Deretan Perubahan Kebiasaan Makan Karena Pandemi Covid-19

Deretan Perubahan Kebiasaan Makan Karena Pandemi Covid-19

font size A Ǎ

Pandemi Covid-19 membuat banyak orang tersadar akan pentingnya kesehatan dan kebersihan. Apalagi, saat ini new normal sedang berjalan, kedua hal tersebut sangatlah penting untuk menjaga daya tahan tubuh.

Menjaga kebersihan dapat diterapkan dengan rutin mencuci tangan, berjaga jarak, menggunakan masker setiap pergi keluar rumah, hingga menjalani gaya hidup yang lebih sehat.

Sementara, gaya hidup sehat yang saat ini sedang gencar- gencarnya, yaitu dengan rutin berolahraga, tidur selama 7-8 jam semalam, minum air putih yang cukup, dan tentunya mengonsumsi berbagai makanan sehat.

Bahkan, makanan sehat jadi tren semenjak pandemil! Tak hanya itu saja, ada berbagai tren dan perubahan kebiasaan makan masyarakat yang terjadi saat new normal pandemi Covid-19. Apa saja? Ini ulasan lengkapnya.

4 Perubahan Kebiasaan Makan Selama Pandemi

Deretan Perubahan Kebiasaan Makan Karena Pandemi Covid-19

Deretan Perubahan Kebiasaan Makan Karena Pandemi Covid-19 / Credit: donacholita.com.au

Memilih Makan Di Rumah

Jika keluarga umumnya jarang makan bersama di rumah, kebiasaan ini sudah berubah sejak pandemi. Sekarang, anak- anak dan orang tua makan bersama. Kondisi ini mungkin sulit ditemui sebelum pandemi, karena orang tua cenderung lebih sibuk bekerja.

Kebiasaan makan bersama ini memiliki berbagai manfaat baik, seperti meningkatkan harga diri dan kesuksesan anak di sekolah, hingga menurunkan risiko depresi. Bahkan, menurut Family Meals Movement, makan bersama keluarga dapat mengurangi risiko obesitas pada anak.

Mengonsumsi Makanan Plant-Based

Berkurangnya produksi daging membuat banyak orang beralih pada makanan nabati. Perubahan ini tentu saja baik, mengingat makanan nabati merupakan sumber nutrisi yang baik untuk manusia dan bumi.

Saat ini, banyak orang yang menerapkan Flextarian Diet. Dimana seseorang yang menjalani diet ini, biasanya lebih banyak mengonsumsi sayuran dan mengurangi konsumsi daging.

Selain itu, seseorang yang menerapkan Flexitarian Diet, juga mengubah pola makan standar menjadi plant-based food. Misalnya, jika kamu biasanya menyajikan steak 225 gram, maka bisa dikurangi jadi 113 gram. Atau menu harian dapat dimodifikasi, seperti ketika menyajikan ayam tumis, coba ganti setengah ayam dengan kacang. Atau untuk taco dengan daging sapi, ganti setengan daging dengan lentil (kacang- kacangan yang menyerupai kacang hijau).

Deretan Perubahan Kebiasaan Makan Karena Pandemi Covid-19

Deretan Perubahan Kebiasaan Makan Karena Pandemi Covid-19 / Credit: thegrocer.co.uk

Sering Membuat Kue

Sebelum pandemi, kamu pasti memiliki waktu yang terbatas untuk menyiapkan makanan, apalagi membuat kue. Tapi, ketika lebih sering di rumah, kebiasaan ini jadi berubah. Kamu pun memiliki banyak waktu untuk mencoba berbagai resep kue dan roti.

Kebiasaan memasak ini membuatmu dan keluar jadi semakin dekat. Di sisi lain, kamu juga bisa sembari berbagi masakan dengan orang yang membutuhkan. Bagi orang- orang yang memiliki risiko tinggi terinfeksi virus, pengiriman makanan bisa sangat membantu. Bahkan, hal ini juga memiliki manfaat psikologis, termasuk mengurangi rasa stres.

Memilih Bahan Makanan Lokal

Sebagian besar orang lebih memilih bahan makanan lokal, tujuannya adalah untuk membantu usaha kecil yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Ketika orang lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah, banyak orang yang mulai memasak di rumah dan lebih memilih pilihan makanan yang sehat. Selain itu, orang- orang juga mendukung usaha lokal dan membeli makanan dari usaha kecil.

Saat ini, ada beberapa peternakan yang menjual langsung ke konsumen melalui pasar petani dan menerapkan pengiriman online untuk beradaptasi dengan kondisi dimana kontak fisik harus diminimalisir.

 

Featured Image - insider.com

Source - komplas.com

 


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!