Dalam hitungan hari, momen yang paling ditunggu oleh seluruh umat musim di dunia – yaitu, bulan Ramadhan akan segera tiba. Ini merupakan kedua kalinya masyarakat mesti menjalani ibadah puasa di tengah pandemi Covid-19.

Penularan virus yang masih cukup masif, mungkin kerap menimbulkan pertanyaan, seperti “apakah OTG virus corona masih boleh melakukan ibadah puasa?” Hal tersebut sepertinya cukup membingungkan – mengingat, kondisi pasien yang sedang dalam proses pemulihan.

Untuk menjawab pertanyaan seputar ibadah puasa yang dilakukan oleh Orang Tanpa Gejala, berikut ini ulasan lengkapnya.

 

 

OTG Covid-19: Bolehkah Menjalani Ibadah Puasa?

Credit Image - riauonline.co.id

Orang Tanpa Gejala menjadi sosok yang dipertanyakan – apakah tetap boleh berpuasa? Atau justru tidak? Pasalnya, berpuasa dikhawatirkan dapat menghambat proses pemulihan pasien. Belum lagi, OTG juga tetap membutuhkan asupan makanan bergizi untuk meningkatkan imun tubuh – yang berperan melawan virus.

Sebenarnya, OTG Covid-19 masih diperbolehkan berpuasa. Karena, orang yang termasuk dalam kelompok ini masih memiliki kekebalan tubuh yang cukup kuat – sehingga, masih bisa melawan infeksi virus di dalam tubuh.

Meski demikian, hal ini masih harus dikonsultasikan kepada dokter terkait – dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien. Jika dokter tidak menganjurkan untuk berpuasa, sebaiknya ikuti saran tersebut, ya!

 

Cara Tepat dan Aman Berpuasa Bagi OTG

Credit Image - heart.org

Lalu, kalau pihak medis menyatakan pasien OTG boleh berpuasa – ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Yang utama, yaitu pasien mesti tetap harus mengonsumsi menu makanan seimbang ketika sahur maupun berbuka.

Disarankan perbanyak konsumsi lauk pauk hewani, terutama ikan laut. Kemudian, perbanyak konsumsi sayuran hijau dan buah-buahan. Yang tak boleh dilewatkan – pastikan pasien tetap memenuhi kebutuhan cairan tubuh, dengan minum minimal 8 gelas sehari.

Selain itu, istirahat yang cukup, lakukan aktivitas ringan sebelum berbuka – dan konsumsi suplemen vitamin, terlebih vitamin C. Asupan yang satu ini penting untuk bantu menjaga, sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh – yang berperan melawan virus.

Untuk suplemen, dapat konsumsi Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, seperti Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat yang membantu jaga daya tahan tubuh.

Enervon-C tersedia dalam dua jenis, yaitu Enervon-C Effervescent dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg. Keduanya memiliki manfaat yang baik untuk optimalkan kekebalan tubuh – serta bantu proses pemulihan.

Jika selama masa berpuasa OTG justru mengalami gejala – segera hubungi pihak medis, dan sementara waktu jangan berpuasa dahulu, ya.

 

Tips Hindari Penularan Virus Selama Bulan Puasa

Credit Image - merdeka.com

Untuk kamu yang masih dalam keadaan sehat, dapat berpuasa – sekaligus masih harus melindungi diri dari penularan virus, berikut ini hal-hal yang perlu dilakukan.

  • Hindari melewatkan jam sahur dan berbuka puasa
  • Makan sesuai porsi, jangan berlebihan! Perbanyak konsumsi buah, sayuran, karbohidrat, protein, dan lemak
  • Minum air putih yang cukup, setidaknya 2 liter per hari
  • Olahraga di rumah
  • Tetap jaga kebersihan diri dengan mencuci tangan
  • Ketika bepergian ke luar rumah, pastikan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku

Status OTG memang masih perlu mendapat pantauan dari pihak medis – termasuk rekomendasi dalam menjalani puasa. Jika masih ragu mengenai hal ini, silahkan konsultastikan ke dokter terkait untuk tindakan yang tepat.

 

 

Featured Image - genpi.co

Souce - klikdokter.com