Corona Bisa Picu Gangguan Indera Penglihatan-Peraba Lho, Kok Bisa?

Corona Bisa Picu Gangguan Indera Penglihatan-Peraba Lho, Kok Bisa?

font size A Ǎ

Sampai saat ini, informasi mengenai virus corona Covid-19 seakan tiada hentinya, apalagi berkaitan dengan gejala yang ditimbulkan dari infeksi tersebut. Di awal pandemi, terpapar virus bisa diindikasikan dengan demam, batuk kering, sampai merasa anosmia – atau kehilangan indera penciuman dan perasa sementara waktu.

Seiring berkembangnya virus, faktanya, Covid-19 tidak hanya bisa memengaruhi indera penciuman – dan saluran pernapasan saja, tetapi penyakit tersebut juga dapat menyebabkan gejala yang dirasakan pada indera penglihatan, peraba, serta pendengaran.

Meski tidak mengancam jiwa, kehilangan salah satu dari indera tersebut sangat berpengaruh, terutama kalau tiba-tiba terjadi seperti dalam konteks infeksi. Lalu, bagaimana bisa virus corona merusak ketiga indera tersebut?

Berikut ini ulasan lengkapnya.

 

 

Efek Covid-19 Terhadap Indera Penglihatan

Corona Bisa Picu Gangguan Indera Penglihatan-Peraba Lho, Kok Bisa?

Credit Image - alodokter.com

Disebutkan bahwa virus corona Covid-19 juga dapat turut memengaruhi indera penglihatan. Bagaimana bisa? Dari sebuah studi yang dipublikasikan di BMJ Open Ophthalmology menemukan bahwa pasien COVID-19 bisa mengalami beberapa gangguan mata, seperti sensitivitas cahaya, mata sakit, hingga penglihatan kabur.

Dari studi yang melibatkan sekitar 400 pasien Covid-19 itu, para peneliti menemukan sebanyak 10 persennya mengalami gangguan mata, termasuk konjungtivitis, iritasi mata, dan perubahan penglihatan. Dikatakan bahwa ada viral load di mata yang bisa menyebabkan gejala, tetapi tidak selalu berarti menimbulkan penyakit jangka panjang di bagian tubuh tersebut.

Tak hanya itu, beberapa dokter juga menemukan bahwa virus corona juga bisa meningkatkan risiko pembekuan darah di seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah di retina. Menurut dokter mata di Wills Eye Hospital, Philadelphia, Dr Julia A Haller, kondisi ini dapat menyebabkan penglihatan kabur atau kehilangan kemampuan penglihatan pada tingkat tertentu.

Untuk beberapa bentuk kehilangan penglihatan dapat diobati dengan obat-obatan tertentu, tergantung seberapa berat – dan banyak kerusakan yang terjadi.

 

Bagaimana Dengan Indera Peraba?

Selanjutnya, indera peraba juga turut mengalami gejala, bahkan kerusakan akibat infeksi virus. Pasalnya, penyakit tersebut terbukti menyebabkan indikasi neurologis yang persisten.

Dalam penelitian yang dipublikasi pada Maret 2021 lalu, para peneliti mengevaluasi sekitar 100 orang yang tidak dirawat di rumah sakit akibat Covid-19, tetapi mengalami gejala yang berkelanjutan. Peneliti pun menemukan bahwa 60 persennya mengalami mati rasa dan kesemutan selama 6-9 bulan usai terinfeksi.

Terkadang gejala itu menyebar ke seluruh tubuh, tetapi lebih sering terjadi pada tangan dan kaki. Meski begitu, kaitan antara keduanya belum bisa dipahami dengan baik. Tetapi, kemungkinan besar ini terjadi karena adanya hubungan antara peradangan dan infeksi lokal akibat virus corona di saraf.

Dalam sebagian kasus, mati rasa dan kesemutan akan membaik seiring berjalannya waktu. Namun, pasien dapat pulih dalam waktu yang berbeda-beda. Bagi beberapa pasien, kesemutan dan gejala neuropati lainnya dapat diobati dengan treatment tertentu.

 

Covid-19 Juga Sebabkan Gangguan Indera Pendengaran

Corona Bisa Picu Gangguan Indera Penglihatan-Peraba Lho, Kok Bisa?

Credit Image - klikdokter.com

Dalam Journal of Audiology, para peneliti meninjau studi kasus berdasarkan laporan soal gejala Covid-10. Para peneliti memperkirakan gangguan pendengaran yang dialami sekitar 8 persen pasien Covid-19, sementara sekitar 15 persen mengembangkan tinnitus.

Meski belum dipahami secara detail, para ahli menduga bahwa virus corona mampu mempengaruhi tuba eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan antara telinga tengah dengan tenggorokan. Dengan infeksi apapun, seseorang bisa mengalami disfungsi tuba eustachius, yang bisa menyebabkan penumpukkan cairan di telinga tengah – yang bertindak sebagai peredam mekanis pada gendang telinga.

Dalam studi tersebut juga menyebutkan bahwa usai sembuh dari penyakit, pada banyak kasus, saluran eustachius ini akan terkuras dan indra pendengaran akan kembali normal, meski harus membutuhkan waktu beberapa minggu.

Tetapi, jika virus corona merusak neuron sensorik di bagian telinga dalam atau koklea, bisa memicu gangguan pendengaran yang tidak terduga dan bersifat permanen. Meski begitu, penyebab kerusakan saraf ini masih belum jelas.
 

Jadi, Tetap Lakukan Langkah Pencegahan!

Di masa pandemi Covid-19, kesehatan merupakan hal paling berharga. Untuk itu, istilah lebih baik mencegah daripada mengobati – sangat benar adanya. Masyarakat diminta agar terus menerapkan upaya pencegahan, dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pastikan sudah memakai masker ketika bepergian, menerapkan jaga jarak, rutin mencuci tangan, menghindari kerumunan, serta tidak bepergian – kecuali ada urusan yang mendesak. Sejumlah langkah pencegahan tersebut pun masih harus diterapkan, meskipun nanti sudah memperoleh vaksinasi Covid-19.

Selain itu, optimalkan perlindungan diri dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup. Hidup sehat – dapat bantu jaga imunitas tubuh tetap kuat.

Dan, yang tak boleh dilupakan – lengkapi hidup sehat dengan rutin mengonsumsi multivitamin, seperti Enervon-C yang memiliki kandungan vitamin lengkap. Multivitamin yang satu ini dianjurkan dikonsumsi dua kali sehari.

Konsumsi Enervon-C yang mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat – yang dapat menjaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit.

Minum Enervon-C dalam bentuk tablet yang mengandung Vitamin C 500 mg, atau Enervon-C Effervescent dengan kandungan Vitamin C 1000 mg untuk perlindungan ekstra.

Atau, bisa juga minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc – untuk bantu menjaga stamina agar tak mudah lelah, sekaligus optimalkan sistem kekebalan tubuh.

Tak hanya membantu menjaga kekebalan saja, namun kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C dan Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga makanan yang kamu konsumsi dapat diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Jadi, tak perlu khawatir tubuh mudah lelah, ya!

Untuk mendapatkan sejumlah produk multivitamin Enervon yang asli, pastikan kamu membelinya dari official store di Tokopedia, Shopee, Lazada, dan BukaLapak. Atau kunjungi drug store dan apotek terdekat di daerahmu.


Memang, gejala virus corona bisa dirasakan di hampir seluruh tubuh. Untuk menghindari risiko berbahanya, tetap patuhi prokes, serta jaga selalu kesehatan tubuh!

 

 

Featured Image – harusjeli.com

Source – detik.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!