Ada Risiko Tersendiri! Ini Dampak Multitasking pada Produktivitas Otak

Ada Risiko Tersendiri! Ini Dampak Multitasking pada Produktivitas Otak

Sementara ini kemampuan untuk bisa multitasking dianggap menjadi nilai tambah seseorang dalam bidang pekerjaanya. Mereka dianggap bisa menyelesaikan banyak tugas dalam suatu waktu. Namun percaya atau tidak, menurut ahli, multitasking mempunyai risiko tersendiri bagi seseorang itu.

Dilansir dari CNN Indonesia, multitasking atau melakukan dan mengerjakan banyak tugas dalam waktu yang bersamaan, menurut para peneliti malah tidak mampu membuat seseorang itu bekerja lebih produktif.

Mereka yang terkait seperti ilmuwan spesialis otak, psikolog dan para ahli lainnya menyatakan kalau otak manusia sebenarnya kurang maksimal jika dipaksakan untuk memusatkan perhatikan kebanyak hal dalam waktu yang sama.

Seperti yang diketahui bersama kalau multitasking adalah kegiatan yang di mana seseorang tersebut bisa mengalihkan perhatian dari satu hal ke hal lainnya, lalu kembali lagi ke awal. Walau dianggap hal ini menyenangkan dan menjadi nilai tambah untuk individu tersebut, namun ternyata tiap-tiap tugas yang ia selesaikan malah membutuhkan waktu yang lebih lama.

 

 

Berdasarkan hal ini, daripada multitasking – lebih baik mengerjakan satu hal dalam satu waktu sehingga fokus kamu bisa terjaga dengan baik.

 

Ada Risiko Tersendiri! Ini Dampak Multitasking pada Produktivitas Otak

Ada Risiko Tersendiri! Ini Dampak Multitasking pada Produktivitas Otak. credit image: liputan6.com

Tapi Kata Millennial, Multitasking Itu Seru

Betul sih, tapi menurut para peneliti dari Bryan College, menemukan kala ada risiko tersendiri untuk mereka yang berusaha untuk bisa multitasking. Menurut mereka juga, para millennial belum mengetahui hal ini secara komprehensif.

Hal ini dibuktikan dari data yang menyatakan kalau para millennial bisa mengalihkan perhatiannya dari pekerjaan awal dengan pergi ke berbagai platform media sebanyak 27 kali per satu jam. Angka ini dinilai kurang baik karena riset telah mengungkapkan hal yang dianggap multitasking ini bisa menurunkan IQ sampai 15 poin.

Tidak hanya menurunkan kecerdasan intelektual saja, tapi para peneliti juga menemukan kalau multitasking bisa juga menurunkan kecerdasan emosional. Hal ini bisa dilihat dari bagaimana seseorang yang tadinya fokus di pekerjaannya, lalu tiba-tiba bisa saja fokus ke smartphone atau bahkan ke tivi.

Mereka yang seperti itu, dinilai sering tidak memperhatikan tanda nonverbal dari lawan bicara di hadapannya. Tentu ini tidak begitu bagus buat kamu yang pekerjaannya memungkinkan untuk bertemu dengan klien dan orang-orang penting lainnya.

 

Ada Risiko Tersendiri! Ini Dampak Multitasking pada Produktivitas Otak

Ada Risiko Tersendiri! Ini Dampak Multitasking pada Produktivitas Otak. credit image: wooclap.com

Padahal Multitasking Jadi Persyaratan

Di Penerimaan Karyawan Baru

Tidak sedikit perusahaan yang sekarang ini meminta para calon karyawan barunya menceritakan bagaimana mereka bisa multitasking. Padahal, seperti yang sudah dijelaskan oleh para peneliti sebelumnya kalau multitasking bisa saja merusak kemampuan otak seseorang.

Ada baiknya kamu untuk mempertimbangkan hal ini. Apakah kamu jadi lebih cepat lelah ketika berusaha bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu? Apakah kamu jadi lebih mudah cepat lupa ketika habis mengerjakan banyak hal juga?

Jika dua pertanyaan tadi kamu bisa jawab iya – artinya multitasking memang berdampak kurang baik untuk kamu. Saran dari peneliti terkait kalau lebih baik, kamu bisa fokus dengan terarah kepada satu pekerjaan dan bisa dikerjakan dengan baik dan benar – dibandingkan berusaha menyelesaikan banyak tugas namun malah berantakan hasilnya.

 

Ada Risiko Tersendiri! Ini Dampak Multitasking pada Produktivitas Otak

Ada Risiko Tersendiri! Ini Dampak Multitasking pada Produktivitas Otak. credit image: businessnewsdaily.com

Lalu Bagaimana Cara Mencegahnya?

Multitasking bisa kamu cegah walau keinginan untuk melakukannya besar sekali. Masih dilansir dari situs yang sama setidaknya ada empat cara untuk mencegah atau setidaknya mengurangi keinginan kamu untuk terdistraksi dan multitasking.

 

  • Berikan Waktu Untuk Menentukan Prioritas

Sebaiknya kamu mempersiapkan waktu khusus untuk membuat jadwal dan detil dari timeline pekerjaan kamu. Hal ini akan mempermudah kamu untuk menentukan mana pekerjaan yang mempunyai prioritas yang tinggi sehingga bisa kamu utamakan.

  • Pasang Aplikasi Blokir-Distraksi

Kamu bisa juga memanfaatkan teknologi untuk membantu kamu agar tidak mudah terdistraksi oleh apapun, khususnya smartphone. Oleh karena itu, mengaktifkan aplikasi anti distraksi di ponsel mu adalah langkah yang direkomendasikan.

  • Lakukan Meditasi dan Yoga

Selain baik sekali buat kesehatan tubuh, meditasi atau yoga bisa membantu kamu untuk tetap berusaha fokus. Fokus kepada satu hal yang penting untuk diselesaikan. Kamu bisa latih fokus kamu dengan meditasi atau yoga. Kamu bisa lakukan hal tersebut di pagi hari atau sore hari.

  • Mempersingkat Jam Kerja dalam Satu Minggu

Yang satu ini sepertinya semua karyawan juga mau, ya? Percaya atau tidak kalau mempersingkat jam kerja dalam satu minggu bisa membuat kamu sebagai karyawan semakin semangat untuk menyelesaikan pekerjaan yang ada dengan fokus yang maksimal.

 

 

Berbagai empat tips di atas tentu bisa bantu kamu untuk bekerja lebih efisien, lebih fokus dan jelas tidak mudah untuk terdistraksi. Wah bagaimana nih? Dari segala penjelasan yang ada di atas, apakah kamu sudah paham bagaimana risiko yang ada ketika kamu melakukan multitasking?

 

Feature Image – forbes.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!