Bagi pasien Covid-19, dinyatakan sudah sembuh – atau mendapatkan hasil tes negatif usai melakukan perawatan memang menjadi suatu hal yang melegakan. Ya, apalagi kalau bukan karena tubuh berhasil melawan virus.  

Meski demikian, bukan berarti habis dinyatakan negatif, kamu sudah bisa bebas melakukan berbagai beragam varian virus yang terdeteksi di Indonesia.

Nah, perlu diketahui juga, setelah sembuh ada sejumlah pemeriksaan kesehatan yang perlu dilakukan guna memastikan tidak ada sistem – maupun organ tubuh yang terganggu. Lantas, apa saja pemeriksaan tersebut?

Berikut ini ulasan lengkapnya.

 

 

Setelah Sembuh, Lakukan Sejumlah Pemeriksaan Ini Ya!

Credit Image - herminahospitals.com

Dilansir dari CNN Indonesia, idealnya semua pasien Covid-19 sebaiknya melakukan pemeriksaan darah dan thorax. Meski demikian, situasi yang tidak memungkinkan seperti sekarang ini, hal tersebut sepertinya memang sulit dilakukan, belum lagi adanya akses kesehatan yang terbatas, serta biaya yang cukup tinggi.

Tapi, jika memungkinkan, sebaiknya kamu tetap lakukan pemeriksaan tersebut ya. Karena, ada kemungkinan timbulnya bercak putih pada bagian paru, bahkan sering juga ditemukan pada pasien tanpa gejala sekalipun. Melakukan rontgen berguna untuk pemeriksaan lanjutan, jika ada gejala lain yang tidak seharusnya dialami.

Selain itu, pasien Covid-19 idealnya juga melakukan pemeriksaan darah, apalagi jika orang tersebut memiliki penyakit bawaan seperti jantung, pembekuan darah, hingga gangguan ginjal. Hal ini juga berguna untuk membedakan apakah seseorang menderita Covid-19, DBD – atau thypoid, karena gejala yang ditimbulkan cukup mirip satu dengan lainnya.

 

Ingat, Risiko Reinfeksi Tetap Harus Diwaspadai, Lho

Credit Image - aa.com.tr

Reinfeksi virus corona, yaitu infeksi kedua atau bahkan lebih pada orang yang sudah sembuh dari sakit pertama – dan, virus penyebab penyakitnya pun sama. Kasus reinfeksi ini sangat mungkin terjadi – mengingat, penularan virus yang masih cukup masif.

Jadi, tidak menutup kemungkinan – pasien yang sudah sembuh, dapat kembali mengalami infeksi virus yang sama untuk kedua kalinya.

Risiko terjadinya reinfeksi Covid-19 diperkirakan sangat rendah – pada 90 hari pertama setelah infeksi. Rata-rata jarak waktu infeksi kedua – dengan pertama pada pasien, yaitu sekitar kurang lebih 98 hari. Jadi, kemungkinan tertular lagi akan meningkat, terhitung sejak 3 bulan setelah infeksi pertama.

Untuk itu, bagi masyarakat yang sudah pernah positif virus corona, tetap diwajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

 

Protokol Kesehatan dan Perkuat Imun: Dua Hal Penting Untuk Cegah Reinfeksi

Credit Image - gasparinutrition.com

Pernah dinyatakan positif Covid-19, lalu sembuh – bukan berarti tak lagi menerapkan langkah pencegahan secara tepat. Penyintas mesti tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi mobilitas, hingga menghindari kerumunan.

Selain itu, menjaga kesehatan tubuh – agar imun tetap optimal juga perlu diterapkan. Pastikan tubuh mendapat asupan nutrisi yang tepat, rutin berolahraga, istirahat yang cukup – kemudian, lengkapi dengan konsumsi suplemen dengan kandungan tepat.

Direkomendasikan untuk minum Enervon-C yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat yang dapat menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Konsumsi Enervon-C Effervescent – mengandung 1000 mg Vitamin C untuk berikan perlindungan ekstra.

Dan, direkomendasikan juga mengonsumsi Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc untuk bantu menjaga stamina tubuh agar tidak mudah lelah – dan tentunya, dapat bantu mengoptimalkan sistem imun.

 

Jadi, usai terinfeksi Covid-19, jika memungkinkan lakukan pemeriksaan di atas ya. Hal tersebut bantu memastikan kondisi kesehatan sudah pulih seutuhnya. Dan, pastikan kamu tetap jalani protokol kesehatan, serta jaga imunitas untuk mengurangi risiko reinfeksi.

 

 

Featured Image - lifepack.id

Source - cnnindonesia.com