Tidur siang merupakan musuh bebuyutan hamper setiap anak kecil. Biasanya, mereka lebih memilih untuk terus bermain daripada istirahat. Padahal, anak- anak butuh waktu tidur yang lebih lama daripada orang dewasa. Rata- rata anak butuh tidur selama 10-13 jam setiap harinya.

Tidur cukup dapat membantu proses tumbuh kembang anak agar berjalan dengan baik. Tidur nyenyak membantu anak memproduksi hormon pertumbuhan yang merangsang perumbuhan tinggi badannya. Selain itu, tidur cukup juga dapat melindungi anak dari kerusakan pembuluh darah jantung sekaligus melindunginya dari risiko kenaikan berat badan berlebih akibat peningkatan hormon stress.

Selama tidur, sistem imun tubuh anak juga memproduksi protein sitokin yang berguna melawan infeksi, penyakit, dan stress. Semakin anak jarang tidur, maka semakin rentan ia terkena penyakit.

Kenapa anak susah tidur siang?

Credit: Republika

Berbanding terbalik dengan bayi yang lebih mudah untuk tidur, membujuk anak kecil untuk tidur siang bisa menjadi suatu tantangan. Walaupun anak mengantuk, tetapi ada saja hal yang membuat ia enggan untuk tidur.

Anak memang senang untuk bereksplorasi dan mengenal dunia, terutama ketika sedang bersama teman- temannya. Jadi, tidak heran jika anak menolak bujukan orangtua untuk tidur siang ketika masih asyik bermain. Dan jika dipaksa tidur siang, anak akan marah dan makin tidak ingin tidur siang. Bahkan, ia bisa mengganggap bahwa tidur siang adalah sebuah hal yang menakutkan.

Tips membujuk anak tidur siang

Untuk membujuk anak agar mau tidur siang, kamu bisa mencoba beberapa cara berikut ini:

1. Ajak tidur anak siang tidak lama setelah makan siang

Credit: Detik Health

Sama seperti orang dewasa, anak- anak pun juga merasa mengantuk setelah makan nasi. Kamu bisa menggunakan kesempatan ini untuk mengajak anak tidur siang. Ciptakanlah lingkungan yang nyaman agar anak bisa tidur cepat. Misalnya, nyalakan AC agar tidak kepanasan, matikan TV, dan matikan lampu kamar.

2. Jadwalkan waktu tidur siang yang sama setiap hari

Credit: Pop Mama

Jadwal tidur dan bangun tidur yang selalu tepat setiap harinya merupakan salah satu langkah awal yang paling penting agar anak memiliki waktu tidur yang cukup. Sebisa mungkin, jadwalkan waktu tidur dan bangun tidur siang pada waktu yang sama setiap hari, bahkan di hari libur sekalipun. Dengan mematuhi jadwal tidur yang teratur setiap harinya akan memberi anak energi lebih besar dan tahan untuk melakukan aktivitas selanjutnya.

Yang perlu diingat adalah tidur siang mungkin membuat anak jadi lebih sulit tidur nyenyak di malam hari. Maka, kamu harus memajukan jadwalnya dan batasi lama waktu tidur siang yaitu selama 20-30 menit setiap hari.

3. Ajarkan anak untuk bisa tidur sendiri

Credit: Tribunnews

Memaksa anak tidur tentu tidak akan efektif. Yang ada, anak malah akan pura- pura tidur dan lanjut bermain sendiri di kamarnya ketika kamu meninggalkannya.

Untuk itu, kamu harus melatih anak untuk bisa tidur sendiri tanpa harus dibujuk. Jika kamu merasa anak sudah mulai mengantuk, maka ajak ia ke tempat tidur dan biarkan anak sampai tertidur sendiri. Coba untuk tidak menepuk- nepuknya atau mengelus dahi anak. Kamu mungkin bisa memasang music yang tenang untuk membantu anak cepat tertidur.

4. Jelaskan bahwa anak bisa meneruskan bermain setelah tidur siang

Credit: Tempo.co

Banyak anak tidak ingin tidur siang karena sedang asyik bermain dan tidak ingin melewatkan waktu bersenang- senangnya sedikit pun. Bagaimanapun juga, anak tetap harus tidur siang karena ia membutuhkan hal tersebut. Jika ia bermain di luar rumah, ajaklah ia untuk pulang. Beri pengertian bahwa teman bermainnya pun harus tidur siang juga. Coba jelaskan ke anak bahwa ia bisa lanjut bermain lagi setelah tidur siang.

Jika anak tetap menolak, sebaiknya jangan dimarahi atau dipaksa. Tinggalkan anak dengan beberapa mainan atau buku dan berikan ia waktu untuk menenangkan diri. Setidaknya, cara ini bisa menghemat energinya dan membuat anak beristirahat sebentar.

 

Featured Image - Hello Sehat