WHO Belum Sebut Covid-19 Sebagai Endemi, Ini Alasannya!
Meski banyak negara yang sudah memulai masa transisi dari pandemi ke endemi, namun ternyata Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menyetujui hal tersebut. Sebelumnya, perubahan status sudah diterapkan oleh Inggris, Denmark, Singapura, dan beberapa negara lainnya.
Sejumlah negara tersebut pun sudah mulai melonggarkan status pandemi sebagai masa adaptasi, sebelum akhirnya benar-benar merubah status menjadi endemi. Mengenai hal ini, mengapa WHO belum bisa menyebut Covid-19 sebagai endemi?
Berikut ulasannya.
Perbedaan Pandemi dan Endemi

Credit Image - suara.com
Dilansir dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, perlu diketahui bahwa pandemi, epidemi, dan endemi merupakan istilah yang merujuk pada pola suatu penyakit. Pandemi adalah wabah yang menjangkit sebuah wilayah dalam geografis yang luas.
Sementara itu, epidemi adalah penyakit menular yang menjangkit secara cepat di suatu daerah yang luas hingga menimbulkan banyak korban. Artinya, skala pandemi lebih besar dibanding epidemi. Epidemi terjadi saat suatu penyakit menular secara cepat ke banyak orang, sehingga penyebarannya sulit dihambat. Epidemi menduduki tingkat keparahan kedua setelah pandemi.
Pandemi akan memengaruhi kehidupan orang-orang di seluruh dunia dalam jumlah besar. Seperti disinggung sebelumnya, status pandemi akan diberikan apabila suatu penyakit telah menyebar secara global dan sulit dikontrol.
Lalu, epidemi akan menunjukkan penularan terjadi dengan cepat sehingga sulit dihambat. Namun, pengaruhnya belum semasif pandemi. Penyakit akan menyebar ke wilayah yang lebih luas, tetapi tidak berdampak pada kehidupan orang-orang secara global.
Mengapa WHO Belum Menyebut Covid-19 Sebagai Endemi?

Credit Image - alodokter.com
Dilansir dari Detik, WHO menyebut bahwa Covid-19 masih jauh dari endemi, sebab penyakit tersebut masih memicu penambahan kasus signifikan di seluruh dunia. Direktur Program Kedaruratan Kesehatan WHO Dr Michael Ryan mengatakan bahwa salah berpikir jika Covid-19 telah mereda dan berubah menjadi endemi.
Saat ini, virus corona belum masuk ke pola penyakit musiman – atau penularan apapun. Penyakit tersebut masih tetap bisa menyebabkan wabah yang sangat besar. Jadi, jangan langsung percaya bahwa endemi berarti semua masalah sudah selesai.
Diketahui, bagi setiap negara yang ingin merubah status pandemi menjadi endemi harus memenuhi beberapa syarat terlebih dahulu.
WHO juga memperkirakan pandemi Covid-19 bisa berakhir apabila cakupan vaksinasi telah mencapai 70 persen dalam skala global. Diungkapkan bahwa keadaan darurat dapat berakhir ketika vaksinasi sudah mencapai angka tersebut. Dengan tingkat vaksinasi tinggi, maka risiko berat dapat diminimalisir.
Hindari Tertular Virus, Langkah Pencegahan Masih Harus Dilakukan!

Credit Image - halodoc.com
Saat ini, langkah pencegahan mesti harus dilakukan sehingga penularan tetap dapat dihindari. Tetap patuhi protokol kesehatan, mulai dari menjaga jarak, hingga menghindari kerumunan. Dan, jika bukan urusan mendesak, ada baiknya tetap menghindari bepergian untuk menghindari risiko tertular virus.
Jika nantinya seluruh aktivitas sudah diperbolehkan kembali, maka selama bepergian keluar rumah kamu dianjurkan tetap menjaga kesehatan fisik, seperti istirahat yang cukup, sebisa mungkin tetap berolahraga, serta mengonsumsi multivitamin dengan kandungan lengkap yang dapat memaksimalkan perlindungan tubuh.
Namun, apa multivitamin yang sebaiknya dikonsumsi? Kamu direkomendasikan untuk mengonsumsi multivitamin dari Enervon secara rutin.
Konsumsi Enervon-C yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat yang dapat menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.
Kamu dapat meminum Enervon-C Effervescent – dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg.
Untukmu yang memiliki masalah lambung sensitif – direkomendasikan minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc untuk menjaga stamina tubuh agar tidak mudah lelah, sekaligus mengoptimalkan imunitas tubuhmu.
Dan kedua multivitamin ini pun dapat membantu mengoptimalkan proses metabolisme, sehingga asupan makanan yang kamu konsumsi bisa diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Manfaat satu ini berkat kandungan vitamin B kompleks di dalamnya.
Jadi, itulah alasan mengapa WHO masih belum ingin menyebut Covid-19 sebagai penyakit endemi. Untuk menghindari risiko paparan virus, terus lakukan prokes – dan jaga kekebalan tubuh agar tidak mudah sakit!
Featured Image – koran-jakarta.com
Source – detik.com





