Studi: Deretan Prosedur Medis yang Bisa Timbulkan Risiko Covid-19
Sejak pandemi Covid-19 berlangsung, banyak sekali berbagai informasi mengejutkan yang berkaitan dengan virus corona. Belum lama ini, ditemukan bahwa ada sejumlah prosedur medis – yang ternyata dapat menimbulkan risiko penyebaran Covid-19.
Hal tersebut diungkapkan oleh penelitian terbaru – diterbitkan dalam jurnal BMJ Open Respiratory Research. Penelitian tersebut dilakukan oleh tim ahli internasional, termasuk spesialis kesehatan kerja, serta pencegahan pengobatan dan penyakit menular.
Ada pun prosedur medis yang diklaim dapat meningkatkan risiko terjadinya penyebaran virus corona, yakni otopsi, penyedotan atau membersihkan jalan napas (suctioning), dan resusitasi kardiopulmoner. Bisa disebut demikian, karena deretan prosedur ini dapat menimbulkan aerosol – penyebaran Covid-19 lewat udara.
Ada Prosedur Medis yang Dapat Tingkatkan Risiko Penularan Covid-19

Studi: Deretan Prosedur Medis yang Bisa Timbulkan Risiko Covid-19 / Credit: honestdocs.id
Dalam menentukan prosedur mana yang tergolong menimbulkan aerosol dan berisiko penularan virus – penelitian tersebut pun sudah melakukan tinjauan secara sistematis terhadap pedoman kesehatan masyarakat.
Dari hasil studi – ditemukan ada 80 persen persetujuan dari sejumlah dokumen, yang menunjukkan bahwa sejumlah prosedur tersebut, yaitu otopsi, penyedotan atau membersihkan jalan napas (suctioning), dan resusitasi kardiopulmoner – dapat menghasilkan aerosol yang kuat.
Seperti yang diketahui, aerosol merupakan partikel padat atau cair yang dapat bertahan di udara. Umumnya, aerosol mengandung, virus, bakteri, maupun kuman penyebab penyakit – termasuk virus corona.
Dalam hal infeksi virus, partikel yang lebih besar dari aerosol dapat mengendap pada jarak yang cukup pendek – ini lebih dikenal dengan sebutan droplet. Tapi, perlu diketahui bahwa aerosol merupakan partikel yang lebih kecil dari droplet, sehingga penularan virus pun makin mudah terjadi, terlebih dalam ruangan tertutup.
Untuk itu, para petugas kesehatan yang akan melakukan prosedur – terlebih yang kemungkinan menimbulkan aerosol harus memakai alat pelindung diri (APD) secara lengkap, mulai dari masker N-95 yang memiliki kemampuan filter tinggi, sarung tangan, gaun pelindung, hingga pelindung bagian mata.
Alat pelindung diri merupakan salah satu senjata utama bagi pekerja medis – digunakan untuk melindungi diri dari paparan virus corona selama merawat pasien, baik pasien Covid-19 maupun non-Covid.
Featured Image - halodoc.com
Source - cnnindonesia.com





