Setiap orangtua pasti menginginkan buah hatinya memiliki suasana hati yang baik sepanjang waktu. Dengan mood yang tepat – Si Kecil pun akan merasa selalu ceria dan semakin aktif melakukan kegiatannya ya.

Tapi sayangnya, suasana hati yang baik tidak dapat selalu dimiliki anak, lho. Sama seperti orang dewasa, Si Kecil juga seringkali mengalami perubahaan mood – atau disebut juga dengan mood swing. Kondisi tersebut bisa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya dipicu oleh makanan yang ia konsumsi.

Dikutip dari Learning Litoff, ada sejumlah makanan tertentu yang dapat memperburuk perubahan suasana hati anak, dan akhirnya menyebabkan mood swing. Dengan demikian, makanan tersebut memang harus dihindari – atau dibatasi konsumsinya.

Lantas, apa saja sih makanan yang dapat menyebabkan mood swing pada anak? Untuk mengetahuinya, yuk, simak ulasannya di bawah ini!

 

 

Makanan Tinggi Gula, Bisa Sebabkan Anak Hiperaktif

Credit Image - alliancedental.ca

Yang pertama, makanan tinggi gula menjadi jenis asupan yang mesti dibatasi – untuk menghindari terjadinya mood swing pada Si Kecil. Selain itu, makanan manis juga cenderung membuat anak lebih hiperaktif dan mudah depresi, lho.

Menurut Parenting Pod, ketika anak mengonsumsi gula berlebih, maka hal tersebut akan mengarah pada pasang surut – terkait kadar glukosa di dalam tubuhnya. Efek roller coaster inilah yang akan menimbulkan gejala gangguan mood pada anak.

Jadi, cobalah untuk menghindari Si Kecil dari konsumsi makanan atau minuman yang mengandung sirup beras, barley matt, dextrose, sukrosa, maltose, dan sirup jagung fruktosa. Dan, ada baiknya – orangtua lebih sering memantau label kemasan dengan teliti, agar anak tak terlalu banyak konsumsi gula!

 

Kacang-Kacangan Juga Dapat Sebabkan Mood Swing

Moms, tahukah kamu jenis makanan yang satu ini juga dapat menyebabkan mood swing pada anak? Ya, sama seperti gula, biji-bijian olahan secara langsung akan memengaruhi kesehatan otak anak. Ketika peradangan meningkat, maka kesehatan mental anak terpengaruhi.

Biji-bijian olahan dapat menghasilkan peradangan usus, kemudian menyebabkan masalah pada suasana hati Si Kecil. Jadi, apabila orangtua menemukan masalah perilaku setelah anak mengonsumsi salah satu jenis kacang-kacangan tertentu, mungkin sudah waktunya untuk menghilangkan makanan tersebut dari menu Si Kecil ya.

 

Makanan Berwarna Akan Mengubah Perilaku Si Kecil

Credit Image - hanakobabyshop.com

Selanjutnya, makanan yang juga dapat menyebabkan mood swing – hingga membuat perilaku anak berubah, yaitu makanan berwarna. Salah satu makanan yang tergolong jenis ini, yaitu permen. Faktanya, permen punya andil dalam menyebabkan serangan hiperaktif, dan perubahan perilaku pada anak, lho.

Jadi, dalam kata lain – pewarna makanan dan pemanis buatan merupakan penyebab terbesar dari perubahan suasana hati yang dialami Si Kecil. Ketika seorang anak menunjukkan kesehatan mental yang buruk – ini berarti bahwa ia sedang mengalami penyimpangan serius dari perkembangan yang seharusnya.

Untuk itu, sebelum memberikan makanan berwarna, kenali dahulu label makanan dan minuman yang tertera ya, moms.

 

Makanan Berbahan Gandum Dapat Membuat Anak Merasa Sedih

Makanan berbahan gandum, seperti olahan roti putih maupun biskuit juga berpengaruh pada mood swing yang dialami anak, lho. Jadi, orangtua mesti bisa membatasi konsumsi jenis makanan yang satu ini ya!

Pasalnya, makanan dari gandum olahan dapat menyebabkan peradangan gastrointestinal dan dapat membatasi efek hormon serotonin yang diproduksi di area tubuh. Dengan serotonin yang rendah – maka suasana hati yang lebih sedih, seperti depresi pun lebih rentan dialami oleh anak-anak.

Agar suasana hati Si Kecil tetap bagus maka mulailah menggantinya dengan beras merah, oatmeal, quinoa, roti gandum, buah, dan juga sayuran.

 

Batasi Pula Pemberian Susu pada Si Kecil Ya!

Credit Image - kumparan.com

Selain makanan berbahan gandum olahan, orangtua juga perlu mengurangi makanan atau minuman yang mengandung susu berlebih. Produk olahan susu, seperti yogurt dan keju – memiliki protein kasein yang sulit dicerna oleh tubuh anak.

Nantinya, usai mencapai usus, reseptor bereaksi dengan membuat antibodi. Hal inilah adanya peningkatan stres pada anak balita. Selain itu, anak yang memiliki kondisi lactose intolerant mungkin bisa merasa tidak nyaman – dan menunjukkan perilaku agresif sehingga mudah rewel.

Jika orangtua khawatir Si Kecil tidak mendapat kalsium yang cukup – bisa lakukan cara lainnya untuk memastikan asupan sudah optimal. Misalnya, pertimbangkan memberi minuman bebas susu, seperti susu almond, atau susu kedelai.

Kemudian, moms juga dapat memberikan sang buah hati sumber kalsium lainnya dari jamur, brokoli, ikan sarden dan selada air.

 

Moms, agar pertumbuhan Si Kecil semakin optimal – pastikan kamu sudah memenuhi kebutuhan nutrisinya secara maksimal. Tak hanya dengan menyajikan menu makanan bergizi, kebutuhan nutrisi juga bisa diperoleh dengan memberi Si Kecil multivitamin. Tapi, suplemen apa yang direkomendasikan?

Berikan multivitamin Enervon-C Plus Sirup yang mengandung Vitamin A, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Vitamin C, dan Vitamin D.

Sejumlah vitamin tersebut, dapat membantu anak tetap aktif di masa pertumbuhannya, meningkatkan nafsu makan, membantu pembentukan tulang dan gigi, serta bantu pelihara daya tahan tubuhnya biar tidak mudah sakit.

 

Nah, itulah kelima jenis makanan yang sebaiknya dihindari – untuk mengurangi risiko terjadinya mood swing pada anak. Yuk, mulai sekarang, lebih fokus untuk memberi makanan sehat dan tepat agar kesehatan anak secara keseluruhan dapat terjaga!

 

 

Featured Image - klikdokter.com