Seperti diketahui, batuk merupakan salah satu gejala Covid-19 yang paling sering dialami oleh pasien. Tak heran, kalau ketika batuk – tak sedikit orang yang langsung waspada dan berasumsi bahwa dirinya terinfeksi virus corona. Memang, batuk Covid dengan batuk pada umumnya seringkali sulit untuk dibedakan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) batuk, demam, dan rasa lelah menjadi gejala yang paling banyak dialami oleh pasien Covid-19. Selain itu, pada beberapa penderitanya, kadang merasa gejala nyeri, sakit tenggorokan, timbul ruam.

Nah, lantas bagaimana dengan batuk Covid? Mengingat, kini sedang musim pancaroba – yang bisa saja menjadi penyebab penyakit batuk, maupun pilek pada umumnya. Jadi, sebenarnya apa saja sih ciri-ciri dari batuk Covid?

Yuk, simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

 

 

Kemunculan Batuk Menjadi Hal yang Perlu Diperhatikan

Credit Image - gaya.tempo.co

Hal pertama yang mesti diperhatikan, yaitu kemunculan gejala batuk Covid. Dilansir dari Detik – menurut spesialis paru-paru dr Budhi Imansyah, SpP, FISR menyatakan bahwa batuk Covid dapat muncul secara tiba-tiba tanpa adanya penyebab yang jelas, serta berlangsung secara terus-menerus.

Biasanya orang akan batuk karena beberapa hal, seperti terpapar udara kotor, mengonsumsi makanan yang digoreng – atau terlalu banyak minum minuman dingin, serta kebiasaan merokok yang dimiliki. Namun, pada infeksi virus, batuk Covid akan muncul tanpa adanya penyebab yang pasti.

 

Biasanya Mengalami Batuk Kering

Umumnya batuk Covid akan dirasakan tanpa disertai dengan dahak – atau disebut juga sebagai batuk kering. Menurut Aline M. Holmes dari Rutgers University School of Nursing mendeskripsikan batuk Covid terdengar kasar, bahkan berat, dan batuknya berasal dari paru-paru bagian bawah.

Hanya saja, perlu kamu ketahui dalam beberapa kasus, ada pasien yang justru mengalami batuk basah. Ketika pasien mengalami gejala tersebut – wajib waspadai! Sebab, hal ini mengindikasikan infeksi sudah dalam tahap menimbulkan pneumonia, sehingga paru-paru terisi oleh cairan peradangan.

 

Dapat Menimbulkan Gejala Sesak Napas

Credit Image - viva.co.id

Batuk karena penyebab pada umumnya, atau penyakit flu maupun pilek tidak akan sampai menimbulkan sesak napas, namun berbeda dengan batuk Covid. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, menyarankan agar segera mencari bantuan medis jika batuk sudah sampai menimbulkan sesak napas.

Jadi, kamu mesti mengetahui tanda-tanda darurat dari infeksi Covid-19. Sehingga, ketika gejala berat mulai dirasakan – maka, segera hubungi fasilitas kesehatan agar penanganan secara tepat bisa segera dilakukan.

 

Adanya Gejala Penyerta Lain

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, infeksi virus corona dapat menimbulkan berbagai gejala. Sebelum menyimpulkan dirimu terinfeksi Covid-19 – pastikan juga kamu memang merasakan gejala penyerta lainnya.

Jika kamu batuk disertai gejala, seperti demam, hilangnya fungsi indera penciuman dan perasa, diare, merasa lelah, nyeri otot, sakit kepala, diare, hingga sakit tenggorokan, bisa jadi ini merupakan gejala virus corona.

 

Selama Pandemi, Pastikan Kamu Sudah Lakukan Langkah Pencegahan!

Credit Image - blog.scdhec.gov

Mencegah lebih baik dari mengobati, untuk itu pastikan kamu terus melakukan pencegahan secara disiplin agar risiko tertular virus dapat diminimalisir. Adapun pencegahan yang perlu dilakukan, yaitu memakai masker – bisa gunakan masker ganda untuk perlindungan ekstra, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, serta hindari bepergian kecuali untuk urusan mendesak!

Yang tidak kalah penting, jaga selalu kesehatan, sehingga daya tahan tubuh pun tetap optimal – untuk itu, kamu disarankan menerapkan gaya hidup sehat. Jadi, ketika kekebalan sudah baik, maka risiko infeksi pun lebih rendah, lho.

Lalu, gaya hidup sehat seperti apa yang mesti dilakukan? Mudahnya, kamu dianjurkan untuk rutin mengonsumsi suplemen Vitamin C.

Direkomendasikan untuk minum multivitamin Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, seperti Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit.

Kandungan Vitamin B Kompleks dalam Enervon-C – juga mampu mengoptimalkan proses metabolisme, lho. Sehingga, makanan yang dikonsumsi dapat diubah menjadi energi. Jadi, tak perlu khawatir tubuh gampang lemas seharian ya.

Kamu dapat mengonsumsi Enervon-C Effervescent – dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg dan mampu berikan perlindungan ekstra.

 

Wah, bagaimana nih? Sudah cukup jelas ya ulasan mengenai tanda batuk Covid. Jadi, jangan sampai keliru lagi! Yuk, terus terapkan protokol kesehatan dan selalu jaga imunitas tubuh agar risiko infeksi dapat diminimalisir.

 

 

Featured Image - health.detik.com