Apakah kamu sedang mencari pekerjaan baru? Kalau begitu, informasi mengenai portofolio kerja ini wajib disimak ya! Salah satu faktor yang cukup menentukan dalam mendapat sebuah pekerjaan – yaitu, penyusunan CV secara tepat dan menarik.

Tapi sayangnya, terkadang ada berbagai macam kesalahan – yang masih sering dilakukan nih. Padahal portofolio kerja memiliki peran penting, agar perusahaan yang dituju dapat tertarik dan mengajakmu ke tahap wawancara.

Untukmu yang sedang memperbarui portofolio kerja, dan ingin melamar pekerjaan ke perusahaan impianmu, yuk simak berbagai kesalahan yang wajib dihindari.

 

 

No Typo, Please!

Credit Image - morioh.com

Kesalahan dalam membuat portofolio kerja ini – masih sering terjadi, lho. Jika diibaratkan, CV merupakan wajahmu yang akan pertama kali dilihat oleh HRD. Jadi, seharusnya kesalahan typo – tak boleh lagi terjadi.

Bayangkan saja kalau portofolio kerjamu ada typo, wah sudah pasti malu kan? Hal ini juga akan mengganggu dan memengaruhi kesan pertama rekruter. Untuk itu, ketika membuat CV – periksa kembali usai selesai mengetik, ya.

 

Menyebutkan Hal yang Tak Valid Alias Bohong

Kemudian, dalam menyusun portofolio kerja – pastikan kamu menyebutkan hal yang sebenarnya. Misalnya, kalau memiliki IPK 3.00, tapi karena syarat minimal pekerjaan yang dituju adalah IPK 3.20 – lantas, kamu malah menuliskan tidak sesuai kenyataan.

Memang sih, bisa saja pihak perusahaan tidak langsung meminta ijazahmu, tapi sebaiknya kesalahan ini wajib dihindari – karena, akibatnya bisa fatal, lho. Jujur dari hal paling kecil dapat menjadi modal dalam meraih kepercayaan yang lebih besar.

 

Hindari Menulis Portofolio Kerja Terlalu Panjang

Credit Image - symboinsurance.com

Saat mencari kerja, tak sedikit calon pelamar yang sering membawa portofolio sampai berlembar-lembar. Wah, hal satu ini juga mesti dihindari. Ingat, portofolio kerja bukanlah esai – jadi, hindari menulisnya terlalu panjang.

Selain itu, portofolio kerja yang tebal bukanlah penjamin kamu akan diterima oleh perusahaan tersebut. Alih-alih tertarik, tim rekruiter akan sulit menemukan hal yang sebenarnya dibutuhkan untuk lowongan pekerjaan itu.

Jadi, tetap jadikan portofolio efektif dan menarik untuk dilihat, ya.

 

Terlalu Banyak Informasi Mesti Dihindari

Apakah kamu sudah aktif dalam freelance maupun berbagai organisasi di kampus? Memang sih, hal tersebut bisa menjadi suatu kebanggan tersendiri. Tapi, tak semuanya harus dimasukkan ke dalam portofolio kerja, lho. Sebab, terlalu banyak informasi – bisa menyamarkan poin penting yang ingin ditampilkan.

Jadi, usahakan kamu membuat CV sesuai dengan posisi yang ingin dilaar. Kemudian, hindari menuliskan prestasi dan hasil pekerjaan – yang tidak berkaitan dengan lowongan pekerjaan tersebut. Nah, hal ini bisa dijelaskan langsung saat wawancara saja.

 

Konten yang Terlalu Objektif

Credit Image - nfcc.org

Beberapa hal dalam membuat CV maupun portofolio kerja – terbilang cukup personal, misalnya mengenai kecenderungan pilihan kata, penjelasan, dan pernyataan. Tapi perlu diingat – tujuanmu adalah menarik tim rekruiter agar bisa dipanggil wawancara dan lolos seleksi.

Jadi, hindari membuat portofolio kerja terlalu objektif, tapi sebaiknya perbanyak konten yang memang sesuai dengan profesi. Misalnya, keinginan untuk bekerja di kota lain – ini tak perlu dijelaskan, kamu bisa mengatakannya secara verbal ketika sesi interview.

Nah, itulah kelima kesalahan dalam membuat portofolio kerja yang wajib dihindari. Selamat mencoba, Enervoners!

 

 

Featured Image - stikfamika.ac.id