Tahukah kamu bahwa sistem kekebalan tubuh anak belum berkembang secara optimal? Ya, untuk itu, tidak heran kalau anak menjadi lebih rentan terserang berbagai macam penyakit, lho. Deretan masalah kesehatan seperti, demam, pusing, muntah, dan diare sepertinya sudah menjadi teman sehari-hari.

Adanya gejala-gejala penyakit tersebut menjadi indikasi bahwa anak tengah mengalami peradangan. Dengan kata lain, tubuhnya sedang berjuang melawan infeksi penyebab penyakit. Nah, ada berbagai masalah kesehatan anak yang patut diwaspadai, karena berisiko menjadi tanda penyakit yang lebih serius.

Apa saja masalah kesehatan yang dimaksud? Berikut informasinya!

 

 

Demam Tinggi

Credit Image - jovee.id

Dilansir laman Parents, indikasi demam tinggi pada anak-anak berbeda tergantung pada usianya. Pada bayi berusia kurang dari 3 bulan, kondisi ini ditandai suhu yang mencapai 38 derajat Celsius, 38,3 derajat Celsius atau lebih pada bayi berusia 3 hingga 6 bulan, dan lebih dari 39,4 derajat Celsius pada bayi berusia 6 hingga 24 bulan.

Jika anak mengalaminya, segera periksakan ke dokter. Tata laksananya sedikit berbeda pada anak yang berusia lebih dari 2 tahun. Sebab di usia ini, demam bukan sesuatu yang bersifat mengkhawatirkan asalkan anak terhidrasi dengan baik dan masih bersikap normal. Meski begitu, orangtua bisa berkonsultasi dengan dokter melalui telekonsultasi untuk melakukan penanganan pertama.

 

Demam Berkepanjangan

Dilansir Stanford Children, demam yang tak kunjung menurun walau sudah diberikan pengobatan atau yang bertahan lebih dari 10 hari patut diwaspadai. Karenanya, ini bisa menjadi pertanda bahwa infeksi terlalu kuat sehingga tubuh tak mampu menanganinya sendiri.

Untuk itu, segera periksakan anak ke dokter sebab ia dikhawatirkan mengidap infeksi yang lebih serius. Salah satunya adalah pneumonia yang memerlukan antibiotik dan penanganan medis lain sesuai rekomendasi dokter.

 

Ruam Kulit yang Berbentuk Melingkar

Credit Image - suara.com

Kemerahan pada kulit yang berbentuk melingkar dan tidak berubah menjadi berwarna putih ketika ditekan bisa menjadi beberapa indikasi permasalahan kulit. Mulai dari penyakit Lyme atau infeksi bakteri yang ditularkan melalui gigitan kutu hingga kondisi yang lebih parah seperti gangguan darah.

Lebih lanjut, jika ruam disertai juga dengan sesak napas atau penurunan kesadaran, jangan ragu untuk segera membawanya ke dokter. Karena, tanda ini bisa saja menandakan bahwa anak sedang mengalami alergi.

 

Nyeri Perut di Bagian Kanan Bawah

Kemunculan rasa nyeri di bagian kanan bawah perut bisa dicurigai sebagai manifestasi apendisitis atau radang usus buntu. Apalagi jika disertai dengan demam, mual, muntah, dan diare. Penyakit ini berkembang dengan cepat dan perlu penanganan lebih awal. Karenanya, perhatikan gejalanya dan konsultasikan ke dokter jika anak mengalaminya.

Apabila usianya masih di bawah empat tahun, terdapat beberapa kemungkinan alasan di balik nyeri perut yang dialaminya, khususnya jika rasa sakit sangat tak tertahankan. Salah satu yang tak boleh luput dari perhatian ialah kondisi yang disebut intususepsi, keadaan di mana usus bergeser ke bagian usus lainnya. 

 

Bibir Pucat dan Membiru

Credit Image - alodokter.com

Bibir yang pucat hingga membiru bisa disebabkan karena kurangnya pasokan oksigen ke tubuh bagian atas. Pemicunya beragam, mulai dari tersedak, reaksi alergi, hingga serangan asma. Jika anak tak terlihat mengalami kesulitan bernapas, coba hitung laju pernapasannya secara manual.

Caranya adalah hitung jumlah napas anak selama 30 detik lalu kalikan dengan 2. Laju pernapasan normal adalah 30-60 untuk bayi baru lahir, 24-40 untuk bayi berusia 1 sampai 2 tahun, 22-34 untuk anak berusia 3 sampai 5 tahun, dan 18-30 untuk anak berusia 6 sampai 12 tahun. Ini berdasarkan informasi yang dilansir dari laman Verywell Health.

 

Menjaga Kekebalan Anak Menjadi Kunci Utamanya!

Seperti yang sudah disebutkan bahwa kekebalan tubuh Si Kecil masih belum berkembang dengan baik. Untuk itu, para orangtua wajib mempertahankan imunitas – dengan mengajaknya menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti rajin mencuci tangan, hingga mencukupi asupan nutrisi hariannya yang berperan penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh.

Selain itu, Si Kecil pun tetap harus mendapat asupan suplemen untuk mengoptimalkan perlindungan tubuh terhadap serangan berbagai macam penyakit.

Adapun suplemen yang baik dikonsumsi, yaitu Enervon-C Plus Sirup. Multivitamin andalan ini mengandung Vitamin A, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Vitamin C, dan Vitamin D yang penting untuk menjaga kesehatan Si Kecil.

Selain itu, Enervon-C Plus Sirup dapat bantu optimalkan tumbuh kembang Si Kecil membuat anak tetap aktif di masa pertumbuhannya, meningkatkan napsu makan, membantu pembentukan tulang dan gigi, serta bantu pelihara daya tahan tubuhnya biar tidak mudah sakit.

Untuk mendapatkan produk Enervon kamu bisa membelinya di official store di Tokopedia, ya.

 

Mungkin saja, beberapa masalah kesehatan di atas terlihat ringan – dan bisa sembuh begitu saja, karena cukup sering dialami oleh anak-anak. Namun, jika terjadi dalam waktu yang lama, tentu kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan, ya. Ada baiknya segera mendapatkan penanganan yang tepat!

 

 

Featured Image – klikdokter.com

Source – idntimes.com