Pandemi Covid-19 yang sudah hampir 2 tahun melanda ini sudah mulai membuat sebagian besar dari kita merasa suntuk dan bosan dengan keseharian yang dijalani. Agar dapat tetap terhibur, kita seringkali mencari kegiatan simple yang membahagiakan, salah satunya adalah dengan belanja.

Semenjak pandemi melanda, belanja memang menjadi kebiasaan yang dilakukan. Namun kebiasaan ini juga yang akhirnya menimbulkan impulsive buying. Mindset yang menerapkan bahwa belanja dapat menimbulkan kesenangan ini memang bukan mindset yang baik.

Jika kamu mengalami hal ini, lebih baik kebiasaan ini segera dihentikan – karena selain berdampak buruk, kebiasaan ini dapat merusak masa depanmu, lho! Agar hal tersebut tidak terjadi, ada baiknya kamu mencoba menghentikannya dengan membaca artikel ini sampai habis deh!

 

 

Memastikan Barang yang Akan di Beli Selama 30 Hari

Credit Image - goodnewsfromindonesia.id

Jika ingin membeli sebuah barang, agar tidak menimbulkan impulsive buying di kala pandemi ini – ada baiknya untukmu memastikan barang tersebut akan berguna untukmu atau tidak. Kamu bisa memulainya dengan melihat kembali 30 hari ke depan di hari setelah kamu menentukan ingin membeli barang tersebut.

Dengan melakukan hal ini, kamu akan memastikan barang tersebut perlu di beli atau tidak. Jika diketahui kamu hanya memiliki ketertarikan namun tidak membutuhkannya, maka lebih baik kamu tidak membelinya dan lebih baik mengalokasikan dananya untuk hal-hal penting lainnya.

 

Mempertimbangkan Fungsi Sebelum Membeli

Ketika mengakses e-commerce atau berbelanja secara langsung, kamu akan merasa ingin membeli sesuatu bukan karena kebutuhannya, namun karena daya tariknya. Untuk itu, ada baiknya untukmu mempertimbangkan fungsi dari hal yang akan di beli dibandingkan hanya menuruti keinginan saja.

Jika mempertimbangkan fungsi ini, perilaku impulsive buying lambat laun akan berkurang dan keuanganmu juga menjadi lebih teratur, lho!

 

Membatasi Diri Mengakses ­E-Commerce

Credit Image - hashmicro.com

Kemudahan yang ditawarkan oleh e-commerce memang menjadi pemicu utama dari timbulnya impulsive buying. E-commerce akan mendorongmu untuk berbelanja dengan promo-promo menarik yang ditawarkan. Untuk itu, kamu harus membatasi diri untuk mengakses aplikasi tersebut ya!

Untuk itu, kamu dapat mematikan notifikasi dari e-commerce dan membukanya jika ada keperluan untuk membeli barang saja – bukan membukanya ketika sedang bosan. Dengan cara ini, keingininanmu untuk berbelanja akan berkurang secara tidak langsung.

 

Mengingat Tujuan Keuangan

Untuk mencegah impulsive buying, kamu bisa mengingat kembali secara rinci dan detail tujuan keuangan yang dimiliki. Tujuan keuangan nyatanya dapat memengaruhi perilaku pembelianmu, lho. Maka dari itu, coba lebih bijak untuk mengelolanya.

 

Jangan Berbelanja Ketika sedang Dalam Tekanan

Credit Image - glints.com

Salah satu penyebab impulsive buying yang sering dilakukan adalah karena adanya perasaan stres atau tekanan dalam diri yang memengaruhi emosimu. Ketika dalam keadaan tertekan, kamu akan lebih mudah terpancing untuk memiliki sesuatu kala sedang ada beban pikiran.

Hal ini juga yang memengaruhi perilaku impulsive buying di kala pandemi. Oleh karena itu, hindari mengakses e-commerce atau pergi ke pusat perbelanjaan jika kamu sedang memiliki beban pikiran. Kamu dapat melakukan hal lain yang tak memerlukan biaya untuk membuat pikiran lebih rileks – seperti bermain dengan teman, menonton serial, atau berolahraga di lingkungan sekitar tempat tinggalmu.

 

Ingat Perasaan Menyesal ketika Melakukan Impulsive Buying

Jika sudah melakukan impulsive buying dan melihat keadaan dompet serta keuangan yang semakin menipis, tentunya kamu akan merasa menyesal dan berjanji untuk tidak melakukan impulsive buying lagi. Meskipun menyesal, masih banyak yang tetap melakukan kebiasaan ini di waktu-waktu berikutnya.

Untuk itu, kamu dapat menjadikan perasaan menyesal ini sebagai pengingat di setiap waktu merasa stres, tertekan, atau ketika hendak membuka e-commerce. Dengan begitu, perilaku kebiasaan berbelanja dan impulsive buying-mu akan berkurang.

 

Nah, seperti itulah tips yang dapat dilakukan untuk mencegah impulsive buying yang kerapkali terjadi di kala pandemi. Setelah menyadari hal ini bukan kebiasaan yang baik, pastikan untuk mengontrol sikap berbelanja dan membuat catatan keuangan yang baik ya!

 

 

Featured Image - vox.com

Source - glints.com