Bagi yang dinyatakan positif Covid-19, alami gejala ringan, untuk gejala berat – ada baiknya segera kunjungi fasilitas kesehatan agar mendapat penanganan lebih lanjut.

Namun sayangnya, dalam menjalani isolasi mandiri, masih banyak orang yang merasa bingung “Kapan sebetulnya aku bisa selesai karantina?” Sebenarnya, isolasi mandiri berlangsung setidaknya selama 14 hari – sebab, dalam rentang waktu tersebut pasien sudah tidak lagi bisa menularkan virus.

 

 

Apa Kriteria Pasien yang Sudah Selesai Isolasi Mandiri?

Credit Image - tribunnews.com

Dikutip dari akun Instagram @adamprabata – berdasarkan informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan CDC disebutkan bahwa pasien tanpa gejala – alias OTG dapat menyelesaikan isolasi mandiri selama minimal 10 hari, usai melakukan tes PCR pertama dengan hasil positif Covid-19.

Sementara itu, bagi pasien yang mengalami gejala, seperti batuk, demam, anomsia, badan terasa nyeri, diare, dan berbagai gejala lainnya – dapat menyelesaikan isolasi mandiri selama minimal 13 hari pasca gejala. Dengan catatan, 3 hari terakhir waktu tersebut sudah tidak lagi merasakan gejala demam dan gangguan pernapasan.

 

Tak Perlu Menunggu Hasil Negatif Untuk Selesai Isolasi Mandiri, Kok!

Credit Image - deccanherald.com

Saat ini, masih banyak yang salah mengartikan bahwa – masih positif, berarti tetap bisa menyebarkan virus. Jadi, tak sedikit yang melakukan tes berulang kali, bahkan terus melakukan isolasi mandiri hingga hasil tes menyatakan negatif.

Meski demikian, hasil tes PCR Covid-19 positif pada fase akhir penyakit tidak selalu menunjukkan seseorang masih dapat menularkan Covid-19 atau tidak. Hasil tes positif dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama – bahkan, hingga 3 bulan sejak terinfeksi. Dalam kondisi tersebut, pasien sudah tidak lagi menularkan.

Namun, keputusan selesai isolasi mandiri dan menyatakan pasien Covid-19 sembuh tetap memerlukan pertimbangan dari petugas medis yang merawat. Karena, setiap kondisi pasien unik – alias berbeda-beda dan tidak sama persis satu dengan lainnya.

 

Tetap Bugar Selama Isolasi Mandiri, Lakukan Hal Ini

Credit Image - kompas.com

Bagi yang tengah menjalani isolasi mandiri, ada sejumlah cara yang perlu dilakukan untuk membuat tubuh tetap bugar, sehingga proses pemulihan dapat berjalan dengan baik. Sebab, tak jarang kondisi isolasi mandiri membuat seseorang justru malas bergerak.

Adapun hal yang perlu diperhatikan – dan tentunya diterapkan, yaitu rajin minum air putih, tetap berolahraga – lakukan kegiatan fisik yang ringan saja, dan sesuaikan dengan kemampuan tubuh. Selain itu, konsumsi pula asupan makanan bergizi yang kaya akan nutrisi, seperti vitamin dan mineral.

Dan pastinya, selama isolasi mandiri – pasien wajib memenuhi kebutuhan vitamin harian yang penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Adapun vitamin yang paling direkomendasikan untuk dikonsumsi, yaitu Vitamin C.

Jika biasanya disarankan mendapat asupan Vitamin C dari sumber makanan, agar makin maksimal, dianjurkan pula mengonsumsi multivitamin dengan kandungan lengkap, seperti Enervon Active.

Konsumsi Enervon-C yang memiliki sejumlah kandungan vitamin, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C Effervescent — dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra, terutama kamu yang sudah sering beraktivitas di luar rumah.

Atau, kamu dapat konsumsi Enervon Active – dengan kandungan non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc dapat menjaga stamina tubuh, sekalius mengoptimalkan kinerja sistem imun.

 

Itulah informasi mengenai waktu isolasi mandiri yang dilakukan oleh pasien Covid-19 tanpa gejala – maupun dengan gejala ringan. Yuk, sama-sama terus lakukan langkah pencegahan untuk memutus mata rantai penularan!

 

 

Featured Image - nhsemployers.org

Source - instagram.com/@adamprabata