Virus corona penyebab Covid-19 memang disebut sebagai salah satu virus yang menyerang saluran pernapasan manusia. Tak hanya itu, penyakit satu ini merupakan penyakit pernapasan yang menjadi penyebab kematian tertinggi di seluruh dunia, lho.

Tapi nyatanya, Covid-19 bukanlah satu-satunya penyakit yang menyerang saluran pernapasan manusia. Pasalnya, masih ada banyak virus – atau patogen lain yang menyerang organ vital tersebut, seperti empat penyakit di bawah ini.

Dilansir dari Detik, Yuk, simak infromasi lengkapnya, ya!

 

 

1. Pneumonia

Credit Image - alodokter.com

Pneumonia merupakan salah satu penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun jamur. Jenis umum patogen yang menyebabkan pneumonia, yaitu streptococcus pneumoniae, haemophilus influenzae tipe B – atau Hib, virus pernapasan syncytial, dan pneumocystis jiroveci.

Penyakit ini menyumbang 14 persen kematian pada anak setiap tahunnya lantaran sangat menular. Selain menyebar melalui tetesan udara dari batuk atau bersin, pneumonia juga bisa menyebar melalui darah.

Adapun gejala umum pneumonia berupa sesak napas atau nyeri saat bernapas, alveoli diisi dengan nanah, dan cairan yang membatasi kapasitas pernapasan seseorang. Namun, ada juga gejala lain yang cukup mirip dengan Covid-19, seperti batuk, kelelahan, mual, diare, hingga muntah.
 

2. TBC – Tuberkulosis

Penyakit pernapasan berikutnya adalah tuberkulosis atau disebut TB yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini diklaim WHO sebagai pembunuh menular nomor 2 setelah Covid-19.

WHO mengatakan bahwa sebanyak 1,5 juta orang meninggal karena TB pada tahun 2020 – ini termasuk 214.000 orang dengan HIV. Kemudian, si seluruh dunia, TB adalah penyebab kematian ke-13 dan pembunuh menular nomor dua setelah Covid-19.

Adapun gejalanya dapat berupa nyeri dada, kesulitan bernapas, penurunan berat badan, kelelahan, demam, keringat malam, dan kedinginan.

 

3. Influenza

Credit Image - rsud.sawahluntokota.go.id

Berikutnya adalah penyakit yang disebut mirip dengan COVID-19, yakni flu. Perlu diketahui, terdapat 4 jenis virus influenza musiman, yaitu tipe A, B, C, dan D sehingga menjadikannya beban penyakit sepanjang tahun.

Ada pun gejala umum flu dapat berupa demam, batuk kering, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, kelelahan, pilek, dan sakit tenggorokan. Jika batuk berlangsung lebih dari 2 minggu, seseorang wajib melakukan tes flu.

Menurut laporan WHO, di seluruh dunia, epidemi tahunan influenza diperkirakan menyebabkan sekitar 3 hingga 5 juta kasus penyakit parah, dan sekitar 290.000 hingga 650.000 kematian akibat pernapasan.

 

4. Campak

Penyakit menular lain yang merenggut hampir 1.40.000 kematian di seluruh dunia pada tahun 2018 adalah campak. Penyakit ini disebabkan oleh virus dalam keluarga paramyxovirus dan ditularkan melalui kontak langsung, serta melalui udara.

Gejala campak dapat berupa demam tinggi yang dimulai dari 10 sampai 12 setelah terpapar virus. Selain itu, pasien biasanya mengalami pilek, batuk, mata berair, hingga bintik-bintik putih kecil di bagian pipi pasien.

Setelah beberapa hari terinfeksi, seseorang akan mengalami gejala berupa ruam yang muncul di wajah dan leher. Akan tetapi tak perlu khawatir, gejala yang satu ini umumnya akan hilang dalam waktu 5-6 hari.

 

5. Cara Mencegah Infeksi Penyakit Menular

Credit Image - doktersehat.com

Salah satu langkah termudah dan efektif untuk mencegah terinfeksi penyakit menular, yaitu dengan selalu menjaga kebersihan diri, terlebih di masa pandemi. Rutin menerapkan etika batuk dan bersin, hingga menggunakan masker – wajib kamu patuhi secara ketat ya!

Selain itu, jangan lupa untuk terus meningkatkan imunitas – yang berperan penting untuk menghindari terkena penyakit menular. Miliki gaya hidup sehat, yang meliputi pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, dan istirahat yang cukup.

Lalu, kamu juga sangat dianjurkan untuk rutin mengonsumsi suplemen Vitamin C untuk bantu meningkatkan imunitas tubuh. Kamu direkomendasikan minum multivitamin Enervon-C yang punya sejumlah kandungan lengkap.

Enervon-C mengandung Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat untuk menjaga daya tahan tubuhmu agar tidak mudah sakit. Konsumsi multivitamin ini sehari dua kali ya.

Kamu dapat minum Enervon-C Effervescent dengan kandungan Vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg dan dapat berikan perlindungan ekstra.

Selain itu, direkomendasikan pula untuk minum Enervon Active yang mengandung non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc – untuk bantu menjaga stamina agar tak mudah lelah, sekaligus optimalkan sistem kekebalan tubuh.

Tak hanya membantu menjaga kekebalan saja, namun kandungan vitamin B kompleks dalam Enervon-C dan Enervon Active juga dapat membantu proses metabolisme, sehingga makanan yang kamu konsumsi dapat diubah menjadi sumber energi yang lebih tahan lama. Jadi, tak perlu khawatir tubuh mudah lelah, ya!

 

Jadi, itulah deretan penyakit lain yang juga dapat menyerang saluran pernapasan. Pastikan kamu terus waspada akan ancaman penyakit berbahaya dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat!

 

 

Featured Image – klikdokter.com

Source – detik.com