Toxic Relationship: Dapat Terjadi Dalam Keluarga, Kenali Tanda-Tandanya

Toxic Relationship: Dapat Terjadi Dalam Keluarga, Kenali Tanda-Tandanya

font size A Ǎ

Tahukah kamu bahwa toxic relationship dapat terjadi tak hanya antar pasangan saja, melainkan dalam lingkup keluarga? Ya, ini memang kerap terjadi, bahkan dalam hubungan orangtua dengan anak. Memang, menjadi orangtua bukanlah tugas yang mudah. Ditambah, dengan tantangan yang semakin besar seiring anak yang tumbuh dan hidup dalam generasi berbeda.

Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya. Inilah alasan mengapa banyak orangtua yang bersikap protektif, menyalahkan pilihan anak, hingga sulit diajak berkompromi – deretan hal ini kerap terjadi tanpa disadari.

Tapi nyatanya, jika dibiarkan secara terus menerus, hal tersebut dapat tumbuh menjadi toxic relationship dan mengganggu hubungan antara orangtua dan anak. Bahkan, tak sedikit anak yang mengalami toxic relationship – jadi trauma dan mengalami gangguan psikologis.

Lalu, sebenarnya apa tanda yang dapat mengindikasikan bahwa orangtua menjalani toxic relationship dengan anak? Dan bagaimana cara menghadapinya?

Berikut ini ulasan lengkapnya.

 

 

 

Tanda Toxic Relationship Antar Orangtua Dan Anak

Toxic Relationship: Dapat Terjadi Dalam Keluarga, Kenali Tanda-Tandanya

Toxic Relationship: Dapat Terjadi Dalam Keluarga, Kenali Tanda-Tandanya / Credit: sehatq.com

Orangtua dapat dikatakan toxic jika memiliki sejumlah tanda, berikut di antaranya:

  • Menganggap anak sebagai beban hidup
  • Menyesali kehadiran anak dan menunjukkannya secara verbal
  • Mengutamakan pikiran dan perasaannya, ketimbang anak
  • Menghakimi, menyalahkan, dan menghina pilihan hidup anak
  • Merasa iri dan kesal ketika anak dipuji orang lain
  • Memojokkan anak secara fisik dan psikis, terlebih ketika anak mengalami kegagalan
  • Tidak mendengarkan pendapat dan kemauan anak
  • Sering membandingkan anak dengan orang lain
  • Merasa memiliki kendali atas kehidupan anak

Toxic relationship antar orangtua dan anak – tak boleh dianggap sepele. Pasalnya, hal ini dapat menimbulkan dampak negatif dan trauma pada anak. Misalnya, anak jadi kurang percaya diri, takut untuk bertemu orangtua, stres berkepanjangan, kemampuan bersosialisasi menurun, dan kondisi psikis terganggu.

 

Cara Menghadapi Toxic Relationship

Toxic Relationship: Dapat Terjadi Dalam Keluarga, Kenali Tanda-Tandanya

Toxic Relationship: Dapat Terjadi Dalam Keluarga, Kenali Tanda-Tandanya / Credit: journal.sociolla.com

Memang mengubah perilaku tak semudah membalikkan telapak tangan – untuk itu, jika kamu sedang mengalami kondisi ini, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah memulihkan diri dan mencoba untuk memaafkan.

Lalu, kamu dapat lakukan hal seperti:

  • Pelajari cara mengendalikan emosi, termasuk trauma di masa lalu
  • Sadari bahwa perilaku toxic dari orangtua sudah mengubah persepsi dan ekspektasi kamu mengenai hubungan yang seharusnya. Hal ini diharapkan dapat membantu kamu untuk berdamai dengan masa lalu
  • Cari tahu tentang pola asuh anak yang baik, dan hindari untuk tidak melakukan perilaku toxic pada anak di kemudian hari

Seperti yang sudah disebutkan, toxic relationship dalam keluarga perlu diwaspadai. Jika kamu sedang mengalami kondisi ini, jangan ragu untuk menceritakannya pada pihak yang tepat, sehingga solusi bisa segera didapatkan.

 

 

 

Featured Image - kompasiana.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!