Catat! Ini 4 Kesalahan Fatal Dalam Membuat Pitching Deck

Catat! Ini 4 Kesalahan Fatal Dalam Membuat Pitching Deck

font size A Ǎ

Di zaman sekarang, perusahaan startup memang tengah menjamur. Apakah kamu salah satu penggiatnya? Jika iya, mungkin istilah pitching, terutama pitching deck bukan hal yang asing lagi, ya. Nantinya, hal tersebut akan dijelaskan di depan para investor, sehingga tertarik dengan jasa – maupun produk yang ditawarkan.

Jika sebelumnya Enervon sudah membahas mengenai tips membuat presentasi pitching, yang dapat kamu simak di ulasan ini – nah, sekarang, saatnya kamu mengetahui berbagai kesalahan dalam membuat deck yang bisa dibilang cukup fatal, lho.

Dalam hal ini, ada 4 kesalahan utama yang perlu kamu kenali – dan pastinya dihindari. Apa saja? Yuk, simak informasi lengkapnya sampai habis!

 

 

#1 – Terlalu Banyak Slide

Catat! Ini 4 Kesalahan Fatal Dalam Membuat Pitching Deck

Credit Image - donklephant.com

Wah, masih banyak yang beranggapan bahwa semakin banyak slide presentasi, maka semakin tertarik pula para audiens. Tentu saja, hal tersebut salah, ya.  Saat kamu membuat pitch deck perhatikan jumlah slide yang dibuat, jangan terlalu banyak, maksimal 15 slides saja.

Hal ini karena para investor tidak memiliki cukup waktu untuk melihat semua slides kamu. Terlebih lagi dengan waktu para investor yang begitu padat, mereka pasti tidak membutuhkan slides yang terlalu banyak, kan?

Untuk itu, kamu harus membuat slides yang padat – dan memiliki poin penting mengenai usahamu, sehingga nantinya para investor tetap paham garis besarnya.

 

#2 – Presentasi Kurang Menarik

Apabila ingin orang lain tertarik dengan apa yang disajikan, kamu harus mampu membangun cerita yang menarik agar mereka tergerak untuk menyukai hal tersebut. Nah, ini juga berlaku pada pembuatan pitching dek. Ketika kamu tidak mengemasnya secara menarik – atau cenderung membosankan, tentu saja investor yang mendengarkan akan “ogah” untuk melirik.

Kamu harus mampu membuat suatu cerita yang dapat mendorong para investor tertarik untuk bekerja sama. Untuk mendukung cerita yang dibuat, maka jadikan tampilan pitch desk kamu menjadi menarik agar para investor juga lebih nyaman dalam mendengarkan presentasimu.

 

#3 – Menyajikan Banyak Masalah yang Bisa Diselesaikan

Catat! Ini 4 Kesalahan Fatal Dalam Membuat Pitching Deck

Credit Image - womantalk.com

Sebagai penggiat starup – atau memiliki suatu bisnis tertentu, kamu pasti ingin memperlihatkan kemampuanmu dalam menyelesaikan berbagai permasalahan secara baik – atau ingin memperoleh pengakuan menjadi seseorang yang hebat. Apakah kamu masih menerapkan hal ini?

Wah, jika iya, coba hentikan ya. Pasalnya, hal tersebut bisa saja menjadi boomerang untuk diri sendiri, lho. Mengapa demikian? Dalam menyajikan pitch deck kamu tidak perlu memperlihatkan betapa mampunya kamu untuk menyelesaikan berbagai permasalahan dengan baik.

Sebaliknya, kamu hanya perlu fokus terhadap beberapa masalah yang sudah bisa terselesaikan dengan baik. Semakin spesifik masalah yang kamu ceritakan – dan penyelesaian yang ditempuh, maka hal ini akan membuat para investor semakin percaya.

 

#4 – Tidak Melakukan Riset Dengan Baik

Dalam melakukan segala sesuatu, tentu saja kamu harus mencari informasi, alias melakukan riset dengan baik terlebih dahulu, kan? Begitu juga ketika membuat pitching deck. Dalam hal ini, perhatikan berbagai data yang kamu gunakan.

Ingatlah untuk tidak asal dalam mengambil data, apalagi kalau informasi tersebut sudah terlalu lama. Disarankan melakukan riset data terbaru dengan baik, ya. Tunjukkan niat – dan sikap profesionalmu di depan investor. Jadi, jangan malas lagi untuk melakukan riset!

Tak hanya menghindari sejumlah kesalahan di atas, agar proses presentasi pitching makin maksimal, pastikan kamu sudah menjaga energi, ya. Ini bisa dilakukan dengan rutin mengonsumsi vitamin dan mineral – yang bisa diperoleh dari suplemen multivitamin Enervon Active.

Enervon Active mengandung non-acidic 500 mg Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc yang dapat menjaga stamina tubuhmu agar tidak mudah lelah.

Kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon Active dapat membantu proses metabolisme, sehingga tubuh bisa memperoleh sumber energi yang lebih tahan lama. Manfaat yang satu ini bisa membuat kamu makin produktif, serta bisa mempertahankan tingkat fokus selama bekerja, ya.

Tak hanya baik untuk menjaga stamina tubuh, namun kombinasi kandungan vitamin di dalam Enervon Active juga ampuh dalam menjaga sistem kekebalan agar tidak mudah terserang berbagai macam penyakit. Manfaat yang satu ini bisa membuatmu tetap aktif, tanpa harus takut mudah jatuh sakit!

Untuk mendapatkan produk multivitamin Enervon Active yang asli, pastikan kamu membelinya dari official store di Tokopedia, Shopee, Lazada, dan BukaLapak. Atau kunjungi drug store dan apotek terdekat di daerahmu.

 

Wah, gimana? Sudah cukup jelas ya informasi mengenai kesalahan dalam membuat presentasi pitching. Yuk, dihindari!

 

 

Featured Image – lldikti12.ristekdikti.go.id


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!