Meskipun program vaksinasi Covid-19 masih terus berjalan sampai saat ini — tetapi, protokol kesehatan masih wajib dijalani secara ketat. Sebab, mendapat vaksin bukan berarti 100 persen terlindungi dari ancaman infeksi virus.

Berkaca dari kasus peningkatan angka positif virus corona di perkantoran — Pemerintah DKI Jakarta mengungkapkan bahwa dalam seminggu terakhir, kasus positif meningkat pada perkantoran yang sudah mendapat vaksin Covid-19.

Hal tersebut cukup mengkhawatirkan — bagaimana tidak? Di rentang waktu 5-11 April 2021 silam, terdapat 157 jumlah kasus di 78 kantor. Kemudian, tanggal 12-18 April — angka positif meningkat jadi 452 di 177 perkantoran. Data tersebut diperoleh dari Pemprov DKI Jakarta. Ditekankan kembali, bahwa sejumlah kantor tersebut, mayoritas karyawannya telah mendapat vaksin virus corona.

Untuk itu, jangan sampai lengah walaupun sudah mendapat vaksinasi! Ingat, vaksin bukanlah jaminan 100 persen terhindar dari virus corona.

 

 

Vaksin Sinovac: Perlindungannya Terhadap Tubuh

Credit Image - jawapos.com

Berdasarkan kutipan dari BMJ; Sinovac Press Release; AstraZeneca Press Releasevaksin Sinovac yang kini digunakan dalam program vaksinasi di Indonesia belum terbukti kemampuannya untuk mencegah seseorang terinfeksi virus.

Meski demikian, berdasarkan informasi Data Pemerintah Chili tahun 2021, dengan memperoleh vaksin Sinovac ada sejumlah risiko yang dapat berkurang — seperti, 67 persen mencegah Covid-19 dengan gejala, 85 persen mengurangi risiko jalani rawat inap, 89 persen mencegah masuk ICU akibat infeksi virus corona, dan 80 persen mencegah risiko kematian.

Jadi, dalam kata lain meskipun vaksin Sinovac belum terbukti 100 mampu melindungi diri dari ancaman virus, tetapi vaksin ini dapat mengurangi sejumlah risiko berbahaya ketika terinfeksi Covid-19.

 

Bagaimana Dengan Vaksin AstraZeneca?

Sementara, untuk vaksin merek AstraZeneca dapat melindungi dari infeksi Covid-19 tanpa gejala sebesar 50%-67%. Jadi, sama seperti vaksin Sinovac — seseorang yang sudah mendapat vaksin AstraZeneca masih berpotensi terkena virus corona. Hal tersebut juga disebutkan dari BMJ; Sinovac Press Release; AstraZeneca Press Release.

Kemudian, informasi dari Vasileiou, 2021; Voysey 2021 menyebutkan bahwa vaksin AstraZeneca mampu mengurangi beberapa risiko berbahaya ketika terinfeksi virus — seperti, mencegah Covid-19 sebesar 63%-79%, serta mengurangi risiko mengalami gejala berat dan harus dirawat inap sebesar 88%-100%.

 

Jadi, Prokes Tetap Harus Diterapkan Usai Dapat Vaksin!

Credit Image - idnjurnal.com

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kemampuan vaksin untuk mencegah terinfeksi virus — belum diketahui, alias belum bisa melindungi sampai 100 persen. Bahkan, kemampuan vaksin untuk mencegah Covid-19 bergejala pun masih belum 100 persen.

Hanya saja, dengan mendapat vaksinasi risiko mengalami gejala berat, hingga harus dirawat di ICU — atau risiko kematian pun sangat dapat diminimalisir.

Melindungi diri tetap jadi prioritas utama dalam rangka pemutusan mata rantai penularan virus. Dengan demikian, protokol kesehatan masih harus dijalani secara maksimal, termasuk bagi orang yang sudah memperoleh vaksin.

 

Optimalkan Perlindungan Diri: Jaga Pula Imunitas

Selain menerapkan protokol kesehatan, sekaligus mendapat vaksin — tak boleh dilupakan, menjaga imunitas tubuh juga mesti dijalani. Bagaimana caranya?

Mudahnya, masyarakat sangat dianjurkan menjalani gaya hidup sehat, seperti memiliki pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga — aktif bergerak bisa kurangi risiko infeksi virus, miliki waktu tidur yang cukup dan berkualitas, serta kelola stres dengan baik.

Selain itu, penuhi juga kebutuhan vitamin harian — terutama vitamin C yang berperan penting dalam menjaga kekebalan tubuh. Vitamin yang satu ini juga bisa didapat dengan rutin mengonsumsi suplemen multivitamin.

Direkomendasikan untuk minum Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Selain itu, kandungan Vitamin B Kompleks dapat bantu optimalkan proses metabolisme. Sehingga, makanan yang dikonsumsi bisa diubah menjadi sumber energi untuk tubuh — yang tentunya dapat bertahan lebih lama.

Minum Enervon-C dalam bentuk tablet yang mengandung 500 mg Vitamin C, atau Enervon-C Effervescent — dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra, terutama kamu yang sudah sering beraktivitas di luar rumah.

 

Jadi, dari penjelasan di atas dapat diartikan bahwa vaksin Covid-19 belum tentu mampu 100 persen melindungi dari ancaman infeksi virus. Tetapi, dengan mendapat vaksin, risiko mengalami gejala berat hingga kematian dapat diminimalisir.

Untuk itu, terus terapkan protokol kesehatan secara ketat dan lengkap — serta jaga imunitas tubuh agar risiko tertular pun dapat dihindari!

 

 

Featured Image - time.com

Source - instagram.com/@adamprabata