Belakangan waktu terakhir, negatif dari virus corona. Jangan disepelekan, sebab badai sitokin bisa mengancam jiwa, apalagi jika tidak segera mendapatkan penanganan yang serius.

Sitokin sendiri merupakan salah satu protein yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Dalam kondisi normal, sitokin membantu sistem imun berkoordinasi dengan baik dalam melawan bakteri atau virus penyebab infeksi. Namun, jika diproduksi secara berlebihan, sitokin justru dapat menyebabkan kerusakan di dalam tubuh. Inilah yang disebut sebagai badai sitokin.

Untuk menghindari kondisi yang tidak diinginkan, maka kamu perlu mengenali ciri-ciri badai sitokin – yang umumnya dialami oleh pasien Covid-19. Apa saja sejumlah tanda tersebut?

Berikut ini ulasan lengkapnya.

 

 

Apa Itu Badai Sitokin?

Credit Image - homecare24.id

Badai sitokin – atau disebut juga sebagai cytokine storm merupakan kondisi yang menyebabkan tubuh melepas terlalu banyak sitokin ke dalam darah dalam jangka waktu yang cepat. Kondisi ini dapat membuat sel imun justru menyerang jaringan, serta sel tubuh yang sehat, dan akhirnya membuat tubuh mengalami peradangan.

Tak jarang peradangan tersebut membuat organ-organ di dalam tubuh menjadi rusak atau gagal berfungsi. Hal inilah yang membuat badai sitokin perlu diwaspadai, karena bisa sampai menyebabkan kematian.

Pada pasien Covid-19, badai sitokin paling sering menyerang jaringan paru-paru dan pembuluh darah. Nantinya, alveoli – atau kantung udara kecil di paru-paru akan dipenuhi oleh cairan, sehingga tidak memungkinkan terjadinya pertukaran oksigen. Inilah sebabnya pasien Covid-19 seringkali mengalami sesak napas.

 

5 Gejala Badai Sitokin yang Perlu Diwaspadai!

Credit Image - medicalnewstoday.com

Sebagian besar pasien Covid-19 yang mengalami badai sitokin umumnya akan merasakan sejumlah gejala terlebih dahulu. Berikut ini di antaranya.

1. Demam

Badai sitokin dapat menyebabkan pasien Covid-19 mengalami demam dengan suhu yang cukup tinggi, yaitu mencapai di atas 38 derajat celcius.

 

2. Sindrom kebocoran kapiler

Selanjutnya, badai sitokin dapat menyebabkan kebocoran pada pembuluh darah kapiler. Kebocoran tersebut akan mengakibatkan terjadinya pengentalan darah, tubuh membengkak, serta tekanan darah rendah.

 

3. Koagulasi intravaskular diseminata

Kondisi yang satu ini ditandai dengan terjadinya pembekuan darah serta pendarahan. Selain itu, muncul pula kemerahan dan ruam di tubuh pasien.

 

4. Sindrom gangguan pernapasan akut

Badai sitokin juga akan menyebabkan sindrom gangguan pernapasan akut yang ditandai dengan gejala sesak napas, serta saturasi oksigen yang menurun. Kondisi tersebut membuat pasien membutuhkan bantuan ventilator untuk bernapas.

 

5. Kegagalan multi-organ

Pada kondisi yang sudah parah, badai sitokin dapat menyebabkan kerusakan multi-organ, bahkan berisiko kematian pada pasien Covid-19. Hal ini bisa ditandai dengan sesak napas yang hebat, demam tinggi, lab darah tidak normal, dan gejala kerusakan berbagai organ penting, seperti jantung, paru-paru, ginjal, bahkan sistem saraf pusat.

 

Apa yang Bisa Dilakukan Ketika Pasien Alami Badai Sitokin?

Credit Image - bbc.com

Ketika pasien Covid-19 mengalami badai sitokin, maka ia memerlukan perawatan di unit perawatan intensif – atau ICU. Ada pun beberapa langkah yang biasanya akan dilakukan oleh para nakes, yaitu:

  • Pemantauan tanda-tanda vital, meliputi tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, dan suhu tubuh. Pemantauan akan dilakukan secara intensif.
  • Pemasangan mesin ventilator.
  • Pemberian cairan melalui infus.
  • Pemantauan kadar elektrolit.
  • Melakukan tindakan cuci darah.
  • Pemberian obat untuk menghambat aktivitas sitokin.

Meski demikian, sampai saat ini masih diperlukan berbagai penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penanganan yang tepat terhadap pasien Covid-19 yang mengalami kondisi badai sitokin.

 

Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati, Yuk Terus Lakukan Langkah Pencegahan!

Credit Image - surabaya.liputan6.com

Cara terbaik dalam menghadapi virus corona, yaitu memperketat kembali penerapan protokol kesehatan. Risiko penularan virus dapat diminimalisir dengan disiplin dalam menjalani protokol kesehatan. Bahkan, hal ini masih harus dijalani usai mendapatkan vaksinasi sekalipun. Perlu diketahui, sudah vaksin juga tetap memiliki risiko untuk terinfeksi virus.

Jadi, rutin mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan usahakan tidak bepergian – kecuali untuk urusan yang mendesak.

Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk terus menjaga kesehatan tubuh, sehingga kekebalan semakin kuat. Memang, imunitas merupakan perlindungan utama bagi tubuh yang dapat membantu meminimalisir risiko infeksi virus.

Tak hanya menerapkan kebiasaan sehat, seperti rutin mengonsumsi suplemen vitamin C.

Di masa pandemi, mendapat asupan vitamin C memang penting, apalagi kalau bukan untuk memaksimalkan imunitas tubuh. Ini bisa diperoleh dengan mengonsumsi suplemen yang punya kandungan lengkap, seperti Enervon-C dan Enervon Active.

Enervon-C memiliki kandungan Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat – kombinasi sejumlah vitamin tersebut dapat menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit.

Multivitamin Enervon-C Effervescent dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk memberikan perlindungan ekstra – serta memberi sensasi rasa segar sepanjang hari.

Bagi yang memiliki masalah lambung sensitif, tak perlu khawatir, sebab kamu direkomendasikan untuk mengonsumsi Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc yang dapat menjaga stamina tubuh agar tak mudah lelah – dan pastinya menjaga imunitas tubuh tetap optimal.

Kandungan Vitamin B Kompleks dalam Enervon Active pun dapat membantu optimalkan proses metabolisme, sehingga tubuh dapat memperoleh sumber energi yang lebih tahan lama. Manfaat yang satu ini akan membuatmu semakin produktif – tanpa perlu takut gampang merasa kehilangan stamina.

Untuk mendapatkan produk multivitamin Enervon, segera kunjungi official store Enervon di Tokopedia, Shopee, Lazada, dan BukaLapak. Atau, dapatkan di drug store dan apotek terdekat di daerahmu, ya.

 

Jadi, pastikan selalu waspada akan sejumlah gejala badai sitokin di atas, ya. Dan, terus lakukan protokol kesehatan serta jaga imun tubuh agar risiko paparan virus dapat semakin dihindari!

 

 

Featured Image - npr.org

Source - cnnindonesia dan alodokter.com