Tak bisa dipungkiri, selama musim pancaroba berbagai macam penyakit memang lebih mudah menyerang, termasuk flu dan pilek. Namun sayangnya, keduanya masih seringkali dianggap sama – meskipun ternyata berbeda, lho!

Ketika kamu mengalami pilek, pasti kerap langsung mengatakan bahwa sedang flu. Apakah setuju? Padahal, perbedaan flu dan pilek cukup signifikan, serta dapat menjadi kondisi yang berbeda. Ketika mengalami batuk pilek, bukan berarti kamu pasti kena flu – meskipun saat influenza, kamu juga mengalami gejala yang serupa.

Wah, memang terdengar cukup membingungkan ya? Tapi, tak perlu khawatir, berikut ini ada sejumlah perbedaan flu dan pilek – baik berdasarkan penyebab, gejala, serta risiko komplikasi yang mungkin terjadi.

Tapi, agar kamu terhindar dari kedua penyakit tersebut, jangan lupa tetap jalani pola hidup sehat agar daya tahan tubuh tetap terjaga maksimal – dan, tak mudah jatuh sakit ya.

Tanpa perlu berlama-lama, yuk simak ulasan mengenai perbedaan flu dan pilek di bawah ini!

 

 

Perbedaan Flu dan Pilek: Berdasarkan Penyebabnya

Credit Image - health.detik.com

Perbedaan flu dan pilek yang paling mendasar, yaitu dapat dilihat dari penyebabnya. Salah satu faktor yang menimbulnya batuk pilek umum – adalah infeksi virus jenis rhinovirus. Jika benar pilek terjadi akibat hal tersebut, kondisi ini juga disebut sebagai common cold atau selesma.

Tak hanya itu, pilek juga bisa menjadi gejala penyakit – atau kondisi kesehatan lainnya. Menurut American College of Allergy, Asthma, and Immunology, beberapa penyebab munculnya gejala pilek, antara lain:

  • Udara kering atau dingin
  • Alergi
  • Rhinitis non-alergi
  • Sinusitis akut atau kronis
  • Perubahan hormon tubuh
  • Adanya konsumsi obat-obatan tertentu

Sementara itu, penyebab flu sudah pasti virus influenza ya. Umumnya, flu tidak disebabkan oleh kondisi kesehatan lainnya, seperti pilek. Jadi, inilah perbedaan flu dan pilek yang cukup signifikan – bahkan, mudah untuk diketahui.

Virus flu menyerang sistem pernapasan secara keseluruhan, baik hidung, tenggorokan, maupun paru-paru. Penyebab flu terbagi tiga macam virus influenza, yaitu influenza A, influenza B, dan influenza C. Biasanya, virus tipe A dan B sering menyebabkan flu musiman, sementara tipe C bisa terjadi sepanjang tahun.

 

Bagaimana Perbedaan Flu dan Pilek Berdasarkan Gejalanya?

Selanjutnya, ada pula perbedaan flu dan pilek yang juga terlihat jelas, ya apalagi kalau bukan dari gejala yang ditimbulkan. Biasanya, batuk pilek – alias common cold memiliki indikasi yang paling khas, yaitu:

  • Sakit tenggorokan, yang biasanya dapat hilang dalam satu atau dua hari
  • Hidung tersumbat atau meler
  • Bersin
  • Batuk
  • Terkadang sakit kepala
  • Badan lemas, lesu, merasa tidak bertenaga

Tak perlu khawatir, sebab pilek memiliki tingkat keparahan yang cenderung ringan. Dalam kasus common cold, biasanya gejala akan membaik dalam kurun waktu 7-10 hari. Bahkan, gejala yang dialami juga dapat sembuh dengan sendirinya.

Yang membedakan dengan flu, yaitu biasanya kondisi tersebut menimbulkan gejala yang lebih berat. Flu bisa datang lebih cepat, serta lebih parah dibanding dengan gejala pilek. Adapun indikasi flu yang perlu diperhatikan, di antaranya:

  • Demam tinggi selama 3-5 hari, namun ini tidak selalu dialami
  • Sering sakit kepala berat
  • Batuk kering
  • Sesekali sakit tenggorokan
  • Badan gemetar, kadang menggigil
  • Nyeri otot sekujur tubuh
  • Merasa lelah ekstrem selama 2-3 minggu
  • Mual dan muntah – yang ini paling sering dialami oleh anak-anak

Gejala nyeri otot dan menggigil merupakan perbedaan flu dan pilek yang paling khas. Perlu juga diperhatikan, gejala akan semakin bertambah parah secara bertahap – setidaknya dalam 2-5 hari.

 

Bagaimana Perbedaan Dalam Hal Risiko Komplikasi?

Credit Image - kelaspintar.id

Faktor perbedaan flu dan pilek yang juga perlu kamu ketahui, yaitu dari risiko komplikasi yang mungkin terjadi. Pada umumnya, batuk pilek tidak menyebabkan masalah kesehatan lebih lanjut. Yang penting, kamu bisa menjaga imunitas, sehingga proses pemulihan dapat lebih cepat.

Sementara, flu yang dibiarkan begitu saja – atau tidak mendapatkan penanganan yang tepat dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia, radang otot, gangguan sistem saraf pusat, serta masalah jantung – yaitu, serangan jantung, miokarditis, dan pericarditis.

Selain itu, bagi yang memiliki riwayat asma juga mesti berhati-hati, lho. Sebab, gejala flu mungkin dapat memicu kambuhnya serangan asma.

 

Yuk, Terapkan Gaya Hidup Bersih dan Sehat Selama Musim Pancaroba!

Seperti diketahui, menerapkan gaya hidup bersih dan sehat memang penting dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk mempertahankan sistem kekebalan. Tak hanya selama musim pancaroba saja lho, namun kebiasaan ini perlu diterapkan dalam kondisi apapun.

Langkah sederhana yang dapat kamu lakukan dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, yaitu lakukan etika batuk dan bersin, serta tetap jaga kebersihan toilet – yang bisa saja menjadi sumber penyakit!

Selain itu, kamu juga sangat dianjurkan untuk memiliki pola makan sehat bergizi seimbang, rutin berolahraga, istirahat yang cukup, dan jangan lupa selalu rutin konsumsi suplemen Vitamin C – yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh, serta mempercepat proses pemulihan ketika sakit, lho.

Lantas, suplemen seperti apa yang dianjurkan? Kamu direkomendasikan untuk mengonsumsi multivitamin dari Enervon setiap harinya.

Konsumsi Enervon-C yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat – berperan menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C Effervescent – dengan kandungan 1000 mg Vitamin C yang dapat memberikan perlindungan ekstra terhadap tubuh!

Kamu juga direkomendasikan untuk mengonsumsi minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc – untuk bantu menjaga stamina agar tak mudah lelah, sekaligus optimalkan sistem kekebalan tubuh.

Dan tentunya, kandungan Vitamin B Kompleks dalam Enervon-C maupun Enervon Active dapat membantu optimalkan proses metabolisme, sehingga makanan yang dikonsumsi dapat diubah menjadi sumber energi – lebih tahan lama, lho!

 

Wah, bagaimana nih? Sudah jelas ya ulasan mengenai perbedaan flu dan pilek yang perlu kamu ketahui. Yuk, selama musim pancaroba – dan pastinya selama pandemi, tetap jalani perilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar dari berbagai macam penyakit!

 

 

Featured Image - pikiran-rakyat.com