Menjaga kesehatan tubuh bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yang penting, yaitu olahraga. Kegiatan fisik memang memiliki ragam manfaat bagi kesehatan yang tidak perlu kamu ragukan lagi. Selain membuat tubuh sehat dan bugar, rajin berolahraga juga membantu menjaga suasana hati, lho.

Sayangnya, masih banyak sekali mitos soal olahraga yang beredar di kalangan masyarakat. Tak jarang, hal tersebut dapat menghambatmu dalam memperoleh manfaat dari berolahraga. Lantas, apa saja mitos soal olahraga yang dimaksud?

Berikut ulasannya.

 

 

Olahraga Harus Banyak Berkeringat

Credit Image - klikdokter.com

Salah satu mitos yang masih banyak kalangan percayai adalah semakin banyak keringat saat berolahraga, artinya makin efektif dan berat badan yang turun makin banyak. Itulah sebabnya banyak orang yang akhirnya berolahraga hanya agar bermandikan keringat, misalnya dengan olahraga di siang hari.

Faktanya, hal ini hanya mitos belaka. Ada banyak faktor yang memengaruhi seberapa banyak kamu berkeringat saat olahraga. Beberapa faktor yang memengaruhi hal tersebut di antaranya metabolisme tubuh, jenis olahraga, hingga di mana dan kapan kamu melakukan olahraga.

Tubuh setiap orang berbeda, sehingga setiap orang bisa saja mendapatkan manfaat olahraga seperti penurunan berat badan tanpa banyak keringat. Selain itu, berolahraga terlalu berat dan berkeringat terlalu banyak berkeringat malah bisa berbahaya, lho.

Bagi sejumlah orang dengan kondisi tertentu, seperti ibu hamil dan lansia, keringat yang keluar terlalu banyak dapat memicu dehidrasi, pusing, dan tekanan darah rendah.

 

Semakin Lama Olahraga, Makin Baik

Olahraga dengan durasi lebih lama dari umumnya tidak menjamin kamu bisa merasakan manfaatnya lebih baik.

Seperti dikutip dari American College of Sport Medicine, seseorang harus melakukan olahraga aerobik dengan intensitas ringan minimal 30 menit selama lima hari per minggu. Aktivitas fisik ini efektif untuk meningkatkan kebugaran dan membantu menurunkan berat badan.

Sebaliknya, olahraga lebih dari 90 menit malah dapat merusak tubuh hingga menyebabkan cedera otot dan persendian. Hal tersebut menunjukkan pada dasarnya tidak penting seberapa lama durasi olahraga yang kamu lakukan. Konsistensi adalah kunci utama agar kamu bisa merasakan manfaatnya.

 

Sakit Setelah Olahraga Merupakan Pertanda Baik

Credit Image - googleberita.com

Setelah kemarin berolahraga, keesokan harinya kamu mungkin bangun dengan rasa nyeri dan pegal pada sekujur tubuh, bahkan untuk menggerakkan tangan saja terasa sakit. Katanya, rasa sakit ini pertanda baik karena itu artinya olahraga yang dilakukan berhasil.

Tetapi faktanya, olahraga yang ideal dan berkualitas justru tidak membuatmu menderita setelah melakukannya. Walaupun rasa sakit setelah olahraga umum terjadi, kondisi ini umumnya tidak menetap dan akan berangsur pulih dengan cepat.

Jennifer Solomon, MD, dokter spesialis tulang belakang dan olahraga dari Hospital for Special Surgery, New York City seperti dikutip dari Everyday Health mengatakan, sering kali rasa sakit yang dirasakan ini adalah peringatan cedera karena melakukan olahraga berlebihan.

Itulah sebabnya, kamu tak perlu melakukan olahraga ekstrem sampai tubuh terasa nyeri untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Kamu sudah bisa mendapatkan banyak manfaat meski hanya olahraga jalan cepat selama 30 menit, lho.

 

Lari Tidak Baik Untuk Lutut

Mitos tentang olahraga lainnya yang keliru dan tidak terbukti adalah berlari bisa menyebabkan masalah lutut. Hal ini didasari karena aktivitas lari memberikan memberikan tekanan berlebih pada kaki sehingga bisa menyebabkan cedera lutut.

Padahal, penelitian menunjukkan hal yang sebaliknya. Jurnal Human Movement Science meneliti sejumlah studi dan menemukan bahwa olahraga lari justru bisa meningkatkan massa otot kaki dan kepadatan tulang semakin kuat. Selama kamu memiliki kondisi lutut normal dan berat badan ideal, maka berlari tidak akan memberikan dampak buruk pada lutut.

Tetapi, lain halnya jika mengalami masalah tulang, seperti osteoarthritis dan berat badan berlebih, sebaiknya jangan berlari secara terus-menerus. Konsultasikan dengan dokter sebelum memulai olahraga lari, ya.

 

Waktu Ideal Berolahraga Adalah di Pagi Hari

Credit Image - alodokter.com

Kamu mungkin sering mendengar bahwa waktu terbaik untuk berolahraga adalah pagi hari. Mungkin benar, karena olahraga di pagi hari bisa membantu meningkatkan metabolisme tubuh setelah tidur. Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan lebih banyak udara segar sekaligus menghindari berbagai gangguan pada siang atau sore hari.

Namun faktanya, tidak ada waktu yang tepat bagi tubuh untuk berolahraga. American Heart Association bahkan menjelaskan bahwa kunci untuk mendapatkan manfaat dari aktivitas fisik adalah melakukannya secara konsisten.

Bagi kamu tidak terbiasa bangun pagi, bisa memilih berolahraga pada siang atau sore hari. Tetapi, apabila olahraga malam malah membuatmu kesulitan tidur, maka cobalah alihkan sesi ini lebih awal dari jadwal sebelumnya.

Yang mesti kamu ketahui, manfaat olahraga akan semakin maksimal jika kamu sudah memenuhi kebutuhan nutrisi dengan tepat, lho. Selain mengonsumsi makanan sehat – kamu direkomendasikan mengoptimalkan asupan nutrisi dengan rutin minum multivitamin setiap harinya.

Konsumsi multivitamin Enervon-C yang memiliki kandungan lengkap, yaitu Vitamin C, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, dan Kalsium Pantotenat ini dapat membantumu menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit. Nah, kamu bisa minum Enervon-C Effervescent — dengan kandungan vitamin C lebih tinggi, yaitu 1000 mg untuk berikan perlindungan ekstra dan sensasi rasa segar sepanjang hari.

Namun, jika kamu memiliki masalah lambung yang cukup sensitif, maka direkomendasikan untuk mengonsumsi Enervon Active – dengan kandungan non-acidic Vitamin C 500 mg, Vitamin B Kompleks (Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin B6, Vitamin B12), Niacinamide, Kalsium Pantotenat, dan Zinc dapat menjaga stamina tubuh, sekalius mengoptimalkan kinerja sistem imun.

Kandungan vitamin B kompleks dalam multivitamin Enervon dapat membantu mengoptimalkan metabolsime, sehingga tubuhmu mampu memperoleh energi yang maksimal. Dan pastinya vitamin C dapat menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit, ya.

 

Itulah kelima mitos soal olahraga, jangan sampai kamu percaya lagi, ya!

 

 

Featured Image – health.detik.com

Source – hellosehat.com