Waktu Online Bertambah Selama Pandemi, Hati-Hati Hal Ini Bisa Bikin Stres!

Waktu Online Bertambah Selama Pandemi, Hati-Hati Hal Ini Bisa Bikin Stres!

font size A Ǎ

Selama pandemi, sebagian besar masyarakat beralih melakukan beragam kegiatannya di rumah saja. Tak bisa dipungkiri, waktu untuk online serta menatap layar gadget pun semakin meningkat. Nyatanya, kegiatan online yang dilakukan terlalu lama – justru, memiliki dampak buruk terhadap kesehatan mental.

Dilansir dari CNN Indonesia – sebuah studi yang dipublikasikan oleh Human Comunnication Research menemukan sebuah alasan terbaru, mengenai mengapa online terlalu lama selama pandemi dapat menyebabkan stres.

 

 

Waktu Online Bertambah Selama Pandemi, Hati-Hati Hal Ini Bisa Bikin Stres!

Waktu Online Bertambah Selama Pandemi, Hati-Hati Hal Ini Bisa Bikin Stres! / Credit: alodokter.com

Studi tersebut menganalisis sikap waspada seseorang ketika online. Sikap inilah yang dikenal dengan kewaspadaan online atau disebut juga online vigilance. Kewaspadaan tersebut yang membuat seseorang terus menerus memeriksa email, pesan pada aplikasi chat seperti Whatsapp, Instagram, media sosial lain, situs website, serta platform untuk belanja online.

Bagi seseorang yang sudah mengalami kewaspadaan online tersebut, biasanya mengalami berbagai tanda-tanda. Seperti selalu memikirkan dunia online, membuka banyak tab pada browser, hingga langsung bereaksi ketika menerima notifikasi.

 

Waktu Online Bertambah Selama Pandemi, Hati-Hati Hal Ini Bisa Bikin Stres!

Waktu Online Bertambah Selama Pandemi, Hati-Hati Hal Ini Bisa Bikin Stres! / Credit: viooptical.com

 

Hasil studi tersebut pun juga menunjukkan adanya kaitan erat antara waktu yang dihabiskan seseorang secara online dengan tingkat stres yang dialami. Bagaimana hasilnya? Studi melaporkan bahwa semakin lama waktu online, maka semakin tinggi pula stres atau kesehatan mental yang dialami.

Menurut peneliti, kebiasaan online – terlebih, berpindah dari satu situs ke situs lainnya, scrolling media sosial, serta aplikasi yang menguasai pusat perhatian otak, sehingga otak pun bekerja secara multitasking. Hal ini yang akhirnya menimbulkan stres berlebihan.

Multitasking secara konsisten terkait dengan tingkat stres yang dirasakan pun menjadi lebih tinggi. Memang, sebelumnya pernah ditemukan bahwa melakukan multitasking dapat membuat seseorang lebih rentan stres dan cemas.

Selain itu, suara notifikasi dari smartphone juga dapat memberikan tekanan lebih besar pada otak. Sebab, jika tidak segera merespons terhadap chat maupun informasi yang masuk, tubuh cenderung merasa bersalah. Oleh karena itu, disarankan untuk dapat fokus melakukan satu pekerjaan dahulu selama beraktivitas online. Lalu, luangkan waktu tanpa gadget, serta matikan pemberitahuan dari berbagai aplikasi yang dimiliki.

 

 

Featured Image - klikdokter.com

Source - cnnindonesia.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!