7 Kesalahan yang Mesti Dihindari Ketika Pakai Masker. Bisa Berisiko Terpapar Virus!

7 Kesalahan yang Mesti Dihindari Ketika Pakai Masker. Bisa Berisiko Terpapar Virus!

font size A Ǎ

Pakai masker merupakan salah satu langkah mudah untuk mencegah penularan Covid-19. Masker berperan untuk menghalau virus masuk melalui hidung dan mulut. Tapi, pemakaian masker juga mesti dibarengi dengan protokol kesehatan lainnya, seperti cuci tangan secara rutin dan menerapkan jaga jarak.

Memakai masker secara tepat dan sesuai anjuran memang direkomendasikan. Sayangnya, masih ada masyarakat yang belum menerapkan hal tersebut. Padahal, ini justru berbahaya, lho. Karena, menggunakan masker yang tidak sesuai, membuat pencegahan virus tidak maksimal.

Setidaknya ada 7 kesalahan memakai masker yang mesti dihindari. Apa saja kesalahan tersebut?

Berikut ini ulasannya.

 

 

 

7 Kesalahan Memakai Masker

7 Kesalahan yang Mesti Dihindari Ketika Pakai Masker. Bisa Berisiko Terpapar Virus!

7 Kesalahan yang Mesti Dihindari Ketika Pakai Masker. Bisa Berisiko Terpapar Virus! / Credit: wowkeren.com

Tidak Menutupi Hidung

Menggunakan masker di bawah lubang hidung – merupakan kesalahan yang kerap dilakukan. Hal ini tentu berbahaya, lho.

Pakai masker di bawah hidung atau half-masking dapat memberi ruang masuk untuk virus ke dalam tubuh. Terlebih, Covid-19 merupakan virus yang cenderung pertama kali masuk dan menginfeksi bagian rongga hidung.

 

Terlalu Longgar

Masker yang digunakan mesti pas dan tidak longgar. Masker yang terlalu longgar memungkinkan adanya celah udara, sehingga virus lebih mudah masuk tanpa tersaring masker.

 

7 Kesalahan yang Mesti Dihindari Ketika Pakai Masker. Bisa Berisiko Terpapar Virus!

7 Kesalahan yang Mesti Dihindari Ketika Pakai Masker. Bisa Berisiko Terpapar Virus! / Credit: klikdokter.com

Menurunkan Masker Hingga Leher

Kesalahan ini dapat mengontaminasi masker yang digunakan. Karena, leher dan dagu merupakan area yang terekspos dan bisa saja ada virus yang menempel di bagian tersebut.

Ketika masker diturunkan ke dagu dan leher, kemungkinan bagian dalam masker ikut terkontamintasi. Bayangkan ketika masker kembali digunakan dan menyentuh hidung serta mulut, tentu sangat berbahaya.

Jika ingin melepas masker sementara, pegang bagian tali pengait, bukan bagian permukaan maskernya.

 

Menyentuh Bagian Luar Masker

Menyentuh bagian luar masker juga kesalahan yang perlu dihindari. Karena, virus maupun bakteri yang menempel pada bagian luar masker dapat ikut menempel pada tangan. Baiknya, hentikan kebiasaan ini agar terhindar dari penularan virus.

 

7 Kesalahan yang Mesti Dihindari Ketika Pakai Masker. Bisa Berisiko Terpapar Virus!

7 Kesalahan yang Mesti Dihindari Ketika Pakai Masker. Bisa Berisiko Terpapar Virus! / Credit: parts-badger.com

Memakai Masker Terbalik

Penggunaan masker terbalik juga dapat berpotensi memudahkan virus masuk ke dalam tubuh. Pastikan kamu memakai masker dengan benar. Perhatikan terlebih dahulu posisi dalam dan luar masker.

Sisi depan – umumnya terdapat tulisan merek dan berwarna lebih gelap. Bagian tersebut dirancang untuk menghalau virus. Sementara, sisi dalam yang langsung menyentuh kulit wajah, memiliki warna yang lebih terang.

 

Masker Terlalu Basah

Masker yang basah dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, lembap, dan berbahaya untuk kesehatan pernapasan. Gunakan masker yang kering dan bersih. Usahakan mengganti masker paling tidak 4 jam sekali.

 

Tidak Rutin Mencuci Masker

Mencuci masker kain secara rutin wajib dilakukan. Sehingga, efektivitas masker tetap terjaga dan sudah kembali bersih ketika digunakan kembali. Selain itu, masker yang tidak dicuci pun dapat berpotensi menyebarkan virus.

 

 

 

Selain Pakai Masker, Terapkan Pola Hidup Sehat dan Bersih

7 Kesalahan yang Mesti Dihindari Ketika Pakai Masker. Bisa Berisiko Terpapar Virus!

7 Kesalahan yang Mesti Dihindari Ketika Pakai Masker. Bisa Berisiko Terpapar Virus! / Credit: pikiran-rakyat.com

Memakai masker memang penting dilakukan, tetapi pola hidup sehat dan bersih juga mesti diterapkan, sehingga perlindungan terhadap virus pun semakin maksimal.

Pola hidup sehat dan bersih meliputi sejumlah poin, di antaranya:

  • Perbanyak asupan makanan bergizi. Dengan menerapkan pola makan sehat dan penuh nutrisi, kualitas kesehatan dan daya tahan tubuh sudah pasti ikut meningkat. Salah satu makanan yang baik untuk daya tahan tubuh adalah makanan kaya akan vitamin C dan vitamin B kompleks.
  • Cukupi kebutuhan air putih. Minum paling tidak 8 gelas sehari dapat membantu tubuh jadi tak mudah dehidrasi dan dapat meningkatkan kesehatan tubuh.
  • Olahraga rutin.
  • Istirahat cukup. Tidur dapat membantu memaksimalkan metabolisme dan menjaga daya tahan tubuh. Usahakan untuk tidur minimal 7-8 jam setiap harinya.
  • Terapkan physical distancing sejauh minimal 1 meter.
  • Cuci tangan rutin. Jika tidak ada wastafel atau toilet, gunakan hand sanitizer untuk membersihkan tangan.
  • Bersihkan permukaan benda dengan disinfektan. Untuk benda atau barang yang sering kamu sentuh dan bawa keluar rumah, bisa dibersihkan dengan disinfektan secara rutin.

Untuk mengoptimalkan pola hidup sehat dan bersih – konsumsi multivitamin seperti Enervon-C.

Enervon-C mengandung Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat yang berperan menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Selain itu, Enervon-C dapat maksimalkan proses metabolisme, sehingga tubuh dapat memperoleh energi yang lebih tahan lama. Untuk manfaat yang ini – berkaitan dengan kandungan vitamin B kompleks, ya.

 

Wah, bagaimana nih? Dari penjelasan di atas, cukup jelas ya bahwa kamu perlu menghindari sejumlah kesalahan dalam memakai masker, sekaligus menerapkan protokol kesehatan lainnya, sehingga tetap aman dari ancaman virus!

 

Featured Image - thedoctorstv.com

Source - cnnindonesia.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!