Sebuah Studi: Orang Tanpa Gejala Jadi Sebab Setengah Jumlah Kasus Virus Corona

Sebuah Studi: Orang Tanpa Gejala Jadi Sebab Setengah Jumlah Kasus Virus Corona

font size A Ǎ

Percaya atau tidak, dilansir dari CNN Indonesia kalau ternyata salah satu penyebab pandemi ini berkepanjangan adalah orang-orang tanpa gejala atau silent spreader. Perlu ada penanganan khusus untuk hal ini.

Hal ini diperkuat oleh penelitian yang sudah dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences yang hasil penelitiannya menyatakan kalau mereka menemukan lajur penularan melalui orang tanpa gejala yang cukup luas.

 

 

Untuk membuktikan lagi pernyataan kalau OTG atau Orang Tanpa Gejala adalah salah satu penyebab pandemi ini berkepanjangan, para peneliti dari Yale University, Alison Galvani dan teman-temannya menggunakan model transmisi untuk mengetahui penyebaran dari OTG.

Seperti yang sudah diketahui secara umum kalau kasus infeksi virus corona bisa terjadi dikarenakan oleh adanya orang-orang yang terinfeksi terlebih dahulu namun tidak menunjukan gejala-gejalanya. Kondisi seperti ini yang jadi tantangan tersendiri untuk diselesaikan.

Oleh karena itu, kebijakan lockdown sampai Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB sempat diterapkan guna untuk memberhentikan laju penularan dan infeksi virus corona. Namun, sampai fase new normal sekarang ini, angka yang terjangkit masih saja bertambah.

Untuk mengetahui hal-hal terbaru, dari berapa jumlah orang yang terjangkit positif virus corona dan sebagainya, bisa kamu lihat di sini.

 

Sebuah Studi: Orang Tanpa Gejala Jadi Sebab Setengah Jumlah Kasus Virus Corona

Sebuah Studi: Orang Tanpa Gejala Jadi Sebab Setengah Jumlah Kasus Virus Corona. credit image: tribunnews.com

 

Bagaimana Angka Penularannya?

Masih dilansir dari situs yang sama yaitu CNN Indonesia, peneliti mendapati infeksi tanpa gejala berada di angka 17,9% sampai 30,8% dari keseluruhan jumlahnya. Asumsinya 17,9% kasus tanpa gejala, tim peneliti tersebut menyebutkan orang yang memiliki gejala akan menjadi 48%.

Kemudian, ada asumsi lain yang menyatakan kalau 30,8% kasus tanpa gejala, maka akan menyebabkan kurang lebih 47% transmisi atau penularan. Sementara orang yang tanpa gejala bisa saja menularkan lagi ke banyak orang.

Dari angka-angka tersebut – para peneliti mempunyai pendapat kalau isolasi saja tidak cukup mengendalikan penyebaran, sehingga mesti ada langkah-langkah khusus untuk menyelesaikan masalah seperti ini.

 

Sebuah Studi: Orang Tanpa Gejala Jadi Sebab Setengah Jumlah Kasus Virus Corona

Sebuah Studi: Orang Tanpa Gejala Jadi Sebab Setengah Jumlah Kasus Virus Corona. credit image: katadata.co.id

 

Oleh karena itu, patuh dan menerapkan protokol kesehatan juga jadi salah satu langkah untuk para OTG agar tidak menyebarkan virus tersebut. Mengenakan masker, tetap menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun sampai bersih, sampai karantina mandiri adalah berbagai langkah yang bisa dilakukan.

Tidak hanya langkah-langkah pencegahan yang dilakukan dari luar tubuh, dari dalam tubuh juga mesti diperhatikan. Seperti mengonsumsi makanan dan minuman bernutrisi, sampai melengkapi kebutuhan tubuh kamu dengan minum multivitamin seperti Enervon-C, yang siap bantu kamu untuk punya daya tahan tubuh yang baik dan optimal.

 

 

Seperti yang diketahui bersama kalau sistem imun yang kuat atau daya tahan tubuh yang optimal adalah salah satu kunci untuk menangkal infeksi virus-virus berbahaya. Oleh karena itu, pastikan kamu mengonsumsi multivitamin yang direkomendasikan seperti Enervon-C ya!

 

Feature Image – republika.co.id


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!