Menghadapi pandemi Covid-19 bukanlah hal yang mudah. Berada di kondisi tidak pasti – serta rasa khawatir yang kerap menghampiri dapat membuat kamu merasa gelisah, cemas, kesal, bahkan tidak bisa fokus dalam melakukan kegiatan.

Apakah kamu yang termasuk mengalami perasaan tersebut? Tenang, hal ini wajar dialami kok. Apalagi, manusia cenderung mencari suatu kepastian dan rutinitas yang dapat diprediksi. Sementara, kepastian – tidak bisa diperoleh selama pandemi.

Salah satu hal yang dapat kamu lakukan – agar kesehatan mental tetap terjaga, yaitu dengan menerapkan mindfulness. Lebih lengkap mengenai metode tersebut, yuk simak ulasannya di bawah ini ya.

 

 

Apa Itu Mindfulness?

Credit Image - alodokter.com

Mindfulness adalah kondisi ketika seseorang dapat mengenal, memahami, dan mendengarkan dirinya sendiri. Untuk mencapai mindfulness, yaitu dengan benar-benar fokus terhadap hal yang sedang terjadi, tanpa memikirkan yang lainnya.

Intinya, mindfulness – merupakan hidup dengan makna. Dari hal kecil yang dijalani dalam hidup, ada banyak rasa syukur yang bisa kamu resapi, lho. Nah, inilah yang menjadi senjata dalam menghadapi ketidakpastian.

 

Bagaimana Cara Capai Mindfulness?

Harus diingat, bahwa semua peristiwa dalam hidup – sebenarnya sudah diatur sedemikian rupa. Jadi, kamu tidak perlu berlarut dalam memikirkan – atau mengkhawatirkan apa yang akan terjadi selanjutnya, termasuk dalam kondisi pandemi.

Agar bisa memiliki pola pikir tersebut dan mencapai mindfulness, kamu mesti lebih memahami emosi diri – sekaligus mencari cara terbaik dalam menyikapinya. Misalnya, dengan melakukan meditasi, berusaha tidak judgemental, memaafkan, mencintai, dan mengurus diri sendiri.

 

Mindfulness: Dimulai dari Langkah Kecil

Credit Image - health.kompas.com

Tak usah terburu-buru dalam mencapai mindfulness – mulailah dengan langkah-langkah kecil. Misalnya, menulis jurnal atau melakukan kegiatan self-care lainnya. Di tahapan awal, kamu dapat mencoba melakukannya dalam batas waktu tertentu.

Yang penting, kamu dapat menikmati waktu me-time tanpa adanya distraksi. Kemudian, lakukan kegiatan tersebut secara rutin – bukan hanya sesekali saja ya. Selain lebih rileks – mindfulness dapat membantu kamu merasa lebih tenang.

 

Ini Bukanlah Tujuan Akhir

Perlu kamu pahami juga – kalau mindfulness bukanlah suatu proses yang mudah, dibutuhkan waktu panjang. Bahkan, ini bukan tujuan akhir kamu. Selama masih hidup, kamu perlu menjalani proses ini – bersama dengan berbagai tantangan baru.

Nikmati dan hargailah berbagai proses yang ada – tidak perlu terlalu berambisi dan harus berhasil dalam waktu singkat. Kalau sudah ada keinginan ‘memaksa’, kamu malah jadi berharap ke diri sendiri. Merasa tidak mampu, sulit menerima kondisi – lalu stres dan merasa tidak bahagia dalam hidup.

Jadi, bagaimana nih? Apakah kamu juga sedang mencapai mindfulness dalam hidup?

 

 

Featured Image - theblissfulmind.com