Pernahkah kamu mencari informasi mengenai suatu penyakit di internet, kemudian akhirnya merasa cemas? Kondisi ini disebut dengan cyberchondria – mengacu pada kecemasan yang dirasakan seseorang mengenai kesehatan mereka. Hal ini disebebkan atau diperburuk karena penggunaan internet untuk mencari informasi medis.

Saat ini, memang banyak sekali informasi kesehatan yang tersedia secara online. Ketersediaan informasi yang mudah dijangkau menjadikan kebiasaan baru bagi masyarakat, yaitu mencari informasi penyakit – atau perihal media via internet.

Namun, kebiasaan ini juga bisa mendatangkan hal buruk, yaitu munculnya rasa cemas. Tepatnya, bagi kamu yang terlalu sering mencari tahu tentang penyakit di internet, karena ini bisa memunculkan ketakutan bahwa kamu memiliki kondisi kesehatan yang serius.

 

 

Gejala Cyberchondria

Credit Image - phiradio.net

Cyberchondria bukanlah diagnosis formal, jadi tidak ada gejala resmi yang menunjukkan kriteria diagnostik cyberchondria. Tanda-tanda yang dilaporkan berbeda antar sumber. Menurut sebuah studi tahun 2016 yang dimuat dalam jurnal Psychosomatics, gejala cyberchondria yang perlu diwaspadai, meliputi:

  • Menghabiskan 1 hingga 3 jam untuk meneliti gejala penyakit secara online.
  • Pencarian online menyebabkan perasaan tertekan dan cemas, bukannya rasa lega atau diberdayakan.
  • Kebutuhan untuk mencari informasi kesehatan secara online terasa kompulsif dan sulit ditolak.
  • Merasa memiliki beberapa penyakit, bukan hanya satu atau dua.
  • Merasa perlu mencari kepastian dari dokter.
  • Tidak mempercayai jawaban yang didapatkan dari seorang profesional medis.
  • Merasa perlu untuk memeriksa kembali gejala secara online, bahkan setelah melakukan pencarian menyeluruh sebelumnya.

 

Apa Penyebabnya?

Menurut laman GoodTherapy, individu dengan depresi atau kecemasan lebih mungkin mengalami cyberchondria. Ini juga lazim dialami ibu yang baru pertama kali hamil karena sangat umum bagi mereka melakukan penelitian online tentang bayi mereka.

Ini diperparah dengan adanya situs yang dengan sengaja menimbulkan ketakutan pada khalayak agar nantinya mereka mau membeli barang atau jasa yang ditawarkan. Faktor-faktor ini dapat meyakinkan orang bahwa gejala umum atau samar-samar yang mereka rasakan adalah tanda adanya kondisi medis yang serius. Informasi yang salah dapat meningkatkan kecemasan, yang pada gilirannya dapat secara efektif membuat gejala tampak lebih buruk.

 

Bagaimana Kondisi Ini Memengaruhi Seseorang?

Credit Image - universityofcalifornia.edu

Dilansir laman GoodTherapy, obsesi tentang sakit dapat mengarah pada ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya. Cyberchondria menyebabkan tingkat stres yang lebih tinggi, yang pada gilirannya dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, sakit kepala, ketegangan otot, dan sistem kekebalan yang melemah.

Cyberchondria juga dapat menyebabkan masalah nonmedis, seperti rusaknya hubungan dengan keluarga dan teman karena merasa bosan mendengar masalah kesehatan atau kekhawatiran yang dialami seseorang.

Cyberchondria juga dapat merusak karier seseorang karena penyakit yang mereka rasakan. Cyberchondria juga dapat menyebabkan masalah pada keuangan, baik sebagai akibat dari kehilangan pekerjaan, konsultasi medis secara online, atau karena sering melakukan tes medis.

 

Cara Mengatasi Cyberchondria

PsychCentral menyarankan untuk berhenti mencari informasi kesehatan lewat internet jika kamu merasa mengalami cyberchondria. Meskipun informasi yang berhubungan dengan kesehatan pada dasarnya tidak berbahaya, tetapi obsesi dapat menjadi sumber kecemasan yang signifikan.

Jika kamu mencari informasi kesehatan secara online, ada baiknya memilih sumber dengan hati-hati. Sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan biasanya memaparkan penjelasan berdasarkan bukti ilmiah dan bukan opini, juga lebih berempati dengan kondisi pembaca.

Dan untuk menangani kondisi tersebut, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  • Jangan menyalahkan diri sendiri. Obsesi untuk menelusuri informasi secara online dapat menyebabkan kamu menyalahkan diri sendiri. Cara terbaik untuk keluar dari perasaan ini adalah berbicara dengan teman atau seseorang yang memiliki empati tentang ketakutan yang kamu alami.
  • Pertanyakan keyakinanmu. Ini melibatkan mempertanyakan keyakinan yang membuat kamu stres, membalikkannya, dan memberikan bukti mengapa itu tidak benar.
  • Buat tubuh lebih rileks. Tarik napas dalam-dalam dan lepaskan stres pada berbagai bagian tubuhmu. Terkadang, meditasi terpandu juga membantu masalah ini.
  • Bicarakan ketakutan dengan dokter atau psikolog. Bercerita pada dokter atau psikolog tentang kekhawatiranmu akan membuat mereka dapat membantu kamu mengambil kesimpulan dan mengurangi ketakutan.

Tidak mudah untuk keluar dari obsesi mencari informasi medis di internet. Namun, jika kecenderungan ini berpengaruh buruk pada kehidupanmu, mungkin bermanfaat untuk mencari bantuan dari profesional kesehatan mental. Nantinya, mereka akan membantu kamu mencari solusi terbaik untuk keluar dari kebiasaan ini.

Memiliki mental yang sehat bisa mendukung kondisi kesehatan secara fisik. Dan untuk memaksimalkan kesehatan tubuh, pastikan kamu sudah menjaga imunitas tubuh, yaitu dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Dengan asupan makanan yang kaya akan gizi dan nutrisi, maka kesehatan tubuh secara keseluruhan pun semakin terjaga, otomatis imun akan ikut meningkat.

Selain itu, jangan lupa untuk rajin melakukan aktivitas fisik, istirahat yang cukup, serta mengelola stres dengan baik.

Yang tidak kalah pentingnya, untuk mendukung imunitas tubuh, kamu juga memerlukan asupan vitamin dan mineral, seperti vitamin C, vitamin B kompleks, dan zinc yang bisa diperoleh dengan mengonsumsi rangkaian multivitamin dari Enervon.

Konsumsi multivitamin Enervon-C tablet yang mengandung Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Untuk perlindungan ekstra, dapat konsumsi Enervon-C Effervescent – yang memiliki kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg yang dapat memberikan sensasi rasa segar sepanjang hari.

Bagimu yang punya masalah lambung sensitif, direkomendasikan minum Enervon Active – yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc – untuk menjaga stamina agar tak mudah lelah, sekaligus optimalkan imunitas tubuh.

Selain menjaga daya tahan, kandungan vitamin B kompleks di dalam multivitamin Enervon juga dapat memaksimalkan metabolisme makanan, sehingga tubuh dapat memperoleh energi yang lebih tahan lama.

Nah, untuk memperoleh produk Enervon yang tepat, kamu bisa segera kunjungi official store-nya di Tokopedia.

 

Jika kamu mengalami cyberchondria, memang tidak mudah untuk keluar dari obsesi mencari informasi medis di internet. Namun, jika dibiarkan begitu saja, kecenderungan tersebut bisa memberikan pengaruh buruk bagi hidup, bahkan kesehatan mental. Jadi, ada baiknya segera atasi, ya!

 

 

Featured Image – batonrougeclinic.com

Source – idntimes.com