Beberapa waktu terakhir, melakukan isolasi mandiri saja di rumah.

Karantina mandiri merupakan tindakan yang dilakukan untuk mencegah menularkan virus corona ke orang lain di sekitar. Umumnya, tindakan ini diterapkan oleh pasien tanpa gejala – alias OTG, atau yang memiliki gejala ringan.

Sebisa mungkin, isolasi mandiri di rumah dilakukan secara terpisah dengan area aktivitas anggota keluarga lainnya. Selain itu, pasien juga disarankan memiliki kamar tidur dan kamar mandi terpisah. Tentunya, peralatan makan pun tidak boleh digabungkan dengan yang lain.

Tak perlu khawatir, pasien juga tetap dapat melakukan konsultasi dengan dokter secara online selama melakukan isolasi mandiri. Namun, diharapkan pasien juga perlu memantau gejala yang dialami, untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Berkaitan dengan memantau perkembangan, pasien disarankan memiliki sejumlah alat kesehatan tertentu di masa isolasi mandiri. Apa saja?

Berikut ini ulasannya.

 

 

Masker Medis Wajib Dimiliki

Credit Image - id.berita.yahoo.com

Sudah pasti penting, masker medis menjadi perlengkapan paling esensial yang perlu dimiliki ketika menjalani isolasi mandiri. Dalam kondisi karantina, pasien mesti menggunakan masker medis terutama ketika harus berada di area luar kamar isolasi.

Pasien yang tengah isolasi mandiri disarankan untuk menggunakan masker yang memiliki efektivitas menyaring sebesar 30-95 persen partikel. Hal ini dilakukan untuk menghindari menularkan virus ke anggota keluarga lainnya.

 

Termometer Untuk Memantau Suhu Tubuh

Seperti diketahui, demam merupakan salah satu gejala umum Covid-19. Dilansir dari CNN Indonesia, dunia medis menyepakati bahwa suhu tubuh normal berada di kisaran 36,1-37,2 derajat Celcius. Di atas suhu tersebut, maka sudah bisa dikatakan tubuh mengalami demam ringan.

Selama isolasi mandiri, waspadai jika mengalami demam tinggi dengan suhu tubuh mencapai atau lebih dari 38 derajat Celcius. Untuk itu, cobalah rutin memeriksa suhu tubuh setidaknya dua hari sekali, yaitu pagi dan sore menjelang malam – di mana suhu tubuh mencapai angka paling tinggi.

Saat ini, ada beberapa jenis termometer yang tersedia di pasaran. Jika menggunakan termometer mulut, periksa suhu tubuh sekitar 20-30 menit setelah makan atau minum. Dan, tidak disarankan untuk mengecek suhu tubuh setelah olahraga dan mandi.

 

Oksimeter Untuk Mengukur Kadar Oksigen

Credit Image - prameyanews.com

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mewajibkan pasien Covid-19 untuk memiliki oksimeter ketika menjalani isolasi mandiri di rumah. Benda tersebut digunakan untuk mengukur kadar oksigen di dalam darah. Seperti diketahui, virus corona dapat menyebabkan penurunan kadar oksigen secara tak terduga.

Tingkat saturasi oksigen dapat dikatakan normal ketika berada di antara 95-100 persen. Namun, jika saturasi berada di bawah angka 95 persen, maka hal tersebut patut diwaspadai. Kondisi ini dapat berpotensi menyebabkan hipoksemia – atau kekurangan oksigen. Dan, gunakan oksimeter dalam keadaan istirahat untuk mendapat hasil akurat.

 

Alat Medis Pendukung, Jika Memiliki Komorbid

Bagi pasien yang tidak memiliki komorbid, ketiga alat kesehatan di atas sudah cukup untuk memantau kondisi kesehatan selama menjalani isolasi mandiri di rumah. Namun, pasien dengan penyakit penyerta mungkin membutuhkan alat kesehatan tambahan yang berfungsi untuk mengontrol kondisi.

Misalnya, pasien dengan hipertensi disarankan untuk memiliki alat pengukur tekanan darah. Sementara, pasien yang memiliki komorbid diabetes, disarankan untuk menyiapkan alat glukometer untuk memeriksa kadar gula darah secara berkala selama masa isolasi mandiri.

 

Selama Isolasi Mandiri, Tetap Kuatkan Imunitas Tubuh!

Credit Image - nasional.kompas.com

Selama menjalani isolasi mandiri, tetap tingkatkan imunitas – yang berperan penting dalam melawan virus. Pastikan kamu mengonsumsi makanan bergizi seimbang, perbanyak konsumsi buah dan sayur, istirahat yang cukup, serta kelola stres dengan baik. Ingatlah bahwa stres juga dapat menurunkan imunitas!

Optimalkan perlawanan tubuh terhadap virus corona dengan rutin mengonsumsi sejumlah vitamin, seperti Vitamin C, Vitamin B Kompleks, dan Zinc. Lantas, dari mana bisa memperoleh sejumlah asupan vitamin tersebut?

Disarankan untuk mengonsumsi multivitamin Enervon-C tablet yang mengandung Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan maksimal.

Untuk perlindungan sekaligus pemulihan ekstra, direkomendasikan untuk minum multitamin Enervon-C Effervescent yang memiliki kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg. Kedua jenis Enervon-C disarankan dikonsumsi dua kali sehari.

Selain itu, untuk mendapatkan asupan Zinc yang juga penting bagi imunitas tubuh, direkomendasikan minum Enervon Active yang memiliki kandungan non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc.

Sejumlah kandungan dalam Enervon Active dapat membantu mengoptimalkan kinerja kekebalan tubuh dalam melawan virus, sekaligus tetap mempertahankan stamina, sehingga tubuh tidak mudah lelah meskipun sedang isolasi mandiri.

 

Itulah empat benda yang penting dimiliki oleh pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri. Untuk menghindari penularan, yuk tetap patuhi protokol kesehatan, hindari bepergian jika tidak diperlukan, dan terus optimalkan daya tahan tubuh!

 

 

Featured Image - sea.pcmag.com

Source - cnnindonesia.com