Virus corona yang mewabah sejak tahun 2020 silam, tidak henti-hentinya memberikan sesuatu yang baru. Hal ini termasuk adanya varian mutasi Covid-19 – yang muncul dalam beberapa bulan terakhir. Dikhawatirkan, jenis mutasi ini menyebar lebih cepat.

Ketika Covid-19 menyebar dan menginfeksi lebih banyak orang – virus memiliki kesempatan untuk bermutasi, terutama pada negara yang lambat atau tidak menerapkan lockdown, penerapan jarak sosial, maupun menutup perbatasan.

Mutasi – merupakan perubahan yang terjadi pada DNA virus, kemudian bentuk dan perilakunya akan berubah. Ketika virus menginfeksi tubuh, tugas utamanya adalah menggandakan diri, kemudian menyebar.

Dari sekian jenis virus baru Covid-19, jenis manakah yang paling berbahaya? Dilansir dari Detik, berikut ulasan lengkapnya.

 

 

Varian P1: Mutasi Asal Brazil

Credit Image - alodokter.com

Varian virus corona – yang ditemukan di Brazil, atau disebut sebagai varian P1, pertama kali diidentifikasi pada Desember 2020 silam. Varian ini turut berkontribusi dalam lonjakan kasus di Brazil – termasuk negara terdampak yang cukup parah.

Jenis mutasi ini dinilai lebih menular dibanding virus aslinya – bahkan, varian P1 mendominasi lonjakan kasus belakangan waktu terakhir. Meski demikian, masih belum ada bukti bahwa varian ini dapat menyebabkan kondisi yang lebih parah.

Sejak ditemukan Desember lalu, WHO sudah menemukan varian P1 di negara lain, seperti Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Spanyol, India, Meksiko, Jepang, Italia, dan Korea Selatan.

 

Varian Inggris alias B117

Varian asal Inggris atau disebut juga B117 – pertama kali ditemukan pada September tahun lalu. Saat awal ditemukan, B117 menyumbang satu dari empat diagnosis baru Covid-19. Namun, pada pertengahan Desember – kasusnya melonjak.

Mutasi ini memungkinkan virus untuk membentuk ikatan yang lebih erat dengan sel manusia, sehingga virus dapat memasuki sel tubuh lebih mudah. Semakin banyak orang yang terinfeksi varian ini – maka lebih cepat pula B117 jadi versi virus yang dominan.

 

Mutasi Asal Afrika Selatan, B1351

Credit Image - vtv.vn

Selanjutnya, ada pula varian virus corona asal Afrika Selatan – disebut juga B1351. Tidak hanya memiliki mutasi yang sama seperti pada varian Inggris dan Brazil, B1351 juga diklaim lebih mudah mengikat sel manusia – sehingga lebih menular.

Varian ini sudah diidentifikasi di sejumlah negara, termasuk Austria, Belgia, Kenya, Uni Emirat Arab, dan Jepang.

 

 

Featured Image - news.detik.com

Source - detik.com