Beberapa waktu belakangan, kabar terkait vaksin untuk membantu memutus rantai penularan Covid-19.

 

 

 

Berlanjut mengenai vaksin virus corona – mungkin di antara masyarakat ada yang kerap bertanya “berapa lama vaksin Covid-19 dapat melindungi tubuh? Dan bagaimana cara kerja vaksin tersebut?”. Untuk menjawab pertanyaan tersebut – berikut informasi yang perlu diketahui.

 

Berapa Lama Vaksin Bisa Melindungi Tubuh?

Vaksin 101: Mengenal Cara Kerja dan Kemampuannya Melindungi Tubuh / Credit: uzone.id

Perlu diketahui – vaksin dapat meningkatkan antibodi, sehingga tubuh dapat melawan infeksi yang berusaha menyerang. Dilansir dari PopMama, antibodi terbagi menjadi dua, yaitu:

  • Dalam kekebalan aktif, antibodi dihasilkan melalui paparan antigen atau vaksin.
  • Dalam kekebalan pasif, seseorang tidak membuat antibodi sendiri, tetapi diberikan dari sumber lainnya.

Dari dua jenis di atas, kekebalan aktif dapat bertahan lebih lama daripada kekebalan pasif.

Sebuah studi dari New England Journal of Medicine menjelaskan bahwa vaksin Covid-19 mampu melindungi tubuh dari virus selama sekitar 119 hari. Dalam kata lain – selama tiga bulan, imunitas tubuh akan terjaga dengan baik, sehingga paparan virus bisa diminimalisir.

Tetapi, perlindungan tersebut dapat diperoleh jika dosis kedua vaksin sudah diberikan. Karena, kalau hanya mendapat satu dosis saja, imunitas tubuh akan kembali menurun beberapa minggu setelah vaksinasi diberikan.

 

Vaksin Bisa Memberikan Proteksi Terhadap Penularan Penyakit

Vaksin 101: Mengenal Cara Kerja dan Kemampuannya Melindungi Tubuh / Credit: kompas.com

Penggunaan vaksin memang menjadi alternatif dalam menghindari sejumlah infeksi penyakit berbahaya. CDC menjelaskan bahwa kekebalan tubuh akan meningkat setelah diberi vaksin – sehingga tubuh pun tak mudah terserang penyakit.

Seseorang yang hanya memiliki kekebalan alami – tanpa diberikan vaksin, justru memiliki risiko yang lebih tinggi tertular virus.

 

Efikasi, Efektivitas, dan Serokonversi Vaksin

Vaksin 101: Mengenal Cara Kerja dan Kemampuannya Melindungi Tubuh / Credit: kabar24.bisnis.com

Hal lainnya yang perlu diketahui mengenai vaksin, yaitu soal efikasi, efektivitas, dan serokonveksi dari vaksin Covid-19.

Dari Instagram @adamprabata – beliau berusaha memberikan informasi terbaru mengenai vaksin. "Apakah efikasi vaksin bisa dinilai dari terbentuknya antibodi? Pelajaran dari klaim efikasi vaksin Sinovac yang dikatakan 97 persen. Saat ini klaim tersebut sudah diklarifikasi oleh pihak Sinovac dan Biofarma. Keduanya menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada bukti efikasi vaksin Sinovac untuk Covid-19," begitu tulisnya.

"Terdeteksinya antibodi setelah divaksin tidak sama dengan sudah terbukti efikasi atau efektifnya suatu vaksin. Perlu kehati-hatian ekstra dalam menyatakan klaim terhadap kemanjuran atau efikasi suatu vaksin," jelas dr.Adam dalam unggahannya.

Adapun perbedaan di antara ketiganya, yaitu:

  • Efikasi – merupakan kemampuan suatu vaksin untuk menurunkan munculnya penyakit pada kondisi optimal.
  • Efektivitas – kemampuan vaksin untuk menurunkan munculnya penyakit. Tetapi, angkanya berpotensi lebih kecil dibanding efikasi.
  • Serokonversi – muncul dan terdeteksinya antibodi pada seseorang yang diberikan vaksin.

 

 

 

Sejumlah informasi mengenai vaksin di atas memang penting diketahui dan dipahami. Diharapkan vaksin Covid-19 bisa segera didapatkan masyarakat, sehingga penularan virus corona dapat segera dihentikan.

 

Featured Image - kumparan.com

Source - popmama.com