Moms, jangan disepelekan! Mengajari anak mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan merupakan hal yang penting, lho. Meski tidak mudah dilakukan, tapi hal ini tetap harus diajari sejak ia berusia dini – demi kebaikan hidupnya di kemudian hari.

Seperti diketahui, membedakan antara kebutuhan dan keinginan erat kaitannya dengan literasi finansial, tapi hal ini juga akan memengaruhi semua aspek dalam kehidupan, seperti kesehatan mental dan fisik, serta pilihan akademis Si Kecil.

Lantas, apakah moms tengah mengajari anak mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan? Agar semakin mudah – ada sejumlah hal yang dapat kamu terapkan, lho. Tanpa perlu berlama-lama, yuk segera simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

 

 

Definisikan Dahulu Kebutuhan dan Keinginan

Credit Image - beritagar.id

Agar anak tidak bingung dalam memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan – langkah pertama yang perlu dilakukan, yaitu jelaskan dahulu definisi kedua hal tersebut. Misalnya, kebutuhan merupakan hal mendasar yang dibutuhkan untuk hidup dengan baik dan sehat, seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal.

Sementara itu, keinginan adalah hal yang tidak akan mengurangi kualitas hidupnya, jika tidak dimiliki. Nah, penting pula untuk menjelaskan berbagai contohnya ya, moms. Seperti, membeli pakaian baru sebagai ganti yang sudah kekecilan – ini termasuk dalam kebutuhan. Namun, membeli pakaian baru untuk menambah koleksi merupakan keinginan.

 

Ajari Melalui Permainan Juga Bisa Dilakukan, Lho

Credit Image - edukasi.kompas.com

Cara selanjutnya yang dapat membuat anak semakin memahami perbedaan keinginan dan kebutuhan – kamu dapat mengajarinya melalui permainan. Melibatkan permainan interaktif ketika ajarkan anak tentang hal tersebut juga cukup efektif untuk membuatnya berpikir lebih kritis, lho.

Cukup siapkan dua kertas kosong, lem, gunting, dan buklet iklan dari supermarket. Kemudian, tulisan “kebutuhan” di bagian atas satu kertas – lalu, “keinginan” di kertas lainnya. Setelah itu, minta anak untuk melihat isi buklet, lalu gunting dan tempelkan barang yang menurutnya masuk dalam kategori kebutuhan dan keinginan.

Jika hasilnya belum memuaskan, kamu bisa mengajak Si Kecil berdiskusi lebih lanjut mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan – agar ia semakin memahami kedua hal tersebut ya.

 

Lakukan Kegiatan Berbagi dan Memberi Donasi

Credit Image - lazada.co.id

Selanjutnya, moms juga dapat mengajak anak untuk membongkar isi lemari – atau kotak mainannya. Tujuannya, agar ia dapat memisahkan pakaian yang sudah kekecilan, atau barang yang sudah tidak digunakan untuk didonasikan.

Aktivitas yang satu ini dapat melatih kemampuan anak dalam memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan. Selain itu, berbagi dengan orang lain dapat mendorongnya lebih bersyukur, karena ia memiliki lebih dari yang dibutuhkan.

 

Ajari Pula Anak Mengenai Keuangan

Credit Image - zurich.co.id

Untuk mengajari anak perbedaan kebutuhan dan keinginan dalam hal yang lebih besar – kamu juga dianjurkan bisa mempercayakan anak mengelola uang saku, misalnya selama seminggu. Dengan uang tersebut, mungkin ia bisa puas jajan dan membeli barang sesuai keinginannya. Tapi, sebagai konsekuensi – ongkosnya bisa habis terpakai.

Nantinya, di penghujung minggu, kamu dapat mengajak anak berdiskusi mengenai pengalamannya dalam mengelola uang saku sendiri berdasarkan kebutuhan dan keinginan. Dalam hal ini, Si Kecil pun bisa belajar mengenai skala prioritas, lho.

 

Memang, mengajari anak mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan bukanlah hal mudah – tak segampang membalikkan telapak tangan. Benar, kan? Meski demikian, hal ini penting untuk kesuksesan dan kelangsungan hidup Si Kecil di masa mendatang, lho.

Jadi, apakah kamu akan segera mengajari anak mengenai hal tersebut?

 

 

Featured Image - klikdokter.com