Ini Deretan Gejala Covid Terbaru, Gak Menyebabkan Anosmia?

Ini Deretan Gejala Covid Terbaru, Gak Menyebabkan Anosmia?

Seperti yang sudah diketahui, varian Omicron telah terdeteksi Indonesia, bahkan angka kasus positifnya pun terus meningkat. Omicron sendiri sebenarnya sudah ditemukan di berbagai negara lainnya sejak pertama kali menjangkit masyarakat di Afrika.

Jangan sampai lengah, Enervoners. Varian ini disebut sebagai salah satu yang paling mudah menular, lho. Untuk itu, kamu wajib mengenali deretan gejala Covid terbaru ini. Pasalnya, berbagai indikasi yang dirasakan pasien dapat berbeda dari gejala varian lainnya, misal Omicron tak menyebabkan anosmia.

Lantas, apa saja gejala Covid terbaru tersebut? Berikut ini di antaranya yang wajib kamu ketahui. Yuk, simak selengkapnya sampai habis, Enervoners!

 

 

Sakit Kepala

Ini Deretan Gejala Covid Terbaru, Gak Menyebabkan Anosmia?

Credit Image - alodokter.com

Gejala Covid terbaru, yakni Omicron yang paling mudah dikenali adalah sakit kepala. Berdasarkan studi gejala oleh Zoe Covid yang diselenggarakan oleh pemerintah Inggris, menunjukkan bahwa sakit kepala bisa muncul sebagai gejala awal dan ini sebenarnya gejala yang lebih umum.

Dari studi ini menemukan bahwa sakit kepala akibat Covid-19 cenderung nyeri sedang hingga berat. Kemudian bisa sakit kepala berdenyut, menekan dan menusuk dengan terjadi di kedua sisi kepala. Sakit kepala biasanya bisa berlangsung lebih dari tiga hari dan cenderung sulit dihilangkan dengan obat penghilang rasa sakit.
 

Pilek

Kemudian, ada pula pilek yang menjadi gejala Covid terbaru – dan patut diwaspadai. Ditemukan bahwa pilek merupakan gejala kedua yang paling sering dilaporkan oleh pasien varian Omicron. Ini kedua setelah sakit kepala, ya.

Memang, ketika angka Covid-19 tinggi, maka kemungkinan pilek akibat virus tersebut juga tinggi. Namun, ditekankan kembali bahwa ketika tingkat Covid-19 rendah, artinya pilek lebih mungkin disebabkan oleh hal lainnya, seperti alergi.

Namun, jika pilek tidak kunjung sembuh, kondisi tersebut patut diperhatikan, karena bisa saja menjadi indikasi infeksi virus corona, termasuk varian Omicron.

 

Sakit Tenggorokan

Ini Deretan Gejala Covid Terbaru, Gak Menyebabkan Anosmia?

Credit Image - halodoc.com

Sakit tenggorokan pada Covid-19 biasanya cenderung lebih ringan dan berlangsung tak lebih dari 5 hari. Sehingga apabila sakit tenggorokan lebih lama kemungkinannya dikarenakan sebab lain. Jadi, jangan sampai salah kaprah soal gejala Covid terbaru yang satu ini, Enervoners.

Dari data Zoe Covid, menunjukkan bahwa pasien yang terkena Covid-19 biasanya melaporkan sakit tenggorokan. Meski demikian, kondisi tersebut termasuk wajar – dan seringkali terjadi pada orang dewasa.

 

Umumnya Tak Menyebabkan Anosmia

Selama ini kehilangan penciuman – atau anosmia menjadi salah satu indikasi Covid-19. Namun, bagi gejala Covid terbaru, hal ini ternyata berbeda, lho. Berbeda dengan gejala Covid-19 pada umumnya, Omicron juga disebut tak menghilangkan indera perasa dan penciuman seperti yang umumnya dialami oleh penderita Covid-19 varian lainnya, termasuk ketika terinfeksi varian Delta.

Kondisi anosmia dapat berubah, sehingga seseorang tidak harus selalu kehilangan indera penciuman sepenuhnya ketika tengah terinfeksi. Adapun sejumlah ahli juga meyakini anosmia sangat jarang terjadi pada pasien Omicron.

 

Batuk Terus-Menerus

Ini Deretan Gejala Covid Terbaru, Gak Menyebabkan Anosmia?

Credit Image - cnnindonesia.com

Sejak pandemi berlangsung, batuk yang berlangsung secara terus-menerus sudah disepakati sebagai salah satu gejala utama Covid-19. Kondisi ini berarti batuk dialami berkali-kali dalam sehari selama setengah hari maupun lebih.

Adapun pada Covid-19 biasanya adalah batuk kering dan jarang berupa batuk berdahak. Batuk terus-menerus biasanya tiba sekitar beberapa hari setelah sakit dan biasanya berlangsung selama empat atau lima hari. Pada gejala Covid terbaru, indikasi ini juga kerap dialami.

 

Merasa Kelelahan

Mengutip dari IndiaTimes gejala Covid terbaru ada pula mirip dengan varian sebelumnya, yakni dapat menyebabkan kelelahan atau kelelahan ekstrem. Seseorang mungkin merasa lelah, mengalami energi yang rendah dan mungkin memiliki keinginan yang kuat untuk beristirahat, yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, penting untuk dicatat bahwa kelelahan mungkin timbul dari alasan lain dan masalah kesehatan juga. Dengan demikian, penting bagimu untuk memastikan kondisi kesehatan, salah satunya dengan melakukan tes.

 

Keringat di Malam Hari

Ini Deretan Gejala Covid Terbaru, Gak Menyebabkan Anosmia?

Credit Image - honestdocs.id

Pembaruan Departemen Kesehatan Afrika Selatan, Dokter Umum Unben Pillay bahwa keringat malam dapat dikatakan sebagai gejala Covid baru. Keringat malam ini muncul dengan jumlah sangat banyak sehingga pakaian dan tempat tidur menjadi basah bahkan saat berbaring di tempat sejuk.

Namun, lagi-lagi, perlu dicatat bahwa untuk mengetahui dengan pasti apakah seseorang terkena Covid-19 varian Omicron maka cara terbaik adalah dengan melakukan tes untuk mengonfirmasi kondisi yang tengah dialami.

 

Cara Mencegah Varian Omicron

Sudah terdeteksinya berbagai varian Covid-19 di Indonesia membuatmu harus semakin waspada – dan pastinya jangan sampai lengah, apalagi dalam urusan penerapan protokol kesehatan. Mencegah lebih baik dari mengobati!

Pastikan kamu sudah disiplin dalam menggunakan masker, menerapkan jaga jarak, rutin mencuci tangan, menghindari kerumunan, hingga membatasi mobilitas – apalagi kalau bukan karena urusan yang mendesak.

Biar perlindungan diri semakin optimal, kamu disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup. Hidup sehat – dapat bantu jaga imunitas tubuh tetap kuat. Dan, lengkapi hidup sehat dengan rutin mengonsumsi multivitamin, seperti Enervon-C.

Multivitamin andalanmu yang satu ini memiliki kandungan lengkap, mulai dari Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, dan Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat – yang dapat menjaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit.

Konsumsi Enervon-C dalam bentuk tablet yang memiliki kandungan vitamin C 500 mg, atau Enervon-C Effervescent dengan kandungan vitamin C lebih tinggi, yakni 1000 mg untuk memberikan perlindungan ekstra, serta mampu membuat tubuhmu terasa lebih segar.

Dengan rutin mengonsumsi multivitamin Enervon-C, imunitas tubuh bakal lebih kuat, sehingga tidak mudah terjangkit penyakit, termasuk Covid-19. Selain itu, kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga makanan yang kamu konsumsi dapat diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama, lho!

Untuk mendapatkan sejumlah produk multivitamin Enervon-C, pastikan kamu membelinya dari official store di Tokopedia, Shopee, Lazada, dan BukaLapak. Atau kunjungi drug store dan apotek terdekat di daerahmu.



Itulah deretan gejala Covid terbaru, yakni Omicron yang patut kamu waspadai. Yuk, kenali lagi sejumlah gejalanya – dan terus lakukan langkah pencegahan agar tetap terhindar dari risiko infeksi virus!

 

 

Featured Image – halodoc.com


Post Comment

Please login to comment

Comments

NO COMMENT YET, BE THE FIRST!