Swab Antigen: Fakta dan Bahaya yang Mungkin Terjadi Jika Dilakukan Secara Mandiri

Swab Antigen: Fakta dan Bahaya yang Mungkin Terjadi Jika Dilakukan Secara Mandiri

font size A Ǎ

Maraknya praktik swab yang dilakukan sendiri tanpa bantuan ahli, mengejutkannya alat tersebut cukup banyak diperjualbelikan di situs perbelanjaan online. Kabar terkait hal ini pertama kali beredar di media sosial pada pertengahan Desember lalu, yang memperlihatkan seseorang melakukan swab ke teman-temannya. 

Tes yang menjadi perbincangan ini adalah swab antigen, yang digunakan sebagai salah satu metode deteksi infeksi virus corona. Sebagian orang memilih melakukan ini sendiri tanpa bantuan tenaga kesehatan. Padahal, tindakan tersebut dapat membahayakan diri sendiri dan orang sekitar. 

 

 

Lalu, Apa Itu Swab Antigen?

Swab Antigen: Fakta dan Bahaya yang Mungkin Terjadi Jika Dilakukan Secara Mandiri

Swab Antigen: Fakta dan Bahaya yang Mungkin Terjadi Jika Dilakukan Secara Mandiri / Credit: halodoc.com

Swab antigen dipilih karena harganya lebih murah dibandingkan swab PCR dan hasilnya lebih akurat. Swab ini digunakan  untuk melacak keberadaan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, bukan mendeteksi antibodi tubuh terhadap penyakit virus Corona. 

Swab ini dilakukan dengan cara memasukkan atau mencolokkan alat ke bagian dalam hidung hingga tenggorokan atau nasofaring untuk mengambil sampel lendir. Setelah itu diuji menggunakan alat yang sama seperti rapid tes untuk melihat hasilnya. 

 

Ini Bahaya Melakukan Swab Antigen Mandiri 

Swab Antigen: Fakta dan Bahaya yang Mungkin Terjadi Jika Dilakukan Secara Mandiri

Swab Antigen: Fakta dan Bahaya yang Mungkin Terjadi Jika Dilakukan Secara Mandiri / Credit: health.economictimes.indiatimes.com

Meskipun harganya lebih murah dibandingkan swab PCR. Namun, melakukan swab antigen sendiri akan menimbulkan dampak buruk bagi pasien. Berikut efek melakukan swab antigen sendiri:

Risiko Tertular virus Corona 

Pasalnya, melakukan swab sendiri ke orang lain itu risiko tertular sangat besar. Sebab kamu tidak tahu orang tersebut positif atau tidak. Lalu, apabila tidak memakai perlengkapan APD, kemungkinan virusnya menyebar dan terhirup dengan kontak yang sangat erat. 

 

Hasil yang Tidak Akurat 

Apabila orang awam yang melakukan swab tentunya tidak tidak memahami struktur anatomi hidung dan tidak mengetahui bagian yang harus diambil. Hal itu menimbulkan kesalahan dalam pengambilan bagian untuk pemeriksaan bisa memberikan hasil yang tidak akurat. Hasil pemeriksaan yang seharusnya positif. Namun, karena tempat pengambilannya salah, hasilnya jadi negatif. 

 

Pendarahan dan Bisa Patah 

Pengambilan yang asal-asalan dapat menyebabkan rasa sakit mungkin karena struktur orang yang hendak diswab memiliki struktur hidung bengkok sehingga rongga hidung lebih sempit. Selain itu, dampak selanjutnya adalah patahnya tangkai yang digunakan untuk melakukan swab. Apabila tangkai patah di dalam, sementara yang melakukan swab tidak mengerti cara mengambilnya, maka akan menyebabkan pendarahan di hidung atau epistaksis. 

 

Menyebabkan Kematian 

Efek buruk dari melakukan swab antigen tanpa bantuan tenaga kesehatan dapat menimbulkan kematian karena refleks vagal. Vagal atau vagus adalah bagian saraf yang terletak di leher. Saraf ini berhubungan erat dengan saluran pencernaan, sistem pernapasan, dan jantung. Apabila bagian ini tertekan maka dapat menyebabkan refleks vagal seperti batuk, muntah, pingsan, hingga kematian.

 

 

Melakukan swab sendiri tanpa bantuan tenaga ahli memang tidak dianjurkan. Lebih aman di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan tersebut. Yakin mau coba-coba swab sendiri?

 

Featured Image - jovee.id

Source - cnnindonesia.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!