Kecelakaan Kerja Sering Terjadi, Kenali 6 Jenis Umumnya

Kecelakaan Kerja Sering Terjadi, Kenali 6 Jenis Umumnya

font size A Ǎ

Setiap tempat kerja memang perlu memiliki sertifikasi Kesehatan dan Keselamatan Kerja alias K3. Ini bukan tanpa alasan, lho – sebab, selalu ada kemungkinan terjadinya kecelakaan di lokasi kerja. Jadi, tiap perusahaan melakukan tindakan pencegahan, dan terus berhati-hati ya.

Jenis-jenis kecelakaan kerja yang sering terjadi pun beragam. Meskipun kamu tak mengetahui kapan hal tersebut terjadi – melakukan tindakan antisipasi, menjadi langkah paling disarankan. Dengan begitu, risiko mengalami kecelakaan kerja dapat berkurang.

Setidaknya, ada enam jenis kecelakaan kerja yang paling umum terjadi di lingkungan perusahaan. Apa saja hal tersebut? Berikut ini ulasan lengkapnya.

 

 

Jatuh atau Kepeleset: Kecelakaan Kerja Paling Sering Terjadi

Kecelakaan Kerja Sering Terjadi, Kenali 6 Jenis Umumnya

Credit Image - isafetymagazine.com

Jenis kecelakaan kerja, yang paling umum dialami – yaitu, jatuh maupun kepeleset. Baik itu di area perkantoran maupun pabrik, pasti ada area yang tidak rata atau licin – sehingga ada kemungkinan karyawan dapat terjatuh.

Selain itu, risiko jatuh juga bisa terjadi di area yang mengharuskan bekerja dari ketinggian, lho. Jadi, kamu mesti ekstra waspada ya! Nah, kalau kamu bekerja di area seperti ini – gunakan alas kaki yang kuat dan permukaannya cukup kesat.

 

Mengalami Cedera Otot

Cedera otot juga termasuk dalam jenis kecelakaan kerja, lho. Biasanya, ini sering terjadi di lingkungan kerja – yang mengharuskan karyawan membawa beban berat. Cedera dapat dialami di area punggung dan leher.

Untuk menghindarinya, cari tahu teknik mengangkat barang berat secara tepat. Atau, bisa juga tanyakan pada rekan kerja, serta tim K3 di perusahaan tempatmu bekerja.

 

Tertimpa Objek Tertentu, Mesti Diwaspadai!

Kecelakaan Kerja Sering Terjadi, Kenali 6 Jenis Umumnya

Credit Image - safetysignindonesia.id

Selain di lingkungan kerja dengan konsep pabrik, kecelakaan kerja yang satu ini – bisa terjadi di mana saja. Bahkan, objek yang jatuh dari atas lemari pun dapat menyebabkan cedera, apalagi tanpa ada antisipasi sebelumnya.

Bagaimana cara menghindarinya? Ketika melewati lorong atau tempat penyimpanan barang – pastikan tumpukan benda yang berpotensi menimpa, sudah berada di posisi yang benar dan aman. Ini merupakan langkah antisipasi tepat, untuk hindari terjadinya kecerlakaan kerja.

 

Kecelakaan Kerja, Juga Dapat Berupa Luka Gores

Perlengkapan umum yang ada di area kerja, seperti pemotong kertas dapat menyebabkan luka gores. Bahkan, kecelakaan kerja satu ini – tak jarang dialami oleh para karyawan, lho. Untuk itu, sebaiknya sosialisasikan cara aman menggunakan alat tertentu, termasuk pemotong kertas, dan lainnya.

 

Menghirup Gas Beracun

Kecelakaan Kerja Sering Terjadi, Kenali 6 Jenis Umumnya

Credit Image - verdeghaia.com.br

Untukmu yang bekerja di lingkungan dengan zat kimia berbahaya, atau bahkan beracun – juga rentan mengalami kecelakaan kerja, mulai dari mengalami reaksi alergi di kulit atau mata, hingga keluhan kesehatan akibat terlalu sering menghirup gas beracun.

Agar hal tersebut dapat diminimalisir, pastikan kamu sudah menggunakan semua perlengkapan yang diwajibkan. Apalagi, kalau kamu mesti berada di area berbahaya dalam jangka waktu lama.

 

Terkena Paparan Suara Bising

Bagi pekerja yang setiap harinya harus menghadapi suara bising – kesehatan telinga merupakan kondisi yang paling dikhawatirkan. Hati-hati, hal ini bisa menyebabkan industrial deafness, terlebih jika tak melakukan tindakan pencegahan tepat.

Pekerja mesti menggunakan alat pelindung telinga – dan perlengkapan lainnya, serta sesekali pergi ke tempat yang lebih sepi.

 

Tindakan Preventif: Kunci Utama Hindari Kecelakaan Kerja

Kecelakaan Kerja Sering Terjadi, Kenali 6 Jenis Umumnya

Credit Image - sehatq.com

Tak hanya keenam jenis kecelakaan di atas, namun masih ada banyak jenis lainnya – yang mungkin lebih spesifik, dan bergantung pada lingkungan kerja masing-masing.

Intinya, tindakan preventif mesti dilakukan – baik dari pihak karyawan maupun perusahaan. Sebab, tidak ada yang pernah tahu kapan kecelakaan kerja akan terjadi. Yang pasti, mengikuti protokol keamanan – menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko kecelakaan.

Selain sikap antisipasi, lingkungan kerja juga harus memiliki sistem keselamatan darurat – seperti alarm dan titik kumpul aman, apabila sewaktu-waktu terjadi bencana alam atau kebakaran.

 

 

Featured Image - gim-bi.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!