kehilangan rasa atau sulit mendeteksi aroma, dan nyeri otot. 

Pasalnya nyeri otot menjadi salah satu indikator bahwa tubuh sedang tidak beras. Para dokter mulai mengetahui alasan terjadi gejala nyeri sendi tersebut dan benarkah gejala ini bisa saja terjadi pada orang yang terpapar Covid-19? Simak ulasannya di sini. 

 

 

Apa itu Nyeri Sendi?

Nyeri Otot Jadi Gejala Covid-19, Ini 3 Faktanya / Credit: lifestyle.harianjogja.com

Salah satu penyebab nyeri sendi yang paling umum adalah arthritis (radang sendi), baik osteoartritis maupun rheumatoid arthritis. Selain dua faktor tersebut, nyeri otot menjadi pertanda bahwa tubuh terserang infeksi virus seperti flu, gondongan, dan hepatitis. 

Menurut Richard Watch, MD, profesor di Northeast Ohio Medical University menjelaskan bahwa nyeri otot adalah hasil dari sel-sel sistem kekebalan yang melepaskan interleukin, yang merupakan protein yang membantu dalam memerangi invasi pathogen. 

Ketika tubuh bekerja keras untuk melawan virus, memicu respon sakit dan nyeri yang akan dialami pasien Covid-19. Berikut ini fakta tentang nyeri sendi akibat Covid-19.

 

Nyeri Otot Jadi Gejala Covid-19, Ini 3 Faktanya / Credit: health.kompas.com

 

Beda nyeri otot akibat virus Corona

Pasalnya tidak bisa disamakan antara nyeri otot akibat terpapar Covid-19 dengan nyeri usai olahraga berat. Rasa sakit setelah berolahraga cenderung hilang setelah beberapa jam, tetapi nyeri otot akibat virus Corona bisa bertahan selama berhari-hari. 

 

Dapat menyebabkan peradangan otot (myositis)

Nyeri sendi akibat Covid-19 disertai dengan gejala demam menggigil dan rasa nyeri di sekujur tubuh. Dr. Barzin mengatakan bahwa nyeri otot akibat terpapar virus disebabkan oleh kerusakan serat otot karena virus itu sendiri. Hal ini terjadi adanya kerusakan jaringan otot yang memicu respons peradangan di dalam tubuh melalui sitokin inflamasi. 

 

Pengobatan

Penyembuhan nyeri otot akibat olahraga dapat diredakan dengan menggunakan es batu, lalu kompres di bagian otot yang terasa nyeri, dan peregangan ringan untuk merilekskan kembali otot-otot.

Charles Odonkor, MD, ahli fisioterapi dan spesialis pengobatan nyeri dari Yale Medicine, menjelaskan bahwa pengobatan nyeri otot akibat virus Corona memerlukan asetaminofen dan ibuprofen, serta  istirahat untuk jangka waktu yang cukup lama.

 

 

Jika kamu mengalami nyeri otot, itu tidak secara otomatis berarti kamu mengidap COVID-19. Nyeri otot bisa saja disebabkan oleh cedera, stres, atau akibat latihan otot yang belakangan jarang kamu lakukan. Jika kamu secara umum merasa baik-baik saja, kemungkinan kamu tidak berurusan dengan COVID-19.

 

Featured Image - 1health.id

Source - detik.com