Deretan Fakta Infeksi Covid-19 Tak Selalu Ditandai Demam Di Awal. Wajib Diketahui!

Deretan Fakta Infeksi Covid-19 Tak Selalu Ditandai Demam Di Awal. Wajib Diketahui!

font size A Ǎ

Setiap pasien Covid-19 mungkin merasakan berbagai gejala dan kondisi yang berbeda. Tetapi, yang kerap jadi patokan utama, yaitu gejala demam yang menjadi indikasi awal seseorang terinfeksi Covid-19. Namun, ternyata hal ini tidak sepenuhnya benar.

Berdasarkan penelitian di Australia, disebutkan bahwa hanya 20 persen dari kasus baru Covid-19 di negara tersebut, yang pasiennya mengalami demam. Justru, sejumlah gejala lainnya lah yang menjadi indikasi kuat seseorang terpapar virus.

Mengingat virus ini semakin berkembang dan dapat bermutasi seiring berjalannya waktu, ada sejumlah gejala lainnya yang mesti kamu perhatikan. Ingat, demam di awal tidak selalu menandakan terinfeksi Covid-19, ya.

Dilansir dari Pop Mama, berikut ini sejumlah fakta yang mesti kamu ketahui mengenai pasien Covid-19 yang tidak selalu mengalami demam di awal infeksi virus.

 

 

 

Batuk, Termasuk Tanda Umum Covid-19

Deretan Fakta Infeksi Covid-19 Tak Selalu Ditandai Demam Di Awal. Wajib Diketahui!

Deretan Fakta Infeksi Covid-19 Tak Selalu Ditandai Demam Di Awal. Wajib Diketahui! / Credit: insider.com

Menurut juru bicara Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Victoria, Australia mengatakan bahwa kebanyakan pasien Covid-19 di negara tersebut tidak mengalami gejala demam, justru gejala lainnya seperti batuk dan sakit tenggorokan.

Intinya – batuk, sakit tenggorokan, bahkan pilek termasuk gejala paling umum dari Covid-19 yang kerap dialami pasien. Tapi, ketiganya bukanlah penentu seseorang positif Covid-19. Jika, pasien memang terinfeksi virus, biasanya ia mengalami gejala yang lebih serius.

 

Gejala Covid-19 Tidak Memiliki Urutan Khusus

Deretan Fakta Infeksi Covid-19 Tak Selalu Ditandai Demam Di Awal. Wajib Diketahui!

Deretan Fakta Infeksi Covid-19 Tak Selalu Ditandai Demam Di Awal. Wajib Diketahui! / Credit: health.detik.com

Masyarakat seringkali menganggap bahwa demam adalah indikasi pertama dari virus corona. Padahal, ini belum tentu benar. Pasalnya, belum ada urutan pasti kapan gejala- gejala tersebut akan dialami pasien.

Meski sebagian besar kasus diawali dengan demam, yang kemudian diikuti oleh batuk, mual dan muntah, diare, hingga anosmia. Tetapi, menurut peneliti dari University of Southern Carolina, jika pasien sudah mengalami flu, kemungkinan akan muncul batuk dan kemudian baru demam.

 

Perbanyak Uji Sampel, Bisa Jadi Kunci Utama

Deretan Fakta Infeksi Covid-19 Tak Selalu Ditandai Demam Di Awal. Wajib Diketahui!

Deretan Fakta Infeksi Covid-19 Tak Selalu Ditandai Demam Di Awal. Wajib Diketahui! / Credit: liputan6.com

Hingga saat ini, saran untuk seseorang yang mengalami gejala flu, batuk, demam, atau pernah melakukan kontak dengan pasien positif – maka disarankan segera swab test.

Menurut ahli virologis di University of Sydney, Tim Newsome, mengatakan bahwa saat ini keadaan belum membaik, sehingga mematuhi protokol kesehatan merupakan solusi terbaik yang bisa dilakukan masyarakat – ini termasuk melakukan tes jika ada gejala yang dirasakan.

 

 

 

Berdasarkan penjelasan di atas, virus corona memang tidak sellau ditandai dengan demam di awal infeksi. Bisa saja, pasien mengalami gejala lainnya seperti sakit tenggorokan, sesak napas, dan kemudian baru demam.

Bahkan, ada pula yang tidak mengalami gejala sama sekali – disebut sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG). Tetapi, langkah terbaik yang bisa dilakukan, yaitu menerapkan protokol kesehatan di mana pun dan kapan pun.

 

Featured Image - mdpremier.com

Source - popmama.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!