjutan ini akan melibatkan penduduk dalam jumlah yang besar di beberapa lokasi sebagai sampel. Dari lima vaksin yang masuk ke tahap selanjutnya, ada dua vaksin yang dikembangkan Sinopharm bersama Wuhan Institute of Biological Products dan Beijing Institute of Biological Products.

Kemudian, tiga vaksin lainnya seperti ChAdOx1-S miliki Oxford dan AstraZeneca, Sinovac, serta Moderna juga ikut masuk ke fase ketiga untuk uji klinis dengan sampel penduduk berjumlah besar ini. Moderna mengembangkan vaksin bersama National Institute of Allegery and Infectious Diseases atau NIAID asal Amerika Serikat.

Moderna sendiri dalam uji klinis di tahap ketiga ini akan merekrut kurang lebih 30 ribu sukarelawan di 100 lokasi yang sudah disiapkan sebelumnya untuk menjajal calon serum anti Covid-19 ini. Presiden Moderna, Stephen Hoge menyatakan ini adalah tahap paling utama dalam pengembangan obat.

Selain Moderna, AstraZeneca juga memulai uji klinis kandidat vaksin pada masyarakat di Brazil dan Afrika Selatan. Sementara itu, Sinovac juga akan melakukan pengujian pada sejumlah negara di mana salah satunya adalah Indonesia.

Sinovac menjadi salah satu calon vaksin anti virus corona yang digadang-gadang bisa menjadi solusi dari pandemi ini. Menurut Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyatakan harapan besar untuk validasi vaksin serta nantinya bisa diproduksi juga di Indonesia.

 

Update Vaksin Covid-19: Ini 5 Kandidat yang Masuki Tahap Uji Coba. credit image: wartaekonomi.co.id

Masih Ada Vaksin Lainnya Lagi

Masih dilansir dari situs yang sama, katadata.co.id – selain 5 vaksin yang sudah disebutkan di atas, ternyata masih banyak lagi vaksin-vaksin yang juga masuk ke proses evaluasi klinis WHO. Kurang lebih ada 25 antivirus di mana dua kandidat vaksin sudah masuk ke tahap uji klinis kedua.

Dua kandidat vaksin tersebut adalah miliki CanSino Biological Inc dan Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical yang sudah masuk ke uji klinis tahap kedua. Kemudian, ada lagi vaksin yang dikembangkan oleh Inovio, BionTech-Pfizer, Novavax, dan Takara Bio masih menjalani uji klinis pertama.

Perlu kamu ketahui juga kalau sebenarnya, selain 5 vaksin yang sudah masuk ke uji coba tahap tiga, lalu ada 25 vaksin yang berada di tahap satu dan dua, masih ada lagi 139 calon vaksin yang masih dalam tahap uji praklinis.

Sedangkan dari Asia Tenggara, vaksin miliki Universitas Chulalongkorn dan Universitas Mahidol bersama GPO asal Thailand juga sudah memasuki uji praklinis. Terlepas dari dalam daftar WHO tersebut, belum ada calon antivirus dari Indonesia sendiri.

 

 

Wah bagaimana nih? Dari pembaruan yang sudah disebutkan di atas – ada harapan besar untuk vaksin yang ampuh cepat ditemukan dan valid untuk diaplikasikan ke manusia.

 

Feature Image – tempo.co